Kematian akibat kanker di indonesia cukup mengkhawatirkan

Kematian akibat kanker di indonesia cukup mengkhawatirkan

Data WHO, Organisasi kesehatan Dunia, menunjukan bahwa penyakit kanker pada tahun 2012, telah mencapai 14 juta kasus baru, dan 8,2 juta diantaranya meninggal dunia akibat penyakit kanker. Penyakit kanker merupakan penyebab utama mordibitas dan mortalitas di seluruh dunia, tidak mengherankan bila terdapat begitu banyak kematian akibat penyakit kanker, baik di tingkat dunia maupun pada tingkat nasional. Akan tetapi, kanker bukan hanya berdampak pada mortalitas saja, namun juga morbiditas atau kondisi yang mengubah kesehatan dan juga kualitas hidup seseorang, seperti gangguan kesehatan serta disabilitas akibat kanker.

Di Indonesia sendiri, penyakit kanker menjadi penyebab kematian kedua tertinggi setelah penyakit kardiovaskular. Pada "Riset Kesehatan Dasar" tahun 2013 (RISKESDAS 2013), Prevalensi penyakit kanker di Indonesia berada di angka 1,4 per mil (‰) atau diperkirakan berada di angka 347.792 orang, dengan provinsi DI Yogyakarta sebagai provinsi dengan prevalensi penyakit kanker tertinggi.

Kematian akibat kanker di Indonesia

Di dunia, mortalitas akibat penyakit kanker tercatat pada tahun 2012 sebesar 8,2 juta kasus, jenis kanker yang tertinggi menyebabkan kematian yaitu kanker paru-paru dengan 1,59 juta kasus, di susul oleh kanker hati dengan 745 ribu kasus, kanker perut 723 ribu kasus, kanker colon 694 ribu kasus, kanker payudara 521 ribu kasus, dan kanker esofagus dengan 400 ribu kasus kematian.

Menurut data RS kanker Dharmais, jumlah kasus baru dan kematian akibat kanker di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tercatat selama tahun 2010 -2013, terdapat peningkatan jumlah kasus kanker baru maupun kematian akibat kanker, terutama pada jenis penyakit kanker yang banyak dan umum diderita seperti, kanker payudara (terutama pada perempuan), kanker serviks, dan kanker paru-paru.

Kematian akibat kanker di indonesia cukup mengkhawatirkan
RS Kanker Dharmais: Jumlah kasus baru dan kematian akibat kanker.
Pada jenis kanker paling banyak diderita, kanker payudara, estimasi jumlah kasus baru pada tahun 2010 sebesar 711 kasus dan kematian yang terjadi akibat kanker hanya 93 jiwa saja. Namun pada tahun-tahun berikutnya, kasus baru maupun kematian akibat kanker payudara cukup konsisten, berturut-turut pada tahun 2011 kasus baru meningkat menjadi 769 dan kematian akibat kanker payudara meningkat juga menjadi 120 jiwa, tahun 2012 kasus baru 809 dan kematian akibat kanker 130, lalu tahun 2013 kasus baru 819 dan kematian akibat kanker 217 jiwa.

Hal yang serupa juga terjadi pada jenis kanker yang lain, seperti kanker serviks, kanker paru-paru, kanker rektum, kanker ovarium, kanker tiroid, kanker usus besar, kanker hepatoma, dan kanker nasofaring. Umumnya, jenis penyakit kanker tersebut mengalami peningkatan statistik-nya, hanya ada beberapa jenis kanker yang ber-fluktuasi, seperti kanker limfoma non-hodgkin contohnya, awalnya kanker limfoma non-hodgkin merupakan jenis kanker yang menempati urutan ke-sepuluh sebagai kanker terbanyak tahun 2010 dan tahun 2011, akan tetapi pada tahun berikutnya 2012-2013, posisi ke-sepuluh penyakit kanker terbanyak di duduki oleh kanker jaringan lunak.

Source:
• Departemen Kesehatan RI: Situasi Penyakit Kanker. Accessed on Dec 04, 2015: Available Online (PDF - 2,70 MB).
Read More
Data-data penyakit kanker di Indonesia

Data-data penyakit kanker di Indonesia

Penyakit kanker sudah menyebar merata di seluruh penjuru dunia, termasuk indonesia. Kanker menempati posisi kedua tertinggi sebagai penyakit yang banyak menyebabkan kematian, setelah penyakit kardiovaskuler. Peringkat yang cukup "mewah" ini bukan tanpa arti, kanker sendiri akan meningkat risikonya seiring pertambahan umur seseorang, belum lagi masalah lingkungan; polusi, paparan radiasi, pengunaan bahan kimia, dan sebagainya, yang ikut andil dan menyebab kanker tidak hanya diderita oleh golongan "berumur", akan tetapi sekarang kanker sudah ada dan menyerang hampir semua golongan umur, dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan pastinya usia lanjut, karena risiko kanker cenderung meningkat pada seseorang yang yang berumur lanjut.

Penyakit kanker adalah pertumbuhan sel-sel abnormal sebagai akibat dari bermutasinya gen, kanker termasuk penyakit degenetatif, karena kanker kebanyakan terjadi seiring bertambahnya umur dan penyakit tidak menular ( NCD, Non-communicable diseases)

Prevalensi penyakit kanker di Indonesia

Prelavalensi penyakit kanker adalah frekuensi (tingkat keseringan) penyakit kanker terjadi pada masyarakat tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.

Di dunia, penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama morbiditas (kondisi yang mengubah kualitas hidup dan kesehatan) dan mortalitas (kematian). Menurut WHO, organisasi kesehatan dunia, pada tahun 2012 diperkirakan terdapat 14 juta kasus kanker baru, dan sekitar 8,2 juta diantara dinyatakan meninggal dunia akibat kanker. Jenis kanker yang banyak menyebabkan kematian diantaranya, kanker paru-paru (1,59 juta kasus), kanker hati (745 ribu kasus), kanker perut (723 ribu kasus), kanker kolon (694 ribu kasus), kanker payudara (521 ribu kasus), kanker esopagus (400 ribu kasus), dan kanker lainnya sampai mencapai angka 8,2 juta kasus kematian akibat kanker.

Untuk prevalensi penyakit kanker di indonesia, wilayah Indonesia keseluruhan memiliki persentase 1,4 per seribu penduduk sama dengan 330 ribu orang. Dengan perincian menurut provinsi, posisi paling tinggi terdapat di DI Yogyakarta dengan 4,1‰, lalu di Jawa tengah dengan 2,1‰, diikuti oleh bali dengan 2‰, dan DKI Jakarta serta Bengkulu masing-masing 1,9‰. (Riskesdas 2013: Tabel 3.5.1)

Berikut tabel yang menjadi acuan prevalensi penyakit kanker di indonesia, tabel tersebut merupakan kutipan dari Riskesdas 2013, Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Data untuk prevalensi penyakit kanker terletak di paling kiri, untuk tabel 3.5.1 merupakan data prevalensi kanker menurut provinsi dan wilayah Indonesia secara keseluruhan.
RISKESDAS 2013: Prevalensi penyakit kanker menurut provinsi
RISKESDAS 2013: Prevalensi penyakit kanker menurut provinsi

Ditinjau menurut karakteristik-nya, prevalensi penyakit kanker di Indonesia cenderung meningkat seiring pertambahan umur, itu sebabnya penyakit kanker disebut sebagai penyakit degeneratif. Pada bayi (< 1 tahun) prevalensi penyakit kanker berada di angka cukup tinggi yaitu 0,3 ‰, namun pada umur lebih tinggi antara 1 - 14 tahun persentase menurun di angka 0,1‰ dan kembali meningkat pada kisaran umur lebih besar sama dengan 15 tahun (≥ 15 tahun) pada angka 0,6‰ dan paling tinggi berada pada umur lebih dari sama dengan 75 tahun (> 75 tahun) dengan persentase 5,0‰ .

Bila ditinjau menurut jenis kelamin, prevalensi penyakit kanker pada perempuan lebih tinggi dibanding pada laki-laki, pada perempuan persentasenya mencapai angka 2,2‰ sedangkan pada laki-laki hanya berada pada angka 0,6‰ saja. Menurut tempat tinggal, prevalensi penyakit kanker pada lingkungan pedesaan lebih rendah dari lingkungan perkotaan, hal ini disebabkan pada lingkungan pedesaan cenderung lebih ASRI dan polusi, radikal bebas yang rentan me-mutasi gen seseorang cenderung lebih rendah dari lingkungan perkotaan. Untuk persentase prevalensi penyakit kanker menurut tempat tinggal, pada lingkungan pedesaan berada di angka 1,1‰, sedangkan pada lingkungan perkotaan persentsenya sedikit lebih tinggi pada angka 1,7‰ .

Bila kita simak tabel 3.5.2, Seseorang dengan pendidikan tinggi (PT) memiliki persentase prevalensi penyakit kanker yang paling tinggi yaitu 3,1‰, seragam dengan hal tersebut, pada kelompok dengan status pekerjaan wiraswasta dan kelompok kuintil kepemilikan teratas juga memiliki persentase prevalensi penyakit kanker tertinggi, masing-masing berada-pada angka 1,7‰ dan 1,8‰.
RISKESDAS 2013: Prevalensi penyakit kanker menurut karakteristik
RISKESDAS 2013: Prevalensi penyakit kanker menurut karakteristik
 Menurut Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010, Jumlah pasien kanker payudara merupakan yang paling tinggi yaitu 12.014 orang, di susul oleh pasien kanker serviks 5.349 orang, pasien kanker darah (Leukemia) 4.342 orang, pasien kanker lipoma 3.486 orang dan pasienkanker paru-paru sebanyak 3.244 orang.

References:
• Balitbangkes Kementrian Kesehatan RI: Riset Kesehatan Dasar RISKESDAS 2013, pages 85-87. Accessed on Dec 01, 2015: http://www.depkes.go.id/ (PDF - 4.50 MB).
• World Health Organization: Cancer. Accessed on Dec 02, 2015: http://www.who.int/mediacentre/
Read More
10 mitos seputar penyebab kanker dan kesalahpahaman tentang kanker

10 mitos seputar penyebab kanker dan kesalahpahaman tentang kanker

Bagaimana kanker sebenarnya bisa tumbuh? faktor-faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kanker? Mitos atau informasi yang belum pasti kebenarannya sering beredar di sekeliling kita, biasanya, mitos adalah asumsi masyarakat yang belum melewati penelitian oleh scientis sebagai ahli. Mitos ini bisa saja memiliki kebenaran, bisa juga sebaliknya tidak memiliki kebenaran, bahkan bisa saja mitos memiliki teori yang berlawanan dengan fakta aslinya.

Mitos yang berlawanan dengan fakta-aslinya menyebabkan kesalahpahaman diantara masyarakat, untuk mengatasi hal tersebut, para peneliti melakukan serangkaian penelitian untuk membuktikan kebenaran informasi yang beredar, apakah itu hanya sekedar mitos yang menyebabkan kesalahpahaman, atau itu sebenarnya merupakan teori yang benar, namun belum ada bukti yang mengiringi teori tersebut.
kesalahpahaman tentang kanker
Mitos Kanker
Diantara sekian banyak mitos yang beredar di masyarakat, berikut beberapa mitos penyebab kanker dan kesalahpahaman tentang kanker yang timbul karena teori yang beredar di masyarakat (mitos) ternyata berlawanan dengan fakta-aslinya.

Mitos: Gula membuat kanker lebih parah.
Fakta: Penelitian menunjukkan bahwa sel-sel kanker mengkonsumsi gula (glukosa) lebih banyak dari pada sel-sel tubuh normal. Hal ini bukan berarti bahwa mengkonsumsi banyak gula menyebabkan kanker semakin parah, dan tidak/ mengurangi konsumsi gula menyebabkan sel-sel kanker menjadi tidak memperoleh makanan.

