Presenter Ganteng Dr. OZ Indonesia, Dokter Ryan Thamrin Meninggal Dunia Karena Tumor Otak?

Presenter Ganteng Dr. OZ Indonesia, Dokter Ryan Thamrin Meninggal Dunia Karena Tumor Otak?

Finalis Abang None Jakarta tahun 2003 sekaligus presenter talkshow kesehatan Dr OZ Indonesia, Dr. Ryan Thamrin meninggal dunia pada jumat dini hari, 4 agustus 2017 di tanah kelahirannya Pekanbaru, Riau.

Sebelumnya dokter Ryan diisukan diputus kontrak dari Dr oz Indonesia karena setahun terakhir ia tidak pernah muncul dalam acara talkshow tersebut, namun isu tersebut ditepis oleh rekan sesama presenter, Dr. Reisa Broto asmoro.

Setahun tidak muncul di publik, Dr. Ryan tiba-tiba dikabarkan meninggal dunia. Banyak kabar simpang siur alasan meninggalnya dokter ganteng ini dari terjatuh di kamar mandi, sakit maag akut, hingga menderita kanker otak.
Dr Ryan Thamrin Meninggal Karena Tumor Otak
Sumber: Instagram Dr Ryan Thamrin

Pernah menjadi Abang None Jakarta Sampai Cover Boy Majalah


Dr. Ryan Thamrin lahir pada 27 mei 1978 di Tanjung Pinang, Riau. Pria berdarah Banjar-Riau tersebut merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sebelum terkenal membawakan acara Dr oz Indonesia, Dr. Ryan Thamrin pernah menjadi cover boy majalah Aneka Yess!, majalah Cosmopolitan, dan finalis Abang None Jakarta tahun 2003.

Menghilang dari Dr oz Indonesia


Dari setahun yg lalu dokter Ryan Thamrin tidak pernah lagi tampil dalam acara Dr oz indonesia. Sebuah Isu mengatakan dr ryan diputus kontraknya dari acara talkshow kesehatan tersebut. Namun hal itu terbantahkan oleh statement dari rekan sesama presenter di dr oz, Dr Reisa Brotoastomo.

Menurut Dr. Reisa dikutip dari TribunSeleb, Dr ryan ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya yg sudah tidak bertemu beberapa tahun.

"Dia bilang cuma mau spend time sama keluarganya, karena dia jarang banget ketemu sama keluarganya selama berpuluh-puluh tahun sejak kuliah di Yogya," ujar Dr. Reisa Brotoasmoro.

Dr Ryan Thamrin Meninggal Dunia


Pada 4 Agustus 2017 dr ryan dikabarkan meninggal dunia, namun kabar tersebut masih simpang siur dan belum diketahui sebab meninggalnya presenter talkshow kesehatan tersebut.

Menurut sepupunya Doni Aprialdi, Dr. Ryan Thamrin awalnya didiagnosa penyakit maag akut, kemudian ia rutin rawat jalan di beberapa rumah sakit. Saat perawatan di rumah sakit Malaka, Malaysia, dokter menemukan sebuah benjolan dibelakang kepalanya yang diduga tumor otak.

Sebenarnya benjolan yang diduga tumor otak tersebut akan dioperasi, namun keluarga merasa takut karena letaknya dibagian kepala.

"Awalnya maag akut, lalu berobat terus. Terakhir dibawa ke Malaka (Malaysia) waktu itu ada selaput di luar otaknya, itu semacam ada benjolan. Mau dioperasi, tetapi pihak keluarga belum memutuskan operasi karena ada ketakutan karena itu di bagian kepala," ungkap Doni.

Dikutip dari Tribunnews, kakak dr. Ryan menjelaskan kondisi penyakit adiknya beberapa hari sebelum meninggal.

“Informasi dari kakak almarhum, ybs mengalami sakit saluran cerna (maag) dan sulit makan. Beberapa hari menjelang wafat tdk bisa masuk makanan namun almarhum menolak berobat apalagi dirawat."

Dalam Instagram Dr. Ryan Thamrin banyak warganet yang ikut berbela surkawa atas meninggalnya beliau.

"Innalillahiwainna ilaihi rojiun terimakasih atas ilmunya dok." komentar @namiraaulia12

@citra_shabbypreloved menuliskan, "Smg Husnul khatimah buat dr. Ryan Tamrin. selamat jalan dokter. smg Allah memberikan tempat terbaik disisi-Nya. Aamiin."