Akan tetapi, konsumsi gula yang berlebihan akan menyebabkan obesitas, nah! obesitas inilah yang menyebabkan faktor risiko terserang kanker menjadi meningkat. Pada beberapa jenis kanker obesitas sangat krusial meningkatkan risiko serangan kanker, obesitas memicu produksi hormon esterogen dan menurunkan produksi hormon testosteron, ketidakseimbangan hormon-hormon ini menyebabkan risiko kanker menjadi meningkat terutama kanker payudara yang memang berkaitan.

Jadi, komsumsi gula TIDAK membuat kanker lebih parah, akan tetapi obesitas (kelebihan berat badan) lah yang memicu meningkatkan faktor risiko terserang kanker menjadi meningkat, bukan mengkonsusi gulanya.

Mitos: Pemanis buatan merupakan salah satu pemicu kanker.
Fakta: Pemanis buatan seperti saccharin, aspartame, cyclamate, dan lainnya berguna untuk memberikan rasa manis pada makanan serta minuman dan sebagai pengganti gula, karena rasa manis yang dihasilkan oleh pemanis buatan (artificial sweetener) lebih kuat daripada rasa manis yang diperoleh dari gula, sehingga jika kita menggunakan pemanis buatan, kalori yang di peroleh akan lebih kecil daripada menggunakan gula biasa.

Memang study menemukan bahwa pemanis buatan menyebabkan kanker kandung kemih, akan tetapi hasil penelitian tersebut ditemukan pada tikus, akibat dari percobaan yang dilakukan di dalam laboratorium. Setelah dilakukan percobaan ulang dan meneliti zat-zat karsinogenik pada pemanis buatan, disimpulkan bahwa tidak ada bukti yang cukup jelas keterkaitan antara pemanis buatan dengan kanker pada manusia, dan pengguna pemanis buatan dinyatakan aman, bila dalam prakteknya digunakan secara wajar dan sesuai dosis yang dianjurkan.

Mitos: Apakah ponsel menyebabkan kanker?
Fakta: Telepon genggam atau ponsel adalah alat komunikasi portable yang menggunakan frekuensi rendah untuk menerima dan mengirim data. Penguna ponsel dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup drastis, hal ini menyebabkan kekawatiran radiasi yang dipancarkan oleh ponsel akan mempengaruhi kesehatan bahkan menyebabkan kanker, penggunaan ponsel yang dekat sekali dengan otak ketika melakukan panggilan telepon, dikawatirkan radiasi yang dipacarkan oleh ponsel, bisa mempengaruhi jaringan otak, dan pada akhirnya menyebabkan kanker otak dan/atau tumor otak.

Benarkah radiasi ponsel menyebabkan kanker? Radiasi bisa menyebabkan kanker, apabila radiasi yang terpancar bisa memutasi genetik. Dalam kasus ponsel, radiasi yang terpancar sangat kecil, hanya berkisar antara 450 - 2.700 MHz, dengan kekuatan puncak 0,1 - 5 watt. Dengan kekuatan radiasi yang kecil tersebut, kecil sekali kemungkinannya bis memutasi gen dalam jaringan tubuh. Dengan kata lain, radiasi ponsel TIDAK menyebabkan kanker.

Mitos: Deodoran memicu tumbuhnya kanker payudara.
Fakta: Antipespirant, bisa juga disebut deodoran merupakan sebuah kosmetik yang beguna mencegah serta menyamarkan bau badan terutama pada bagian ketiak, karena pengaplikasiannya memang pada bagian tubuh di bawah lengan tersebut.

Menurut National Cancer Institute, tidak ada bukti yang kuat, deodorant menyebabkan kanker, terutama kanker payudara. Memang kandungan dari deodorant sendiri merupakan bahan kimia yang mungkin bisa menyebabkab kanker, akan tetapi suatu produk akan diuji terlebih dahulu sebelum beredar, National Cancer Institute (NCI) bersama US Food and Drug Administration (FDA) tidak menemukan zat berbahaya terkandung dalam deodorant.

Mitos: Pewarna rambut menyebabkan tumor otak.
Fakta: Pewarna rambut merupakan suatu bahan yang dapat mengubah warna rambut baik permanen, semi-permanen, maupun temporary. Biasanya bahan yang digunakan sebagai pewarna rambut adalah zat kimia tertentu, bahan kimia ini mungkin saja bersifat karsinogenik/ menyebabkan kanker, nah! disinilah keluar anggapa bahwa pewarna rambut menyebabkan kanker.

Pada penggunaan personal zat kimia yang terkandung dalam pewarna rambut tidak terlalu berefek pada kesehatan, apalagi menyebabkan kanker. Akan tetapi, jika anda seorang penata rambut atau tukang cukur dan sering terpapar bahan kimia pada pewarna rambut dan produk kosmetik lainnya, risiko akan terserang kanker bisa saja meningkat.

Mitos: Apakah kanker menular?
Fakta: Sebenarnya kanker tidak menular, akan tetapi pada kondisi tertentu kanker bisa saja menular langsung (tanpa perantara) dari satu individu ke individu lainnya. Kanker bisa menular langsung, apabila antar individu ini melakukan transplantasi jaringan dan/atau transplantasi organ. Seseorang yang menerima jaringan/ organ dari pendonor yang mempunyai riwayat kanker dalam hidupnya, berrisiko tertular kanker dari organ pendonor, dan akhirnya risiko menderita kanker dimasa depan menadi meningkat.

Kanker sendiri tidak menular, bakteri dan virus yang menyebabkan kanker lah yang bisa menular antar individu. Virus yang sering menyebabkan kanker adalah HPV (Human Pappiloma Virus), terdapat berbagai tipe virus HPV, namun yang diketahui sering menyebabkan kanker, tipe 16 dan HPV tipe 18. Sedangkan, untuk bakteri yang menyebabkan kanker, Helicobacter pylori yang bisa menular dan menyebabkan kanker perut.

Jadi, kanker tidak menular, tapi virus dan bakteri penyebab kanker bisa menular dari satu individu ke individu lainnya. 

Mitos: Jika di dalam keluarga terdapat penderita kanker, apakah saya juga akan menderita kanker?
Fakta: Penyebab utama kanker berasal dari mutasi gen, hanya sekitar 5 - 10 persen yang berasal dari faktor genetik (keturunan). Mutasi gen bisa terjadi pada seseorang karena faktor lingkungan, gaya hidup, dan faktor usia, persentase untuk kanker yang disebabkan oleh mutasi gen berkisar antara 90 -95 persen.

Mitos: Tidak ada seorang pun dalam keluarga menderita kanker, berarti saya tidak akan menrasakan kanker.
Fakta: Faktor genetik (keturunan) hanya menyumbang beberapa persen saja, paling banter hanya menyumbang 10 persen saja, penyebab yang paling dominan tumbuh dan berkembangnya kanker adalah mutasi gen. Mutasi gen bisa terjadi karena berbagai faktor seperti, lingkungan berpolusi, gaya hidup tidak sehat, sampai bertambahnya umur ikut andil dalam bermutasinya gen dalam tubuh.

Jadi, walapun anggota keluarga tidak satu pun yang pernah menderita kanker, anda tetap memiliki risiko jika salah satu faktor yang menyebabkan mutasi gen lekat dengan kehidupan anda.

Mitos: Ternyata, obat herbal bisa menyembuhkan kanker
Fakta: Obat herbal adalah obat-obat yang murni berasal dari alam dan tidak mengandung bahan campuran kimia sintetis. Bahan alam yang bisa digunakan bisa berasal dari tumbuhan maupun hewan, akan tetapi kebanyakan obat herbal berasal dari tumbuh-tumbuhan saja.

Menurut study, obat herbal kurang efektif mengobati kanker, akan tetapi dokter juga tidak melarang penggunaannya dalam pengobatan kanker karena obat herbal terbukti dapat mengurangi side effect yang ditimbulkan oleh pengobatan kanker seperti kemoterapi. Tetapi perlu digaris bawahi, obat herbal tertentu bahkan bisa menimbulkan bahaya bila dikombinasikan dengan kemoterapi ataupun terapi radiasi. Oleh karena itu, selalu konsultasikan penggunaan obat-obatan diluar resep dokter.

Mitos: Biopsi dan operasi kanker menyebabkan sel kanker cepat menyebar.
Fakta: Kemungkinan sel-sel kanker akan menyebar ke jaringan tubuh lain, selama proses biopsi dan operasi kanker tetap ada, walaupun itu kecil sekali. Dokter sangat berhati-hati sekali dan menggunakan metode khusus agar penyebaran sel-sel kanker saat proses biopsi dan operasi pengangkatan tumor bisa di minimalisir. Penggunaan alat yang steril dan penerapan metode operasi yang benar bisa meminimalkan penyebaran sel kanker ke jaringan lain.

Sources:
• National Cancer Institute. Common cancer myths and misconceptions. Accessed on Nov 24, 2015: http://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/myths
Mayoclinic. Cancer cause: Popular myths about causes cancer. Accessed on Nov 24, 2015: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-causes/art-20044714
Read More
Mitos dan fakta beberapa jenis penyakit kanker yang umum terjadi

Mitos dan fakta beberapa jenis penyakit kanker yang umum terjadi

Banyak sekali mitos-mitos tentang kanker yang beredar dan membingungkan, karena mitos-mitos tersebut seringkali bertolak belakang satu dengan yang lainnya, serta kebenaran informasi yang terkandung di dalamnya cukup meragukan. Tidak adanya sumber yang jelas, membuat informasi yang terkandung di dalam mitos tersebut, tidak bisa dikorfirmasikan langsung kepada narasumbernya. Terkadang malahan kita sebagai orang awam, merasa bingung akan informasi yang ada, apakah ini fakta atau hanya sekedar mitos kanker saja.

Banyaknya sumber informasi seperti media cetak, koran, majalah, media elektronik, televisi, radio, dan internet, membuat informasi yang datang menjadi semakin banyak dan beragam. Hal ini memiliki sisi positif sekaligus negatif. Negatifnya, bila informasi yang disampaikan ternyata bertentangan antara media-A dan media-B, membuat kita sebagai konsumen malah meng-acuh-kan kedua informasi yang disampaikan, padahal mungkin kedua informasi tersebut valid, namun karena telah dilakukan penelitian yang baru, membuat informasi yang tadinya merupakan fakta kanker menjadi mitos kanker karena telah terbantah kevalid-annya dan menjadi tidak relevan lagi.

Berikut beberapa mitos kanker dan fakta yang meluruskaaya, menurut sumber dan penelitian ter-anyar, serta dikelompokkan menurut jenis kanker:

Kanker payudara

Mitos #1: Kanker payudara hanya terjadi pada wanita saja.
Fakta: Payudara adalah organ tubuh yang terletak di bagian dada atau atas dada mammalia, termasuk manusia. Baik wanita atapun pria, sama memiliki payudara. Bedanya, pada pria, payudara tidak berkembang dan tidak menghasilkan susu. Namun, payudara wanita berkembang dan membesar setelah dimulainya masa menstruasi dan payudara wanita bisa memproduksi ASI, setelah wanita melahirkan seorang bayi.

Karena wanita dan pria sama-sama memiliki payudara, maka keduanya pun memiliki risiko dan bisa terkena kanker payudara. Namun,kanker payudara jarang sekali terjadi pada pria, presentasenya hanya 1 persen kanker payudara pada pria dan 99 persen kanker payudara terjadi pada wanita.