Selanjutnya: Gejala Kanker Otak Seperti yg Dialami Dr. Ryan Thamrin

Read More
Oh! Ternyata Tumbuhan juga Bisa Terkena Kanker

Oh! Ternyata Tumbuhan juga Bisa Terkena Kanker

Kanker umumnya menyerang manusia dan juga hewan, namun ternyata kanker juga bisa menyerang tumbuhan.
Kanker pada Tumbuhan
Kanker pada Pohon.
Kanker adalah penyakit kelainan genetik yang menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak sebagaimana mestinya, dan sel kanker bisa meng-invasi ke organ tubuh lainnya hingga sel kanker menyebar rata ke seluruh tubuh. Sel kanker menyebar efektif melalui aliran darah.

Tidak hanya terjadi pada manusia, kanker juga sering terjadi pada hewan. Hewan yang sering terjangkit kanker adalah Tasmania Devil, diketahui hewan karnivora tersebut sangat rentan terkena kanker wajah.

Tidak cukup sampai disitu, kanker juga bisa menyerang tumbuhan. Simpul besar tak beraturan pada batang tumbuhan menandakan bahwa tumbuhan tersebut sedang mengidap kanker.

Kanker tumbuhan tersebut terbentuk karena kerusakan struktural dan infeksi yang terjadi pada tumbuhan.

Hank Green, pembawa acaran sains SciShow menjelaskan bahwa kanker pada tumbuhan tak sama dengan kanker pada manusia atau hewan karena tumbuhan memiliki struktur sel yang berbeda.

"Dinding sel pada tumbuhan berstruktur cukup kuat, dinding tersebut mencegah sel untuk bergerak sehingga sel kanker tidak bisa memisahkan diri," ujar Hank.

Selain itu, tumubuhan juga tidak mempunyai aliran darah sehingga sulit bagi sel kanker untuk menyebar.

"Pada hewan sel kanker menyebar melalui aliran darah, namun tumbuhan tidak memiliki sistem sirkulasi seperti itu. Tumbuhan memindahkan cairan nutrisi melalui getah dan tidak ada sel di dalamnya," kata Hank.

Sumber: https://health.detik.com/read/2017/05/18/184134/3505307/763/apakah-tumbuhan-juga-bisa-kena-kanker
Read More
Markisa, Buah Kaya Gizi dan Anti Kanker

Markisa, Buah Kaya Gizi dan Anti Kanker

Tahukan buah markisa? yups, buah manis nan lezat tersebut tidak hanya unggul dari segi rasa saja, namun markisa juga kaya akan kandungan gizi, anti oksidan dan luar biasanya buah ini juga bisa mencegah kanker.
Buah Markisa
Markisa - Buah Kaya Gizi dan Anti Kanker
Markisa adalah buah dengan seribu kandungan gizi dan tentunya sangat baik bagi kesehatan tubuh kita. Diantara banyak kandungan gizi yang terkandung berikut beberapa dintaranya:

Vitamin C 

Satu buah Markisa dapat mencukupi kebutuhan vitamin c harian yang diperlukan oleh tubuh. Bersama-sama dengan kandungan gizi markisa yang lain yaitu karoten dan cryptoxanthin, vitamin C dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita menjadi lebih optimal.

Vitamin c berperan menangkal radikal bebas dari tubuh, sehingga zat jahat tersebut tidak sampai mengganggu sistem organ yang bisa menyebabkan kanker.

Tidak hanya berperan sebagai antioksidan, vitamin c juga merangsang sel darah putih dan sisttem kekebalan tubuh bekerja lebih optimal, hingga tubuh kita terhindar dari berbagai penyakit.

Vitamin A 

Kesehatan mata kita salah satu dirawat oleh vitamin A, kandungan vitamin ini dalam markisa bisa mencegah degenerasi makula, katarak dan rabun senja.

vitamin A juga berperan menjaga kesehatan kulit dan membran sel sehingga kita terhindar dari penuaan dini dan keriput.

Anti Kanker

Markisa dikenal akan kandungan antioksidan yang tinggi, zat tersebut dapat menangkal radikal bebas dari tubuh. Radikal bebas memicu DNA sel bermutasi menjadi sel kanker sehingga kandungan antioksidan ini sangat baik sebagai zat anti kanker.

Kandungan markisa selain vitamin A yaitu flavonoid dan senyawa fenolik juga memiliki manfaat sebagai anti-kanker.

Source: http://lifestyle.okezone.com/read/2017/04/29/481/1679406/wow-rajin-makan-markisa-bisa-mencegah-kanker-lho
Read More
Kabar baik untuk Anak Kost, Konsumsi Mie Instan (Tidak) Sebabkan Kanker Kolorektal

Kabar baik untuk Anak Kost, Konsumsi Mie Instan (Tidak) Sebabkan Kanker Kolorektal

MSG yang terkandung dalam bumbu mie instan tidak menyebabkan kanker. -The U.S. Food and Drug Administration
Mie Insian (Pixabay)
Sempat beredar kabar bahwa sering konsumsi mie instan bisa memicu kanker usus besar atau kanker kolorektal.

Namun baru-baru ini kabar tersebut terbantahkan oleh pernyataan ketua umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD KHOM FACP, beliau menegaskan bahkan anggapan tersebut hanyalah mitos belaka.

Tidak ada keterkaitan antara mie instan dengan risiko kanker, penelitian secara ilmiah telah meluruskan hal tersebut. Beliau berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang telah terbantahkan oleh penelitian ilmiah.

The U.S. Food and Drug Administration (FDA) menjelaskan dalam penelitiannya bahwa MSG yang terkandung dalam bumbu mie instan tidak menyebabkan kanker.

Walaupun begitu, Dr. Aru tidak menganjurkan konsumsi mie instan setiap hari. Selain kandungan gizinya tidak mumpuni untuk kesehatan tubuh, mie instan juga dapat meningkatkan berat badan karena asupan kalori berlebih.

Source: http://www.suara.com/lifestyle/2017/03/16/094113/sering-makan-mi-instan-picu-kanker-benar-atau-mitos
Read More
Begini Penyebaran Kanker Serviks Secara Non-Seksual

Begini Penyebaran Kanker Serviks Secara Non-Seksual

Penyebaran Kanker Serviks Secara Non-Seksual
Image via pexels.com
Tahukah Anda, kebanyakan kanker serviks disebabkan oleh infeksi Humman papillomavirus (HPV) yang ikut menyebar melalui hubungan seksual. Namun. kanker serviks bisa juga menular melalui aktivitas Non-seksual.

Bagaimana bisa?

Menurut dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG. 10 hingga 15 persen pasien kanker serviks terkontaminasi HPV di luar aktivitas non-seksual.

HPV selayaknya virus yang lain bisa menempel dimana saja, kita bisa saja tertular HPV akibat menyentuh sesuatu ya telah terkontaminasi virus tersebut.

Kita mungkin secara tidak sadar menyentuh barang yang telah disentuh oleh orang yang positif HPV. sehingga HPV yang tertempel di barang tersebut ikut bersama tangan kita.

Akibatnya, kita juga berrisiko terinfeksi virus tersebut.

Akan tetapi tidak ada bedanya gejala yang ditimbulkan, apakah itu disebabkan hubungan seksual atau aktivitas non-seksual.

Kondisi tersebut bisa diketahui dengan pemeriksaan Papsmear.

Source: http://lampung.tribunnews.com/2017/03/09/kanker-serviks-juga-dapat-menyebar-melalui-nonseksual
Read More
Study: Keju Cheddar Meningkatkan Risiko Kanker, Sedangkan Yoghurt Berlaku Sebaliknya

Study: Keju Cheddar Meningkatkan Risiko Kanker, Sedangkan Yoghurt Berlaku Sebaliknya

Keju Cheddar Meningkatkan Risiko Kanker
Keju Cheddar dan Krim Keju
Penelitian terbaru dari Institut Kanker Roswell Park di Buffalo, New York, mengungkap sebuah fakta tentang hubungan produk-produk olahan susu (Dairy food) dengan kanker payudara.

Penelitian tersebut melibatkan 3.000-an wanita dengan (dan tanpa) kanker payudara, dan diselenggarakan selama 11 tahun.

Para responden diharuskan mengisi kuisioner yang berisi kebiasaan mereka mengkonsumsi produk olahan susu setiap bulan, mereka juga harus melampirkan biodata pribadi seperti usia, indeks massa tubuh, dan riwayat kanker dalam keluarga.

Setelah semua selesai direkap, didapat kesimpulan bahwa produk olahan susu (Cheddar, krim keju) ditenggarai dapat meningkatkan risiko kanker sebesar 53%

Sedangkan, konsumsi susu segar dengan teratur dapat mengurangi risiko kanker hingga 15% dan konsumsi Yoghurt juga menurunkan risiko kanker hingga 39%
Read More
Buah Ajaib Ini Mampu Menghancurkan Sel Kanker Payudara pada Berbagai Stadium

Buah Ajaib Ini Mampu Menghancurkan Sel Kanker Payudara pada Berbagai Stadium

Physalis Peruviana
Physalis Peruviana
Alterkara Super Steam merupakan alat terapi kanker payudara yang dikembangkan oleh mahasiswa elektro, Universitas Brawijaya. Alat tersebut mampu menembakkan 'obat' langsung ke pusat kanker dengan tehnologi pendispersi sinar laser ultraviolet.

Inovasi ini tercipta setelah sebelumnya ditemukan ekstrak buah yang mampu menekan pertumbuhan kanker hingga 75% oleh guru besar bidang kedokteran Universitas Airlangga, Prof DR dr Handayani, MKes.

Apakah buah ajaib tersebut? Silahkan lanjut membaca.

Berdasarkan peneltian prof. Handayani ekstrak buah ini bisa menghambat pertumbuhan kanker hingga 75% dalam berbagai stadium, mulai dari stadium 2 golongan A maupun kanker golongan 1B.