Mitos #2: Bra yang memiliki rangka kawat dapat menyebabkan kanker payudara.
Fakta: Beha dengan rangka kawat dapat mengganggu aliran saluran limfatik, sehingga racun akan menumpuk di area payudara, hal ini menyebabkan seseorang yang menggunakan bra dengan rangka kawat ber-risiko mengidap kanker payudara.

Akan tetapi teori diatas telah "kadaluarsa" oleh penelitian terbaru yang mengungkapkan bahwa penggunaan bra dan/atau pakaian dalam lainnya tidak memperbesar risiko seseorang terkena kanker payudara.

Mitos #3: Seseorang dengan payudara kecil, memiliki risiko yang lebih rendah mengidap kanker payudara.
Fakta: Tidak ada korelasi antara ukuran, kepadatan, dan volume payudara terhadap risiko seseorang terserang kanker payudara. Namun, seseorang yang memiliki ukuran, volume, dan kepadatan payudara yang besar, lebih sulit mendeteksi sel kanker di dalam payudaranya, dibandingkan seseorang yang memiliki ukuran payudarah kecil.

Mitos #4: Penggunaan mammograms secara rutin, dapat meningkatkan risiko terserang kanker payudara.
Fakta: Mammograms adalah sebuah alat yang digunakan untuk membantu memantau serta memeriksa jaringan payudara menggunakan X-ray dosis rendah. Mammograms bekerja dengan cara menghasilkan x-ray, lalu x-ray tersebut di lewatkan pada area payudara atau dada, kemudian bagian lain dari mammograms akan menangkap kembali sinar x-ray dan akhirnya tangkapan x-ray tersebut akan menghasilkan gambar.

Namun 10 persen kasus kanker payudara tidak bisa terdeteksi dengan mammograms, hal itu disebabkan oleh jaringan payudara (yang tebal) sehingga sel-sel kanker di dalamnya tidak bisa terlihat dan terdeteksi. Akan tetapi mammograms tetap terbukti mengurangi kematian karena kanker payudara, dengan cara mendeteksi sel-sel abnormal pada payudara sejak dini, sehingga perawatan dan pengobatan kanker payudara bisa dilakukan, walaupun sel-sel kanker yang tumbuh belum menimbulkan gejala.

Jadi, pengguna mammograms ada plus-minusnya, asalkan kita menggunakan secara bijak, mammograms bisa mendeteksi kanker payudara sejak dini tanpa efek radiasi yang justru memperburuk kondisi kesehatan.

Mitos #5: Deodoran merupakan salah satu penyebab kanker payudara.
Fakta: Antiprespirant atau disebut juga deodoran adalah sebuah benda yang mempunyai fungsi mencegah dan menyamarkan bau badan yang kurang sedap di area ketiak. Biasanya deodoran terbuat dari kombinasi antara alkohol dan bahan kimia yang memmiliki bau wangi dan sedap. Bahan penyusun deodoran inilah yang disangkut-pautkan dengan faktor risiko meningkatnya kanker payudara, karena bahan kimia yang terkandung dalam deodoran bisa masuk ke dalam tubuh dan memicu terjadi kanker payudara.

Namun, teori ini tidak terbukti setelah National Cancer Institute (NCI) melakukan penelitian dan tidak menemukan hubungan antara penggunaan deodoran dengan meningkatnya risiko seseorang terkena kanker payudara.

Kanker serviks

Mitos #1: Kanker serviks tidak bisa dicegah, karena pada tahap awal kanker serviks tidak menimbulkan gejala.
Fakta: Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di leher rahim wanita. Infeksi virus HPV, menjadi penyebab utama tumbuh dan berkembangnya kanker serviks. HPV merupakan virus yang menular melalui kulit ke kulit, seseorang akan tertular HPV dari pasangannya setelah berhubungan seks (Intercouse, Oral, atau sentuhan kulit tangan dan kulit kelamin). Tipe HPV 16 dan tipe 18, 70 persen menyebabkan kanker serviks.

Pencegahan infeksi HPV bisa drastis mengurangi risiko wanita menderita kanker serviks, infeksi HPV berkembang sangat lambat sampai menjadi kanker serviks, kira-kira waktu yang dibutuhkan antara 15 sampai 20 tahun. Sebelum menjadi kanker serviks, infeksi HPV terlebih dahulu menimbulkan lesi pra-kanker, jika pada tahap 'lesi pra-kanker' infeksi HPV bisa diketahui, pengobatan dan perawatan akan jauh lebih mudah dilakukan, sayangnya pada tahap ini 'lesi pra-kanker' infeksi yang terjadi tidak menimbulkan geala sama sekali. Untuk dapat mendeteksi lesi pra-kanker, seseorang harus rutin melakukan pap smear atau screening kanker serviks, sedangkan untuk mencegah terinfeksi HPV, seorang wanita harus melakukan vaksinasi HPV, Gardasil.

Jadi, kanker serviks bisa dicegah dengan deteksi dini dengan pap smear atau screening kanker serviks dan mencegah infeksi HPV dengan vaksinasi HPV (Gardasil).

Mitos #2: Jika saat screening kanker serviks terdapat infeksi HPV, itu tanda bahwa anda terserang kanker serviks.
Fakta: Virus HPV memiliki lebih dari 100 jenis, hanya tipe 16 dan tipe 18 yang diketahui 70 persen menyebab kanker serviks, sedangkan jenis yang lainnya hanya menyebabkan kutil di area kelamin yang tidak bersifat kanker. Dan tidak setiap infeksi HPV sudah menjadi kanker servik, dibutuhkan waktu yang cukup lama antara 15 sampai 20 tahun, proses infeksi HPV menjadi kanker serviks.

Jadi, jika saat screening kanker serviks terdapat infeksi HPV, itu BUKAN merupakan tanda adanya kanker serviks, akan tetapi ditemukan sel-sel serviks yang abnormal dan mungkin akan menjadi kanker serviks di masa yang akan datang, jika tidak dilakukan perawatan dan pengobatan.

Mitos #3: Kondom bisa mencegah 100 persen dari kanker serviks.
Fakta: Memang kondom bisa mengurangi penularan virus HPV, akan tetapi kondom tidak bisa 100 persen melindungi dari penularan virus HPV, karena kondom hanya bisa melindungi sebagian kulit kelamin, HPV bisa tumbuh dan berkembang di mana saja, sehingga sentuhan antar kulit yang tidak tertutupi oleh kondom, tetap bisa menularkan HPV kepada pasangan.

Mitos #4: Jika sudah melakukan vaksinasi HPV, tidak perlu lagi mengikuti pap smear.
Fakta: Vaksinasinasi HPV seperti gardasil hanya melindungi dari virus HPV tipe tertentu saja, sedangkan HPV memiliki lebih dari 100 jenis, dan ada tipe lain selain HPV tipe 16 dan tipe 18 yang menyebabkan kanker serviks. Sehingga kita tetap perlu melakukan pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi sel serviks abnormal yang berpotensi menyebabkan kanker serviks.

Mitos #5: Keluarga saya tidak ada yang mengidap kanker serviks, jadi saya tidak akan terserang kanker serviks.
Fakta: Faktor keturunan tidak berpengaruh banyak dalam kanker serviks, bahkan tidak berpengaruh sama sekali. Infeksi Human pappiloma virus (HPV) yang paling dominan menyebabkan kanker serviks, HPV menular saat berhubungan intim dengan pasangan, kontak langsung antara kulit kelamin dapat menyebabkan virus HPV bisa menginfeksi ke pasangan dan akhirnya menyebabkan kanker serviks.

Kanker prostat

Mitos #1: Hanya seseorang yang sudah "tua" yang dapat terserang kanker prostat.
Fakta: Kebanyakan kanker prostat terjadi pada pria dengan usia lebih dari 50 tahun, akan tetapi karena perkembangannya yang lambat serta tidak menimbulkan gejala sama sekali pada tahap awal menyebabkan kanker prostat umumnya baru terdiagnosa pada usia antara 70 - 74 tahun. Dengan kata lain, kanker prostat sangat jarang terjadi pada pria dengan usia di bawah 50 tahun.

Jadi, kanker prostat umumnya "baru" tumbuh dan berkembang pada pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan pria dengan usia yang lebih muda dapat terdiagnosa kanker prostat, jika kanker prostat yang "menghinggapi" termasuk kanker prostat ganas yang pertumbuhan dan perkembangannya cepat.

Mitos #2: Kanker prostat merupakan penyakit menular.
Fakta: Kanker prostat merupakan penyakit kanker yang terjadi karena mutasi genetik, perubahan gen yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh bawaan dari lahir (keturunan), akan tetapi lingkungan dan gaya hidup seseorang bahkan lebih dominan mempengaruhi perubahan gen seseorang.

Jadi, kanker prostat bukan disebabkan oleh virus atau bakteri yang bisa menyebar, sehingga kanker prostat BUKAN merupakan penyakit menular.

Mitos #3: Semua kanker prostate harus diobati sampai tuntas.
Fakta: Umumnya kanker prostat tumbuh dan berkembang sangat lambat serta tidak memunculkan gejala pada tahap awal, bahkan tidak menimbulkan gangguan kesehatan apapun, walaupun pada prostat seorang pria terdapat sel-sel kanker prostat.

Karena semua fakta ini, kanker prostat bisa diabaikan pengobatannya, namun hanya dipantau berkembangannya, jika anda terlalu "berumur" dan berrisiko tinggi jika dilakukan pengobatan kanker prostat atapun jika anda mempunyai penyakit lain yang tidak mungkin dilakukan pengobatan kanker.

Mitos #4: Onani dapat meningkat risiko terserang kanker prostat.
Fakta: Sering ejakulasi dan melakukan aktivitas seksual dapat meningkat risiko kanker prostat mungkin hanyalah mitos saja, sebab dalam penelitian yang lainnya, justru seseorang yang lebih sering ejakulasi memilki risiko yang lebih rendah terserang kanker prostat.

Mitos #5: Kanker prostat akan membunuh setiap penderitanya.
Fakta: Tidak semua kanker prostat tumbuh dan berkembang dengan cepat, akan tetapi jenis kanker kebanyakan tumbuh dan berkembang sangat lambat. Bahkan, seseorang tidak mengalami gangguan kesehatan apapun walaupun di dalam prostatnya terdapat sel-sel kanker prostat.

Memang beberapa pasien kanker prostat akhirnya meninggal dunia, akan tetapi mereka meninggal bukan seratus persen disebabkan oleh kanker prostat, kebanyakan kanker prostat baru terdeteksi pada usia diatas 50 tahun, dan yang menyebabkan seorang pasien kanker meninggal bukan karena kanker prostatnya, karena faktor usia dan penyakit lain yang dideritalah yang lebih dominan yang menyebabkan seorang pasien kanker prostat meninggal dunia.

Kanker darah

Mitos #1: Leukemia adalah satu-satunya kanker darah pada manusia.
Fakta: Kanker darah adalah jenis kanker yang tumbuh dan berkembang pada darah dan sumsum tulang belakang. Sedangkan leukemia lebih spesifik yaitu kanker yang terjadi pada darah dan sumsum tulang belakang, yang umumnya menyerang atau terjadi kelainan pada darah putih atau leukosit. Leukemia sendiri merupakan gabungan dari dua kata bahasa yunani, leukos "putih" dan aima "darah".

Sebenarnya ada tiga macam kanker darah, pertama, leukemia yang mengganggu kinerja sel darah putih, kedua, lymphoma, yaitu jenis kanker darah yang menyerang sistem limfatik dan yang ketiga, myeloma adalah jenis kanker darah yang berpengaruh buruk pada sel plasma dalam darah.

Mitos #2: Kanker darah hanya bisa diderita oleh orang yang sudah dewasa.
Fakta: Kanker darah merupakan jenis kanker yang tidak mengenal usia, terutama leukemia dari anak-anak remaja, sampai dewasa bahkan lanjut usia semua berisiko menderita kanker darah (leukemia).

Kanker otak

Mitos #1: Kanker otak dan tumor otak adalah dua hal yang berbeda.
Fakta: Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali sehingga akan mengganggu sel dan jaringan didekatnya dan kanker mempunyai kemungkinan besar untuk menyebar ke jaringan tubuh lainya. Sedangkan, tumor adalah pertumbuhan dan perkembangan sel yang melebihi batas normal dan tidak terkendali dan tidak menyebar ke jaringan tubuh lainnya.

Tumor dan kanker sebenarnya dua hal yang berbeda, akan tetapi para ahli medis lebih sering menggunakan istilah "tumor otak" ketimbang "kanker otak" karena gejala dan tanda yang muncul sekilas sama.

Mitos #2: Radiasi ponsel dapat memicu tumbuhnya kanker otak.
Fakta: Ponsel/ telepon genggam merupakan perangkat radio bertenaga kecil yang mengirim dan menerima radiasi gelombang radio. Dalam penggunaannya, ponsel sangat sering digunakan sehari-hari dan bisanya kita menggunakannya sangat dekat dengan otak, ketika kita menerima panggilan telepon.

Radiasi seperti x-ray ataupun sinar gamma diketahui menyebabkan kanker, mutasi genetik, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi semua radiasi itu akan berbahaya apabila memilki frekuensi cukup tinggi, tapi, pada ponsel radiasi atau gelombang yang digunakan hanyalah memiliki frekuensi yang rendah, antara 450 - 2.700 MHz.

Jadi, ponsel tidak sepenuhnya dapat memicu kanker, jika dalam penggunaannya kita menggunakannya secara wajar. Peleliti belom bisa menemukan bukti yang pasti tentang hubungan risiko kanker otak dan ponsel.

Mitos #3: Semua tumor otak memiliki gejala dan tanda yang sama.
Fakta: Setiap orang yang terdiagnosa kanker otak (tumor otak) memiliki gejala yang berbeda-beda, gejalanya pun terkadang timbul sangat parah pada orang tertentu, tapi tidak timbul gejala samasekali pada orang lain. Gejala yang umum terjadi pada pasien kanker otak antara lain, pusing, mual dan muntah, penglihatan menjadi blur dan/atau ganda, gangguan pendengaran, kelemahan otot (lumpuh), gangguan keseimbangan, dan lainnya tergantung letak dan jenis tumor yang berkembang.

Mitos #4: Kanker otak adalah jenis kanker yang jarang terjadi.
Fakta: Kanker otak menjadi jenis kanker terbanyak menyebabkan kematian pada anak-anak dibawah usia 20 tahun, dan nomor ketiga penyebab kematian akibat kanker pada dewasa antara 20-39 tahun.

Mitos #5: Pewarna rambut menyebabkan kanker otak.
Fakta: Memang pewarna rambut mengandung zat kimia karsinogenik yang memicu terjadinya kanker, akan tetapi hal ini tidak berefek langsung terhadap risiko terserang kanker otak dan para peneliti belum menemukan bukti yang valid tentang hubungan antara pewarna rambut dan kanker otak.

Sources:
Kanker payudara
• http://www.vemale.com/topik/kanker-payudara/mitos-seputar-kanker-payudara/
• http://meetdoctor.com/mobile/article/mitos-dan-fakta-kanker-payudara
Kanker serviks
• http://www.cancer.med.umich.edu/news/cervical_myths07.shtml
• http://www.alodokter.com/mitos-seputar-kanker-serviks
Kanker prostat
• http://prostatecanceruk.org/about-us/news-and-views/2014/10/the-manual-busting-prostate-cancer-myths#
• http://www.webmd.com/prostate-cancer/prostate-cancer-myths-facts
Kanker darah 
• http://www.alodokter.com/kanker-darah
Kanker otak
• http://www.braintumour.ca/4551/myths-about-brain-tumours
• https://www.cancerwa.asn.au/resources/cancermyths/mobile-phones-myth/
Read More
Human Pappiloma Virus (HPV) sebagai penyebab utama kanker serviks

Human Pappiloma Virus (HPV) sebagai penyebab utama kanker serviks

Menurut WHO, organisasi kesehatan dunia, kanker serviks setiap tahunnya menyebabkan kematian sekitar 270.000 jiwa. Pada tahun 2012 saja, terdapat sekitar 530.000 kasus baru kanker serviks dan angka tersebut merupakan 7,5% dari semua kanker yang terjadi pada wanita.

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang hanya terjadi pada wanita, kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada organ leher rahim wanita, antara rahim dan vagina terdapat saluran, ya itulah yang dinamakan leher rahim bisa disebut juga serviks. Jadi, leher rahim merupakan saluran penghubung antara rahim dan vagina, fungsi leher rahim adalah sebagai jalan masuk ke dalam rahim dari vagina atau dari arah luar.

Kanker serviks 99,7 % disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) dan sangat jarang sekali kanker serviks yang terjadi karena sebab lain, termasuk keturunan dari orang tua (genetis). Oleh karena itu HPV dinobatkan sebagai penyebab utama kanker serviks, HPV merupakan virus yang umum menginfeksi saluran reproduksi, baik pria maupun wanita semuanya dapat terinfeksi HPV, biasanya virus ini menyebabkan kutil kelamin, bila area yang terinfeksi di sekitar kelamin. Selain itu, HPV juga bisa menyebabkan kutil di area lain seperti kaki, tangan, dan organ tubuh lainnya.

HPV sebagai penyebab utama kanker serviks

Human Pappilomavirus atau HPV adalah jenis virus yang berhubungan langsung dengan infeksi kelamin yang disebabkan oleh virus, jika seseorang aktif secara seksual, berada di usia produktif, dan memiliki pasangan, infeksi HPV sangat rentan sekali terjadi. Pasalnya, infeksi HPV bisa terjadi melalui kontak langsung kulit dengan kulit. Seseorang yang aktif secara seksual biasanya terinfeksi HPV setelah berhubungan dengan pasangan, kontak langsung kulit kelamin dengan pasangan menyebabkan virus HPV bisa bertransmisi ke tubuh kita, kemudian meng-infeksi.

Sangat banyak sekali tipe virus HPV, namun tidak semua virus HPV menyebabkan kanker serviks, hanya HPV tipe 16 dan 18 yang diketahui sangat sering menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan HPV tidak menyebabkan kanker serviks, tipe HPV ini biasanya hanya menyebabkan kutil kelamin.

Gejala infeksi HPV

Pada tahap awal, infeksi HPV tidak menimbulkan gejala sama sekali. Infeksi HPV akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menangkal virus HPV, dan mencegah HPV meng-infeksi tubuh lebih lanjut, hal ini menyebabkan gejala yang akan ditimbulkan oleh infeksi HPV bisa diatasi oleh tubuh. Biasanya infeksi HPV akan menghilang sendiri tanpa dilakukan treatmen khusus dalam beberapa minggu saja dan akan sembuh 90% dari infeksi HPV sekitar dua tahun setelah pertama kali terinfeksi HPV.

Akan tetapi, bila yang melakukan infeksi adalah HPV tipe 16 dan/atau tipe 18 yang beraffiliasi langsung menyebabkan kanker serviks, maka kekebalan tubuh tidak mampu menangkalnya, dan HPV tipe 16 dan 18 akan menyebabkan lesi prakanker, bila lesi yang terjadi tidak diatasi dengan tepat dan benar, lesi ini memiliki potensi menjadi kanker serviks di masa depan.

Walaupun HPV tipe 16 dan tipe 18 menimbulkan lesi, namun lesi-lesi tersebut tidak "mengeluarkan" gejala sama sekali pada tahap awal, infeksi HPV baru akan menimbulkan gejala, bila telah mencapai tahap lanjut. Proses perkembangan infeksi HPV dari tahap awal sampai tahap lanjut memerlukan waktu yang cukup lama antara 15 sampai 20 tahun, seharusnya kita bisa melakukan tindakan preventif agar infeksi HPV tidak berkembang menjadi kanker serviks,  dengan rutin melakukan sreening kanker serviks setidaknya satu tahun sekali.

Namun apabila infeksi HPV sudah mencapai tahap lanjut, infeksi tersebut baru akan menimbulkan gejala, biasanya gejala yang timbul apabila infeksi HPV telah mencapai tahap lanjut antara lain:

1. Pendarahan di luar masa menstruasi atau setelah masa menopause, dan keluarnya darah setelah berhubungan intim dengan pasangan.
2. Terasa nyeri di tubuh terutama pada kaki, punggung, dan pinggul.
3. Pusing di kepala, penurunan berat badan tanpa sebab yang pasti, dan menurunya nafsu makan.
4. Salah satu kaki tiba bengkak tanpa sebab.
5. Tidak nyaman pada area vagina dan keputihan yang abnormal.

Risiko infeksi HPV

Sebagian infeksi HPV tidak menimbulkan masalah yang berarti, karena banyak infeksi yang terjadi bisa menghilang dan sembuh dengan sendirinya, termasuk lesi prakanker yang disebabkan oleh hpv tipe 16 dan 18. Oleh karena itu, kita selalu menjalankan pola hidup sehat, olahraga teratur, dan hindari rokok maupun alkohol, supaya kekebalan tubuh selalu prima dan sanggup memberantas dan melindungi tubuh kita dari infeksi virus maupun bakteri.

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko terinfeksi HPV antara lain:

1. Berhubungan seksual terlalu dini. Virus HPV menyebar salah satunya melalui kontak langsung kulit dengan kulit, jika anda melakukan hubungan seksual pada usia dini, risiko anda tertular infeksi HPV dari pasangan akan meningkat dua kali lebih besar.

2. Sering berganti pasangan. HPV tidak hanya menginfeksi wanita saja, akan tetapi HPV bisa menginfeksi emua gender. Dengan terlalu sering berganti pasangan, kemungkinan anda berhubungan seksual dengan pasangan penderita infeksi HPV  menjadi semakin besar.

3. Kebersihan organ intim. Lingkungan yang lembab adalah tempat yang nyaman bagi bakteri maupun virus, jika anda kurang memperhatikan kebersihan organ intim, sekitar organ dan dalam organ intim akan semakin lembab serta akan mempersubur perkembangan virus dan bakteri. Sehingga risiko terinfeksi HPV akan semakin besar.

4. Usia. Seseorang yang berumur lebih dari 40 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi terinfeksi HPV, kekebalan tubuh yang semakin menurun serta ketidak-stabilan hormon menjelang menopause menadi sebab mengapa seseorang berumur lebih dari sama dengan 40 tahun sangat rentan terhadap kanker serviks dan terinfeksi HPV.

5. Lemahnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HPV bisa saja hilang dan sembuh dengan sendirinya karena perlawanan kekebalan tubuh kita, jika sistem kekebalan tubuh lemah maka infeksi HPV menjadi tidak bisa teratasi. Penyebab lemahnya sistem kekebalan tubuh diantara bisa disebabkan oleh menidap HIV/AIDS, sedang menjalankan kemoterapi, dan sakit

Pencegahan infeksi HPV

Hidup sehat dan rajin berolahraga adalah hal yang paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit yang akan menyerang tubuh, begitu juga dalam pencegahan infeksi HPV, dengan gaya hidup sehat dan tidak berganti-ganti pasangan, akan menurunkan risiko seseorang untuk terinfeksi HPV.