Buah Ajaib tersebut mungkin ada disekitar pekarangan rumah kita, buah perdu dengan nama latin Physalis Peruviana juga dikenal di berbagai daerah sebagai Ciplukan, Ceplukan, Nyurnyuran dan Kopok-kopokan.

Prof. Handayani mengekstrak buah ciplukan menjadi sebuah etanol, setelah dilakukan pengamat lebih dalam, etanol ciplukan ternyata mampu menghancurkan sel kanker dalam berbagai stadium secara efektif.

Awalnya 'obat ciplukan' tersebut diaplikasikan secara oral lewat mulut, seperti minum obat kebanyakan. Namun setelah diciptakan Alterkara Super Steam penggunaan "obat ciplukan" menjadi lebih efektif karena langsung ditmbakkan ke pusat kanker.
Read More
Aku Rapopo: Perjuangan Julia Perez Melawan Kanker Serviks

Aku Rapopo: Perjuangan Julia Perez Melawan Kanker Serviks

Meski Jupe menderita kanker tetapi tetap 'Aku rapopo'.
Aku rapopo
Aku rapopo - Julia Perez
Sejak 2014 julia rahmawati atau akrab dipanggil julia perez (jupe) telah melawan kanker serviks. Setelah positif terdiagnosa kanker, jupe harus terbang ke Singapura untuk menjalani pengobatan. Kemoterapi mengharuskan jupe memanngkas habis rambutnya, karena pengobatan kanker tersebut sedikit demi sedikit merontokan rambutnya.

Setelah melewati pengobatan panjang di singapura, jupe akhir dinyatakan bebas dari kanker serviks.

Akan tetapi pada akhir 2016, kanker serviks yang diderita jupe kembali kambung. Kali ini, kanker serviks yang ia idap telah mencapai stadium 4. Hal tersebut mengharuskan dia bulang-balik ke rumah sahkit hingga sekarang. Kanker tersebut juga membuat tubuhnya menjadi kurus kering

Namun bukan jupe namanya kalo cepat menyerang, hal itu berbanding lurus dengan lagunya "Aku rapopo."
Read More
Diet Buruk saat Remaja, Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Diet Buruk saat Remaja, Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Diet Buruk saat Remaja, Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
Image via shape.com
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal "Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention" menjabarkan sebuah fakta bahwa diet yang buruk saat remaja dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara di kemudian hari.

Dalam rangka Nurses' Health Study II, para peneliti menganalisa kebiasaan diet 45,204 wanita.

Setiap wanita diberikan kuisioner secara berkala setiap 4 tahun, kuisioner tersebut berisi perihal kebiasaan diet yang mereka lakukan saat remaja.

Kuisioner tersebut mulai disi sejak 1991 ketika usia mereka masih 27 dan 44 tahun.

Pada 1998, saat usia mereka menginjak 33 dan 55 tahun, mereka mengisi kuisioner tentang kebiasan diet mereka di bangku SMA.

Dengan menggunakkan metode mengaitkan asupan makanan (diet) dengan tanda peradangan dalam darah, peneliti menggolongkan mereka berdasarkan score inflammatory diet yaitu skor yang didapatkan dari perbandingan asupan makan dan tanda peradangan yang terjadi.

Kemudian, para responden dibagi menjadi lima grup berdasarkan score inflamattory diet mereka.

Peneliti lalu membandingkan mereka yang memiliki score inflammatory tinggi dan rendah.

Hasilnya, wanita yang memiliki score inflammatory tinggi, 41% lebih rentan terhadap kanker payudara dari wanita dengan score rendah.

Source: http://www.medicalnewstoday.com/articles/316128.php
Read More
Generasi Milenial Rentan Kanker Kolorektal

Generasi Milenial Rentan Kanker Kolorektal

Generasi Milenial Rentan Kanker Kolorektal
Image via gsa.ac.uk
Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh serta berkembang pada usus besar (kolon) dan rektum. Jenis kanker ini menurun jumlahnya pada orang berusia 50 tahun keatas, namun malah meningkat pada anak muda sekitar kelahiran 1990-an.

American Cancer Society memaparkan, mereka melakukan analisa kepada sekitar setengah juta pasien kanker kolorektal yang terdiagnosa sekitar tahun 1974 sampai 2013 dan mendapati hasil bahwa seseorang berusia sekitar 20-an saat ini (Generasi milenial) lebih rentan terkena kanker kolorektal dibanding generasi sebelumnya.

Belum diketahui kenapa fenomena tersebut bisa terjadi, tetapi peneliti menduga hal ini berkaitan dengan tingginya angka obesitas.

Generasi milenial sering melakukan gaya hidup yang kurang sehat seperti makan junk food, kurang olah raga, dan lainnya.
Read More