Selain itu, ada satu cara khusus untuk mencegah infeksi HPV yaitu vaksinasi HPV. Vaksinasi ini berguna untuk melindungi dan melawan infeksi HPV, terutama HPV tipe 16 dan tipe 18 yang diketahui 70% menyebabkan kanker serviks.Vaksinasi yang berguna mencegah infeksi HPV salah satunya adalah Gardasil. Gardasil adalah jenis vaksin HPV yang sanggup melawan empat tipe HPV, diantaranya HPV tipe 16 dan tipe 18.

Vaksinasi HPV tidak hanya di berikan kepada wanita, akan tetapi vaksin ini juga di peruntukkan kepada laki-laki. Memang HPV sangat erat kaitannya dengan kanker serviks pada wanita, namun HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks tapi HPV juga menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, kanker penis, dan kanker vulva pada wanita. Oleh karena itu vaksin HPV diberikan kepada laki-laki maupun perempuan.

References:
• http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs380/en/
• http://www.alodokter.com/hpv
Read More
Pencegahan kanker serviks dengan pap smear (Cervical cancer screening)

Pencegahan kanker serviks dengan pap smear (Cervical cancer screening)

Kanker serviks adalah jenis kanker nomor dua yang paling banyak menyerang wanita setelah kanker payudara, kanker serviks terjadi di saluran leher rahim wanita atau bisa juga disebut serviks, letak serviks adalah berada diantara vagina dan rahim, lebih tepatnya serviks adalah saluran yang menghubungkan antara vagina dan rahim, kegunaan saluran ini sebagai jalan masuk ke rahim dari arah luar tubuh.

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang sangat berbahaya, tapi sangat mudah untuk dicegah. Penyebab utama kanker serviks adalah human pappiloma virus (HPV), virus ini umumnya menyerang kelamin pria maupun wanita, butuh waktu yang cukup lama untuk HPV dari pertama menginfeksi sampai menjadi kanker serviks.

Sekilas tentang kanker serviks

Menurut data WHO, setiap tahunnya terdapat 490.000 kasus baru kanker seviks, dan sebagian dari jumlah tersebut sekitar 270.000 dinyatakan meninggal dunia karena kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi di leher rahim, jenis kanker ini dominan disebabkan oleh virus HPV, dan jarang sekali kasus kanker serviks yang di sebabkan oleh faktor keturunan.

Virus HPV sebagai penyebab utama kanker serviks, HPV merupakan virus yang sangat umum di dunia, virus ini umumnya menginfeksi kelamin wanita maupun pria, seseorang bisa saja terinfeksi lebih dari satu kali dalam hidupnya. Human pappiloma virus (HPV) memiliki lebih dari 100 tipe, namun hanya beberapa tipe saja yang menyebabkan kanker serviks, tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan tipe 18, persentase kanker serviks yang disebabkan oleh kedua tipe HPV ini sekitar 70%.

Gejala kanker serviks yang umumnya terjadi, tidak terjadi gejala apapun pada kanker serviks tahap awal. Kanker serviks baru menunjukan gejala ketika kanker serviks sudah mencapai stadium lanjut, umumnya gejala yang timbul antara lain, keluarnya darah ketika berhubungan dengan pasangan, keputihan abnormal, pendarahan di luar fase menstruasi dan sesudah menopause.

Pencegahan kanker serviks

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, kata-kata ini sangat sering kita dengar, bahkan anda mungkin pernah mengatakannya? Tapi pencegahan kanker serviks tidak hanya lebih baik, akan tetapi pencegahan kanker serviks juga lebih mudah dari pada mengobati pasien kanker serviks.

Pencegahan kanker yang paling efektif adalah dengan menjalankan hidup sehat serta menjauhi faktor resiko yang menjadi pemicu terjadinya kanker. Pada kanker serviks sendiri, yang menjadi penyebab utama terjadinya kanker serviks adalah infeksi virus HPV, maka pencegahan yang paling efektif untuk menghindari kanker serviks dengan jalan memperkecil kemungkinan terinfeksi HPV dengan tidak berganti-ganti pasangan, menjaga kebersihan organ intim, dan menggunakan kondom agar kontak langsung kulit kelamin bisa diminimalisir.

Lantas, bagaimana cara mengetahui infeksi HPV? Pada tahap awal infeksi HPV tidak menimbulkan gejala sama sekali, untuk mengetahui ada tidaknya infeksi HPV dalam organ reproduksi perempuan, dunia kesehatan menggunakan metode screening, screening kanker adalah mendeteksi sebuah kanker sebelum kanker itu menunjukkan gejala, untuk kanker serviks sendiri screening yang populer dilakukan adalah pap smear.

Apa itu pap smear? Dalam pencegahan kanker serviks wanita harus rutin melakukan pap smear setidaknya satu tahun sekali. Pap smear adalah pemeriksaan sel-sel serviks dengan bantuan mikroskop atau alat sejenis. Tujuan dilakukannnya pap smear adalahh mengetahui bagaimana bentuk sel-sel di bagian serviks, apakah ada sel-sel serviks yang abnormal yang bisa menjadi kanker serviks.

Sebenarnya terdapat cara lain screening kanker serviks antara lain, dengan inspeksi asam asetat (IVA) langsung ke area serviks, tes HPV atau HPV DNA genotiping, dan pap smear baik dengan pap smear konvensional ataupun pap smear berbasis cairan.

References:
• https://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_leher_rahim
• http://www.republika.co.id/berita/humaira/sana-sini/14/05/07/n56lq3-tiga-cara-skrining-kanker-serviks
Read More
Jenis kanker yang sering terjadi pada lansia (Lanjut usia)

Jenis kanker yang sering terjadi pada lansia (Lanjut usia)

Pada usia lanjut seseorang lebih rentan terkena penyakit kanker dan juga penyakit lainnya, hal ini disebabkan karena pada usia lanjut metabolisme tubuh cenderung menurun yang berakibat turunnya kekebalan tubuh yang berperan aktif melawan bibit penyakit yang tanpa sengaja ataupun diam-diam masuk kedalam tubuh. Selain faktor fisik, faktor psikologi lansia juga ikut mempengaruhi rentannya lansia terjangkit kanker, pada lansia emosi cenderung meledak-ledak tak terkontrol akibat tidak stabilnya hormon karena menopause.

Selain itu, pada usia lanjut resiko penyakit kanker akan meningkat karena kanker tumbuh dan berkembang memerlukan waktu yang cukup lama dan seseorang akan sadar bahwa penyakit kanker tumbuh dan bekembang dalam tubuhnya ketika penyakit kanker tersebut telah menimbulkan gejala, dan itu terjadi di usia-usia lanjut karena sebagian kanker tidak menimbulkan gejala sama sekali di stadium awal dan baru memunculkan gejala pada stadium lanjut bahkan stadium akhir.

Berikut beberapa jenis kanker yang umum diderita oleh lansia, yang mungkin bisa dicegah bila kita menerapkan hidup sehat dan olahraga teratur sejak muda. Minimal, bila kita teratur menjalankan pola hidup sehat sejak dini, apabila di usia lanjut terdiagnosa kanker, tubuh akan lebih siap dan recovery setelah treatment kanker menjadi lebih mudah dan cepat.

Jenis - jenis kanker yang sering terjadi pada usia lanjut

Kanker pada manula cukup beragam, rata-rata kanker justru menyerang kalangan manula karena selain metabolisme tubuh yang turun dan faktor kekebalan tubuh, faktor gaya hidup serta lingkungan berperan serta mempengaruhi terjadinya kanker pada manula, apabila seseorang pada saat muda gaya hidupnya buruk seperti merokok, kelebihan berat badan, kurang olahraga, dan sebagainya, menyebabkan faktor resiko seseorang terkena kanker menjadi meningkat.

Faktor resiko terjadinya kanker pada seseorang terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal, mutasi gen, pola hidup, aktivitas fisik, lingkungan tempat tinggal sampai infeksi virus tertentu merupakan faktor resiko yang umum terjadi di masyarakat.

Gejala yang timbul pun sangat bervariasi, umumnya kanker lansia ataupun kanker yang terjadi di usia dini dan kanker dewasa, menyebab mual, muntah, pusing, dan segian kanker menimbul benjolan yang terlihat oleh mata maupun bersembunyi di balik lapisan kulit dan daging.

Pada umumnya jenis kanker berikut sangat sering ditemukan pada seorang lansia, walaupun hampir semua jenis kanker rentan menyerang lansia dan golongan umur lainnya, jika faktor resiko dan gaya hidup seseorang memang bersinggungan langsung dengan penyakit kanker.

1. Kanker payudara. Jenis kanker ini sangat sering ditemukan pada lansia, namun jarang ditemukan pada seseorang berumur di bawah 30 tahun. Kanker payudara adalah jenis kanker nomor dua yang paling banyak menyebabkan kematian pada wanita, setelah kanker paru-paru.

Kanker payudara bisa menyerang wanita maupun pria, setiap tahun terdapat 2.300 kasus baru kanker payudara pada pria dan 230.000 kasus baru setiap tahunnya kanker payudara pada wanita.

Gejala yang sering ditimbulkan oleh kanker payudara antara lain, terdapat benjolan disekitar payudara, kulit pembungkus payudara kemerah-merahan dan berkerut, keluar cairan asing (bukan ASI) dari puting payudara, dan payudaran berubah bentuk menjadi tak proporsional.

2. Kanker serviks. Sebenarnya kanker serviks bisa dideteksi dengan mudah dengan rajin melakukan screening kanker serviks, pap smear. Kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang di saluran leher rahim wanita (serviks).

Pada umumnya kanker serviks disebabkan oleh Human Pappiloma Virus (HPV), perkembangan virus HPV sampai menjadi kanker serviks cukup lambat, berkisar antara 10-20 tahun, oleh karena itu kanker serviks cukup sering ditemukan pada wanita yang lanjut usia.

Kanker serviks tidak menyebabkan gejala apapun pada tahap awal, gejala kanker serviks baru timbul, ketika sudah memasuki stadium lanjut, adapun gejala kanker serviks yang sering timbul, pendarahan ketika berhubungan intim, nyeri pinggul, pendarahan diluar fase menstruasi atau setelah menopause, keputihan abnormal, dan nyeri kelamin.

3. Kanker prostat. Kebanyakan kanker prostat tumbuh secara lambat dan tidak menyebar, bisa saja pria yang terlihat sehat dan bugar, berkembang sel-sel prostat dalam tubuhnya karena pada tahap awal kanker prostat tidak memiliki gejala sama sekali, bahkan sel-sel kanker prostat bisa nonaktif selama bertahun-tahun di dalam tubuh pria, tanpa menimbulkan gejala sedikit pun.

Karena prostat adalah termasuk ke dalam alat reproduksi pria, gejala yang timbul karena kanker prostat tidak jauh-jauh dari situ seperti disfungsi ereksi, sulit buang air kecil, nyeri ketika buang air kecil, dan urine pasien kanker prostat biasanya bercampur bercak darah dan sperma.

4. Kanker kolon dan rektum. Umumnya jenis kanker ini terjadi pada seorang lansia, tetapi semua golongan umur tetap memiliki resiko untuk terserang kanker kolon. Kanker kolon adalah jenis kanker yang terjadi pada usus besar. Sedangkan kanker rektum adalah kanker yang menyerang saluran paling akhir dari usus besar (rektum).

Awal kanker kolon dan kanker rektum hanya berupa polip, apabila polip ini tidak teratasi dan terus berkembang, lama-kelamaan polip-polip yang bersarang di usus besar akan menjadi kanker yang ganas dan bisa menyebar ke organ tubuh lain melalui saluran darah dan kelenjar getah bening.

Gejala yang timbul akibat kanker kolon dan kanker rektum antara lain, terdapat bercak darah pada feses, diarea dan/atau sembelit, tidak bisa buang air besar secara tuntas, dan terasa tidak nyaman pada perut.

5. Kanker paru-paru. Jenis kanker ini merupakan kanker pembunuh nomor satu, baik pada pria maupun pada wanita. Perokok aktif merupakan seseorang yang memiliki resiko paling tinggi terserang kanker paru-paru, semakin lama seseorang merokok, semakin banyak pula rokok yang dihabiskan, semakin besar pula resiko seseorang terserang kanker paru-paru.

Gejala yang timbul karena kanker paru-paru adalah bantuk menahun atau batuk yang tidak kunjung sembuh, batuk disertai bercak darah, sesak nafas, nyeri dada, dan gejala kanker umum seperti mual, muntah, kepala pusing, dan menurunnya berat badan.

6. Kanker kulit. Biasanya kulit yang mengalami kanker kulit adalah kulit yang langsung terpapar oleh sinar matahari, terdapat tiga jenis tipe dari kanker kulit, pertama melanoma, kedua basal cell carcinoma, dan squa cell carcinoma.

Umumnya gejala yang timbul karena kanker kulit adalah perubahan pada ukuran, warna, bentuk, dan teksture pada tahi lalat atau kulit tumbuh lainya.

Reference:
•Mayo Clinic
•American Cancer Society
Read More
Kanker payudara pada pria atau male breast cancer

Kanker payudara pada pria atau male breast cancer

Menurut data The American Cancer Society, kanker payudara pada pria terdiagnosa sebanyak 1990 kasus baru setiap tahunnya, dari semua kasus kanker payudara pada pria ini, 480 kasus kanker payudara pada pria menyebabkan kematian. WHO, organisasi kesehatan dunia, memperkirakan pada tahun 2030, dua puluh persen pria akan menderita kanker payudara sebelum berumur 75 tahun, dan 16% akan meninggal karena kanker payudara pada pria. Resiko pria mengalami kanker payudara adalah satu banding seribu. Dan kurang dari satu persen kanker payudara terjadi pada pria.

Bagaimana kanker payudara terjadi pada pria? Pria tidak mempunyai payudara seperti wanita, akan tetapi pria maupun wanita sama-sama memiliki jaringan payudara, bedanya pada pria jaringan payudara tidak berkembang, sedangkan pada wanita jaringan payudara akan berkembang dan membesar, setelah wanita yang bersangkutan mengalami masa pubertas.

Male breast cancer atau Kanker payudara pada pria

Kanker payudara adalah penyakit yang sangat jarang dialami oleh pria, dari seribu kasus kanker payudara yang terjadi, hanya satu diantaranya yang terjadi pada pria, sisanya terjadi pada wanita karena jaringan payudara wanita lebih aktif ketimbang pria.

Gejala yang timbul pada pasien kanker payudara pria sangat beragam, umumnya terdapat benjolan di sekitar puting, namun biasanya tanpa disertai rasa sakit. Gejala lainnya pada pasien kanker payudara pria adalah berubahnya kulit yang membungkus payudara menjadi berkerut, kemerahan, dan bersisik, ada juga yang gejalanya keluar cairan dari puting, puting payudara masuk ke dalam, benjolan di puting, kemerahan dan bersisik di puting payudara.

Penyebab pasti timbulnya kanker payudara belum diketahui, tapi para ahli memperkirakan kanker payudara terjadi karena pembelahan sel-sel payudara lebih cepat dari normalnya, dan akhirnya menyebar bermetastasi ke jaringan di dekatnya melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening.

Faktor-faktor risiko kanker payudara pada pria

Faktor risiko bukan merupakan patokan pasti seorang pria akan mengalami kanker payudara, dalam beberapa kasus seseorang tetap menderita kanker payudara walaupun tidak terdapat faktor risiko yang terdeteksi dalam dirinya, sebaliknya ada juga seseorang yang terdeteksi beberapa faktor risiko kanker payudara "bersarang" dalam tubuhnya, akan tetapi ia baik-baik saja dan sehat-sehat saja, tidak timbul sedikit pun gejala maupun penyakit kanker payudara.

Lalu, mengapa kita harus mengetahui faktor risiko kanker payudara pada pria? Dengan mengetahui faktor risiko setidaknya kita bisa lebih waspada dan berhati-hati, kalau bisa menjauhi faktor risiko agar kita tidak takut,  dan dihantui oleh penyakit kanker payudara pada pria. Diantara banyak faktor risiko kanker payudara pada pria, berikut beberapa faktor risiko kanker payudara pada pria:

1. Usia. Semakin "berumur" seorang pria, risiko untuk terkena kanker payudara semakin tinggi karena risiko kanker payudara pada pria meningkat seiring dengan umur. Rata-rata seorang pria menderita penyakit kanker payudara berada pada kisaran umur 68 - 71 tahun.

2. Hormon esterogen. Jika seorang pria menggunakan hormon esterogen sebagai obat, seperti menggunakan hormon estrogen untuk prosedur ganti kelamin atau sebagai terapi hormon untuk penyakit kanker prostat, maka risiko anda untuk menderita kanker payudara pada pria meningkat.

3. Keturunan. Salah satu keluarga anda menderita kanker payudara? Keturunan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatnya risiko kanker payudara pada pria, jika keluarga dekat anda baik pria maupun wanita ada yang menderita kanker payudara, risiko anda mengidap kanker payudara di masa depan akan menjadi dua kali lebih besar.

4. Klinefelter's syndrome. Sindrom klinefelter merupakan sebuah genetik sindrom, klinefelter's syndrom adalah genetik sindrom yang terjadi ketika seorang anak laki-laki terlahir dengan lebih dari satu copi kromosom X. Klinefelter's syndrome menyebabkan anak laki-laki mengalami kelainan pertumbuhan testis, sindrom klinefelter berefek pada sedikitnya produksi hormon androgen dan memproduksi banyak hormon esterogen. Sindrom klinefelter meningkat risiko seorang laki-laki menderita kanker payudara pada pria.

5. Penyakit liver. Jenis penyakit liver, sirosis hati (Cirrhosis of the liver) menyebabkan menurunnya produksi hormon laki-laki (Androgen) dan meningkatkan produksi hormon wanita (Esterogen). Hal ini menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara pada pria.

6. Obesitas. Kelebihan berat badan menimbulkan tubuh menjadi berlemak, sel-sel lemak mengubah hormon androgen menjadi hormon esterogen. Hormon esterogen memicu peningkatan risiko pria menderita penyakit kanker payudara.

7. Radiasi. Pada kondisi tertentu anda mungkin berinteraksi langsung dengan radiasi, seperti anda melakukan terapi radiasi atau radioterapi di bagian dada, radiasi yang terpapar langsung ke daerah dada meningkatkan risiko menderita kanker payudara dan menyebab kanker payudara pada pria di kemudian hari.

8. Testis. Penderita radang testis (Orchitis) maupun operasi untuk mengangkatan testis (Orchiectomy) menyebabkan produksi hormon androgen menurun dan meningkatkan hormon estrogen. Hormon esterogen merupakan pemicu kanker yang baik termasuk meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

9. Gen BRCA. Perubahan gen BRCA1 dan gen BRCA2 merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara pada pria. Seseorang disebut sebagai "Carrier BRCA" atau "Pembawa gen mutan BRCA" apabila mereka mewarisi satu gen BRCA rusak dari salah satu orang tua, dan mewarisi gen BRCA sehat dari orang tua yang lain. Mutasi gen BRCA menyebabkan kanker payudara dan kanker ovarium, sekaligus meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

10. Alkohol. Mengkomsumsi alkohol secara tidak langsung meningkatkan kadar esterogen di dalam tubuh, alkohol juga menghasilkan zat karsinogen dalam tubuh, zat karsinogen ini menyebabkan mutasi gen dan perubahan struktur DNA. Hal ini yang menjadi penyebab alkohol bisa meningkatkan resiko kanker payudara pada pria.

Reference:
•Wikipedia.org/wiki/Male_breast_cancer
•The American Cancer Society
•Mayo Clinic
Read More
Kanker darah Leukemia pada anak, bagaimana cara mengenalinya?

Kanker darah Leukemia pada anak, bagaimana cara mengenalinya?

Kanker darah atau leukemia adalah jenis kanker yang terjadi di dalam darah, lebih tepatnya kanker yang terjadi di jaringan pembentuk darah, yaitu sumsum tulang dan sistem limfatik. Leukemia, nama lain dari kanker darah adalah kanker yang sangat sering terjadi pada anak, persentasenya 30 persen dari keseluruhan kanker anak, selain leukemia kanker yang sering terjadi pada anak adalah kanker retina mata, kanker ginjal, kanker syaraf, kanker kelenjar getah bening dan kanker tulang.

Pada anak, leukemia tidak hanya berbahaya dan mengancam nyawa tetapi juga menyebabkan tekanan emosional, depresi, dan stres. Tidak hanya itu saja, leukemia pada anak juga mengakibatkan orang tua yang merawat si anak ikut mengalami depresi dan stress dan berujung pada melemahnya sistem imut tubuh, tidak nafsu makan dan sakit. Hal ini dikuatkan dengan hasil studi yang intinya menyatakan bahwa 3% orang tua akan sakit parah, karena terlalu memikirkan anaknya yang sakit parah.

Mengenal leukemia pada anak

Leukemia merupakan penyakit kelainan darah, dimana sel-sel darah putih mendominasi dalam darah yang mengakibatkan sel-sel darah lain, sel darah merah dan keping darah, menjadi "langka" keberadaannya di dalam darah. Akan tetapi sel-sel darah putih yang mendominasi bersifat abnormal karena kesalahan saat diproduksi di sumsum tulang.

Leukemia adalah kanker darah yang terjadi karena pembentukan sel darah yang tidak lazim, pembentukan darah sendiri terjadi di sumsum tulang. Empat persen dari berat tubuh manusia terdiri dari sumsum tulang. Sumsum tulang adalah bagian tengah tulang yang lembut dan tentunya menghasilkan sel darah.

Dalam keadaan normal dan lazim, sel darah hanya diproduksi jika dibutuhkan. Tubuh akan mengatur produksi sel darah dengan jalan memberi sinyal, kapan sel darah perlu diproduksi dan kapan harus berhenti produksi.

Jika seorang anak menderita leukemia, sumsum tulang tidak mengindahkan sinyal ini, dan terjadi kekacauan saat sel-sel darah tumbuh dan membelah.

Jenis leukemia pada anak

Berdasarkan kecepatan leukemia berkembang, penyakit ini dibagi menjadi:

1. Leukemia Chronic. Apabila perkembangan leukemia bejalan secara lambat, pasien kanker leukemia kronis mungkin pada awalnya tidak merasakan gejala leukemia karena tubuh masih bisa menolelir sel darah yang abnormal, namun seiring perkembangan leukemia dan sel darah yang abnormal sudah mulai banyak gejala pun mulai mengiringi.

2. Leukemia Acute. Jika leukimia berkembang dengan cepat, penumpukan sel darah akan terjadi dalam sumsum tulang dan darah. Leukemia acute atau leukemia akut menyebabkan gejala leukemia langsung timbul karena perkembang leukemia sangat cepat sekali.

Anak-anak umumya menderita kanker leukemia jenis acute lymphocytic leukemia (ALL), dan acute myelogeneus leukemia (AML).

Gejala leukemia pada anak

Anemia. Anak-anak pasien kanker leukemia umumnya akan terlihat pucat, ini karena kandungan sel darah abnormal yang menyebabkan anemia.

Darah sukar membeku. Kandungan darah yang didominasi oleh sel darah putih, leukosit, menyebabkan kandungan trombosit, keping darah, yang berperan penting dalam proses pembukan darah menjadi terganggu. Akibatnya setiap terjadi luka, darah menjadi sukar untuk membeku.

Sistem imun. Sel darah putih yang abnormal dan immature menyebabkan sistem imun yang bekerja dalam darah setiap terdapat infeksi, tidak bisa lagi berjalan dengan semestinya.

Nyeri tulang. Karena darah menyebar di seluruh tubuh termasuk ke tulang menyebabkan nyeri karena akumulasi sel darah yang abnormal.

Gejala lainnya. Sering juga terjadi pada anak pasien kanker leukemia seperti mimisan, gusi bengkak, kejang, demam, perut yang terlihat membesar, sakit kepala, sesak napas, turunnya berat badan, dan hilangnya nafsu makan.

Reference:
•Wikipedia.org/wiki/Childhood_leukemia
•Medical News Today
Read More
Apa itu kanker serviks? Apa penyebab utama kanker serviks?

Apa itu kanker serviks? Apa penyebab utama kanker serviks?

Menurut WHO, organisasi kesehatan dunia, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia, tapi paling mudah untuk dicegah. Setiap tahunnya terdapat 490.000 kasus baru kanker serviks, dan 270.000 diantaranya menyebabkan kematian, kanker serviks 85% terjadi di negara berkembang. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang bagian leher rahim wanita atau biasanya disebut juga dengan kanker leher rahim. Leher rahim adalah saluran penghubung antara vagina dan rahim, berfungsi untuk jalan masuk menuju rahim melalui vagina.

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim pada wanita, yaitu saluran penghubung antara vagina dengan rahim. Kanker serviks sering terjadi pada wanita produktif dan aktif secara seksual antara dua puluh lima sampai 45 tahun, bukan berarti tidak ada pasien kanker serviks yang diluar usia produktif, di usia berapa pun wanita tetap harus waspada dengan kanker serviks.

Pada stadium awal kanker serviks tidak menimbulkan gejala sama sekali, oleh karena itu sekitar delapan puluh lima persen kanker serviks terjadi di negara berkembang, sebab di negara berkembang, kebanyakan tidak akan pergi ke dokter, rumah sakit, atau pusat kesehatan, jika tidak terjadi keluhan atau masalah. Di indonesia saja baru 5% yang melakukan screening kanker serviks.

Gejala yang sering timbul pada pasien kanker serviks stadium awal sampai lanjut, biasanya nyeri saat berhubungan intim, pendarahan setelah berhubungan seks, keputihan abnormal disertai bercak darah, pendarahan diluar periode menstruasi atau setelah masa menopause, dan gejala umum kanker seperti, kelelahan, mual, penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan.

Penyebab utama kanker serviks

Sebagian besar kanker serviks terjadi pada usia produktif, ini berhubungan erat dengan penyebab utama kanker serviks, yaitu human papillomavirus atau lebih populer disebut HPV. Saat melakukan hubungan intim HPV ikut menular sekaligus menginfeksi leher rahim dan akhirnya menjadi kanker serviks.

Human papillomavirus atau HPV adalah kumpulan virus yang umum menginfeksi saluran reproduksi pria maupun wanita. HPV memiliki lebih dari 100 tipe, namun hanya tiga belas diantaranya yang menyebabkan kanker serviks, dan dua diantara tiga belas tipe 'HPV penyebab kanker serviks' yang sangat sering ditemukan dan berbahaya yaitu HPV 16 dan HPV 18. Keduanya menyebabkan 70% kanker serviks dan lesi pra-kanker serviks.

Reference:
•www.who.int/mediacentre
•Wikipedia.org/wiki/Kanker_leher_rahim
Read More
Kisah pasien kanker otak Tessa Calder yang kreatif dan menghibur

Kisah pasien kanker otak Tessa Calder yang kreatif dan menghibur

Pasien kanker otak mengalami hal-hal yang sulit, frustasi, dan lemah, mungkin itu biasa terjadi untuk pasien kanker sekelas kanker otak. Semua itu wajar karena selain pengobatan penyakit kanker yang panjang dan melelahkan, para pasien kanker otak pasti mengalami gejala kanker otak itu sendiri seperti mual, muntah, dan  masih banyak lagi, yang mengakibatkan turunnya mood untuk beraktifitas, kebosanan, dan lama kelamaan menjadi lemas dan frustasi. Hal tersebut berbeda dengan yang dialami pasien kanker otak yang satu ini.

Kisah pasien kanker otak Tessa Calder yang kreatif dan menghibur
Tessa Cardel berpose seperti "Gandalf's staff".

Tessa Cardel, pasien kanker otak yang kreatif dan menghibur

Kanker otak tidak membuat Cardel (sapaan Tessa Cardel) menjadi terpuruk di atas tempat tidurnya di rumah sakit, walaupun sebenarnya ia juga merasakan masa-masa yang sulit dan mencegahnya untuk selalu tertawa. Cardel menghibur diri dengan mengubah moment-moment kemoterapinya menjadi seni photografi yang menghibur dan menyenangkan.

Tessa Cardel adalah seorang mahasiswi  kedokteran semester empat di Universitas New South Wales, dia menghibur dirinya sendiri sekaligus teman-temannya dengan membuat karya seni fotografi yang kreatif dan menyenangkan bersama teman barunya, tiang penyangga cairan intravena (IV) dalam masa kemoterapi-nya melawan kanker otak.

Cardel didiagnosa oleh dokter terkena kanker otak pada umur 21 tahun, saat itu cardel bekerja di medical center, teman-teman sejawatnya langsung menyarankan untuk melakukan scan ketika mengetahui bahwa cardel mengalami gejala-gejala kanker otak.

Cardel sering merasa nyeri di punggung belakang, pada awalnya dia mengira itu karena ranjang barunya, tapi semakin hari bertambah keluhan itu tidak membaik juga, malahan keluhannya itu, diikuti dengan sering mutah dan ada perasaan aneh di kakinya, lantas ia memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter.

Cardel didiagnosa mengalami metastatic medulloblastoma oleh dokter, ada sebuah tumor di bagian cerebellum (otak kecil), dan telah ber-metastasis (menyebar) ke tulang belakang, yang menyebabkan cardel merasa nyeri di bagian tulang belakangnya, karena sel-sel kanker otak telah menyebar ke seluruh tulang belakangnya.

Saat itu juga, cardel memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor dari otak kecil-nya dan diteruskan dengan radioterapi selama enam minggu. Saat waktu luang antara kemoterapi pertamanya, cardel menggunakan waktunya untuk membuat karya seni fotografi bersama tiang penyangga cairan intravena (IV).

Lalu, cardel meng-unggah karya seni fotografinya tersebut ke media sosial, Facebook. Karena kreatif dan menghibur, foto pertamanya langsung mendapatkan ratusan "likes" dan "comments" dari teman-temannya dan mendorongnya untuk terus berbagi petualangannya dengan 'Francis', tiang penyangga cairan intravena (IV).

Kemudian cardel mengubah semua alat pengobatannya menjadi karya seni fotografi, "Gandalf's staff", "Sapu Harry Potter" dan "Satu set keran bir pada Oktoberfest".

Source:
•www.abc.net.au
Read More
Apa ini kanker otak atau tumor otak?

Apa ini kanker otak atau tumor otak?

Kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal yang terjadi di dalam otak, dekat dengan otak, dan sekitar kepala, bisa juga disebut sebagai tumor otak. Otak sebagai pusat dari tubuh manusia, mengendalikan setiap aktivitas manusia, dan merupakan organ paling vital dari tubuh manusia, sehingga jika terjadi penyakit dalam otak baik itu kanker otak atau yang lainnya, organ-organ lain dalam tubuh juga ikut terganggu, yang pada akhirnya mengalami kegagalan fungsi dan menyebabkan kematian pada manusia. Di seluruh dunia terdiagnosa 18.500 kasus baru setiap tahunnya dan 12.760 diantaranya menyebabkan kematian, pada pasien kanker otak. Di indonesia sendiri kanker otak setiap tahunnya terdiagnosa sebanyak 2.000 kasus kanker otak, kasus kanker otak pada pria lebih banyak sekitar 1200 kasus kanker otak, sedangkan pada wanita hanya sekitar 800 kasus per tahunnya.

Pasien kanker otak

Sebagai pasien kanker, apalagi kanker otak yang notabene kanker yang bersarang di organ paling vital dalam tubuh manusia, otak, fokus kita adalah bagaimana cara mengobati kanker otak se-efektif, cepat, dan tepat, karena bila dibiarkan begitu saja sel-sel abnormal dalam otak ini akan mendesak, memberi tekanan pada jaringan otak yang lain karena tulang tengkorak kepala manusia, apalagi sudah dewasa, tidak bersifat elastis, walaupun yang tumbuh adalah tumor otak jinak (tidak bersifat kanker) berbeda jika kanker tumbuh pada organ lain, seperti payudara contohnya, selain berada diluar tubuh (bukan termasuk organ dalam), pelindungnya juga bersifat elastis sehingga jika terdapat pertumbuhan sel-sel tumor, tidak akan menekan dan menghancurkan jaringan yang ada di sekitarnya, mungkin hanya timbul benjolan.

Namun, kanker otak yang terdeteksi dini, tapi pengobatan tidak dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif, memiliki resiko kerusakan otak, kerusakan pada rongga kepala, pembengkakan otak, dan gangguan panca indera karena terganggunya saraf di otak, bahkan menyebabkan kematian.

Jenis-jenis kanker otak

Dibagi menurut sel-sel bibit kanker berasal, kanker otak dibagi menjadi dua, yaitu kanker otak primer dan kanker otak sekunder. Kanker otak primer adalah kanker otak yang berasal dari dalam otak itu sendiri, sel-sel kanker yang tumbuh dan berkembang murni berasal dari otak, tidak hasil dari metasis (sebaran) dari organ tubuh lain. Sebaliknya, kanker otak sekunder adalah kanker otak yang bibitnya berasal dari hasil metasis (sebaran) dari bagian tubuh lain, yang sebelumnya sudah terkena kanker dan menyebar sampai ke otak.

Kanker otak sekunder tentu harus lebih diwaspadai karena kanker tidak hanya terjadi di otak saja, mungkin sudah tumbuh dan berkembang di seluruh bagian tubuh. Sedangkan kanker otak primer, masih tumbuh dan berkembang di satu tempat saja yaitu otak.

Diagnosa kanker otak

Teknologi yang semakin canggih membuat angka harapan hidup pasien kanker otak menjadi semakin tinggi, pasalnya dengan tehnologi, kita bisa mendeteksi kanker lebih dini, bisa mengetahui letak sel-sel kanker otak lebih tepat, sehingga dokter bisa memutuskan dengan tepat tindakan apa yang harus diambil.

Berikut teknologi yang digunakan untuk membantu mendiagnosa pasien kanker:

1. CT-Scan. Digunakan untuk mempermudah mengetahui ukuran lesi, jumlahnya, dan lokasi kanker otak dengan tepat tanpa menggunakan prosedur bedah.

2. Magnetic Resonance Image (MRI). Fungsinya hampir sama dengan ct-scan yaitu mendeteksi ukuran, bentuk, dan lokasi tumor otak, tetapi data yang didapat lebih akurat.

3. Radiografi sinar-X. Membantu untuk mengetahui ada tidaknya tekanan dalam rongga kepala, kerusakan bagian dari tulang kepala,dan gejala lainnya karena kanker otak.

4. Electroencephalography (EEG). Dapat mengetahui penurunan amplitudo dan perlambatan frekuensi disekitar lokasi sel-sel kanker otak.

Kanker otak atau tumor otak

Dokter lebih sering menggunakan istilah "tumor otak" dibandingkan "kanker otak" karena dalam kasus tumor otak jinak (tidak bersifat kanker) memiliki gejala yang hampir sama dengan kanker yaitu mempengaruhi, mengganggu, dan menekan jaringan di sekitar tempat di mana sel-sel tumor itu tumbuh, padahal dalam kasus kanker pada bagian tubuh lain, tumor jinak tidak mempengaruhi jaringan tubuh yang lain.

Reference:
•Wikipedia.org/wiki/Tumor_otak
Read More
Kisah inpiratif pasien kanker dalam "Surat kecil untuk tuhan"

Kisah inpiratif pasien kanker dalam "Surat kecil untuk tuhan"

Perjuangan seorang penderita kanker memang sangat menginspirasi banyak orang, walaupun dalam keadaan kesakitan, frustasi, lemah, dan tak berdaya, mereka tetap tegar dan terus menjalani hidup. Kita sebagai orang yang masih diberi kesehatan, wajib mensyukuri setiap detik nikmat sehat yang telah diberikan oleh-Nya. Kita baru bisa merasa bahwa sehat itu nikmat sekali, tatkala kita diberikan ujian sakit, apalagi penyakit yang diujiakan sekelas kanker. Sedikit informasi, kanker adalah penyebab terbanyak nomor dua penyebab kematian di dunia, prestasi penyakit kanker ini hanya bisa disaingi oleh kecelakaan (accident).

Kisah Inspiratif

Surat kecil untuk tuhan adalah sebuah film yang menceritakan tentang kisah inspiratif pasien kanker, di dalam film ini dikisahkan seorang gadis bernama Gita Sesa Wanda Cantika yang mengalami kanker, lebih tepatnya kanker jaringan lunak yang bersarang di bagian wajahnya. Karena kanker ini wajah menjadi kurang cantik dan kurang sedap untuk dipandang, walaupun begitu dia tetap bersemangat menjalani hidup dan masih tetap bersekolah, seakan-akan tidak terjadi apa-apa dan menjalani setiap detik kehidupan layaknya gadis normal lainnya.

Dokter sebenarnya telah memvonisnya tinggal berumur 5 hari, tapi dengan semangat dan perjuangannya, dia mampu bertahan hingga tiga tahun. Dia dinyatakan terkena kanker jaringan lunak sejak duduk di bangku sltp (setara smp), namun semangat belajar di sekolah tidak pernah sedikitpun luntur, walaupun mungkin kanker yang bersarang di tubuhnya berefek buruk pada tubuhnya dan mempengaruhi kosen di kontrasinya dalam mengikuti pelajaran di sekolah.

Walaupun dokter sudah memperkirakan umurnya tidak panjang lagi, itu tidak menghalanginya untuk tetap berprestasi di sekolah, tercatat ketika dia mengikuti ujian kelulusan smp-nya, dia menjadi juara di sekolahnya dengan "merebut" nilai terbaik, yang mengantarkannya ke jenjang berikutnya yaitu sekolah menengah atas.

Sejak pertama kali dokter memberikan vonisnya, sebenarnya disadari atau tidak kondisi keke (panggilan Gita Sesa Wanda Cantika) terus mengalami penurunan, hal ini semakin terasa ketika keke akan mengikuti ujian kelulusan smp-nya, sadar umurnya tidak lama lagi, dia bertekad ingin lulus dari smp, dan melanjutkan ke sma, walaupun saat itu kondisi tubuhnya bisa dibilang sudah lemah sekali.

Dengan tekad yang kuat dan diiringi dengan do'a, akhirnya tuhan menjawab segala impiannya untuk lulus dari bangku smp dan dengan nilai yang fantastis pula. Tapi perjuangannya terhenti seketika, tatkala keke harus mengakui kekuatan kanker yang bersarang ditubuhnya, menghentikan perjalan panjang peruangannya, tepat setelah sehari menikmati indahnya bangku sma.

Hikmah

Kita tidak boleh putus asa apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. Dengan tekad yang kuat, bekerja keras, dan diiringi dengan do'a, semua cita-cita kita niscaya akan tercapai, cepat atau lambat. Kesuksesan tinggal masalah waktu, jika kita bekerja keras dan tidak pernah meninggalkan tuhan.
Read More
Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Anak-anak di Dunia

Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Anak-anak di Dunia

Apa saja jenis-jenis kanker yang sering terjadi pada anak? Kanker memang sebuah penyakit yang tidak kenal usia, dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, sampai lanjut usia pun mempunyai resiko dan rentan terjangkit penyakit mematikan ini.

Data WHO menyebutkan 4 persen dari keseluruhan penderita kanker di dunia adalah anak-anak, 160.000 kasus baru kanker anak ditemukan setiap tahun dan 90.000 diantara meninggal dunia akibat kanker anak ini. Penyebab terjadinya kanker pada anak menurut WHO, 5-15 persen diakibatkan oleh faktor genetik, kurang dari 5-10 % akibat faktor lingkungan, dan 75-90 % tidak diketahui faktor pasti penyebab kanker anak. Bahkan kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada anak setelah kecelakaan.

Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Anak-anak di Dunia
Apa saja jenis kanker yang sering terjadi pada anak?

Jenis-jenis kanker pada anak


Kanker yang diderita anak berbeda dengan kanker yang terjadi pada orang dewasa, penanganannya seharusnya berbeda dengan pasien karker yang telah dewasa, keunikan dan perbedaan yang mencolok antara anak-anak dan dewasa diantaranya, anak-anak masih memiliki harapan hidup yang tinggi, anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh khusus seperti halnya orang dewasa, perkembangan fisiologi anak-anak masih bersifat dinamis, anak-anak masih bergantung penuh pada orang dewasa dalam menjalani hidup, baik dalam pemilihan tempat tinggal, makanan, dan yang lainnya.

 Berikut ini merupakan jenis-jenis kanker yang sering "menghinggapi" tubuh anak-anak dari seluruh dunia:

1. Leukemia. Kanker jenis ini paling sering dan banyak diderita oleh anak-anak dari seluruh dunia, jumlahnya mencapai tiga puluh persen dari keseluruhan jumlah kanker anak, leukemia disebut juga kanker darah adalah kanker yang menyerang sel-sel yang menghasilkan darah di dalam sumsum tulang, efeknya sumsum tulang yang telah terinfeksi sel-sel kanker leukemia akan menghasilkan sel-sel darah yang abnormal, umumnya sel-sel darah yang abnormal terjadi pada leukosit.

Saat leukemia "menghinggapi" seorang anak jumlah leukosit atau sel darah putih akan diproduksi secara berlebih dan abnormal, hal ini menyebabkan sel-sel darah lain selain sel darah putih akan terganggu perkembangannya. Gejala yang timbul akibat leukemia antara lain, nyeri di tulang dan persendian, lemas dan kelelahan, pucat, pendaran, demam, kehilangan berat badan, dan pembengkakan disekitar perut.

2. Retinoblastoma. Sering disebut kanker retina mata, retinoblastoma adalah kanker yang terjadi pada retina, daerah di belakang mata yang sangat sensitif terhadap cahaya. Retinoblastoma dapat menyerang salah mata atau bahkan keduanya. Gejala yang timbul akibat retinoblastoma adalah terdapat bercak putih di tengah-tengah bola mata, penglihatan terganggu, anak menjadi juling, dan apabila tidak cepat ditangani dengan benar bola mata akan semakin menonjol ke depan dan bisa menyebar ke otak melalui syaraf penglihatan.

3. Wilms tumor. Kanker ini sering ditemukan pada anak usia 3-4 tahun, dan jarang sekali ditemukan pada anak yang berusia lebih dari enam tahun. Wilms tumor disebut juga kanker ginjal, karena jenis kanker ini di temukan di bagian ginjal anak,. Gejala yang timbul karena kanker wilms tumor adalah demam, mual, nafsu makan berkurang, terdapat darah di urin. Wilms tumor akan menimbulkan benjolan dan pembengkakan di sekitar perut, disertai rasa kurang nyaman.

4. Neuroblastoma. Kanker jenis ini menyumbang 6 % dari keseluruhan kanker anak, kanker neuroblastoma sering terjadi pada bayi dan anak yang berumur kurang dari sepuluh tahun, bahkan neuroblastoma sudah berkembang sejak anak masih di dalam kandungan, sewaktu embrio masih berkembang atau janin. Neuroblastoma sering disebut kanker syaraf, berkembang hampir di semua bagian tubuh, bisa di mata, leher, rongga dada, perut, tulang, tapi gejala khas dari neuroblastoma adalah demam, menyebabkan pembengkakan di daerah perut (abdomen), dan nyeri di tulang, bahkan bisa menyebabkan patah tulang.

5. Lymfoma. Kanker kelenjar getah bening, sebutan untuk lymfoma, mulai berkembang dan tumbuh dari sel-sel limfosit di dalam sistem kekebalan tubuh. Menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak, selangkangan, dan lainya. Gejala yang ditimbulkan oleh kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah bembengkakan di kelenjar getah bening disertai nyeri, demam, penurunan berat badan, kelelahan, sering berkeringat, dan gejala lain tergantung, dimana lymoma tumbuh dan berkembang.

6. Rhabdomyosarcoma. Disebut juga kanker otot lurik, berkembang hampir di semua jaringan otot rangka. Kanker otot lurik atau rhabdomyosarcoma adalah kanker yang menyerang otot lurik atau otot rangka, yaitu otot yang menggerakkan dan mengontrol anggota tubuh seperti tangan, kaki dan sebagainya, rhabdomyosarcoma memiliki presentase 3% dari keseluruhan kanker yang terjadi pada anak. Gejala yang terjadi bila terkena kanker otot lurik tergantung di mana area yang terjangkit rhabdomyosarcoma.

7. Osteosarcoma dan Ewing sarcoma. Keduanya merupakan bagian dari kanker tulang, biasanya terjadi pada anak-anak yang sudah besar dan remaja, tapi segala macam umur memiliki resiko, kanker tulang menyumbang 3% dari keseluruhan kanker anak.

Osteosarcoma lebih sering terjadi pada remaja, kanker tulang ini biasanya berkembang pada tulang yang memiliki perkembangan yang cepat seperti di dekat ujung tulang kaki dan lengan. Ewing sarcoma jenis kanker tulang ini lebih jarang ditemukan, sering berkembang di tulang kemaluan (panggul), tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang pada kaki. Ewing sarcoma adalah kanker tulang yang menyebabkan nyeri pada tulang dan pembengkakan.

Reference:
• www.who.int/ceh
• American Cancer Society.
Read More
Apa itu kanker prostat? Siapakah yang beresiko terkena kanker prostat?

Apa itu kanker prostat? Siapakah yang beresiko terkena kanker prostat?

Menurut WHO, organisasi kesehatan dunia, kanker prostat merupakan kanker yang sering menyebabkan kematian, terutama pada pria. Masih menurut WHO, kasus kanker prostat mencapai 1,1 juta kasus di tahun 2012, dan 307 ribu diantara dinyatakan meninggal dunia. Kanker prostat adalah kanker yang menyerang bagian prostat, prostat sendiri merupakan kelenjar yang termasuk ke dalam sistem reproduksi pria, yang tugasnya menghasilkan cairan yang keluar bersama sperma saat terjadi ejakulasi. Prostat terletak di depan rektum, bagian paling akhir dari usus besar, di bawah kantong kemih, penampung urin sementara, dan mengelilingi uretra, saluran penghubung antara kantung kemih dan penis.

Kanker prostat

Apa itu kanker prostat? Kanker prostat adalah kanker yang yang terjadi di dalam kelenjar prostat, yang mnyebabkan terganggunya fungsi utama prostat sebagai organ reproduksi pria, dan apabila terjadi pembengkakan karena kanker, prostat akan mengganggu kerja uretra, karena letaknya memang melingkari saluran uretra.

Gejala yang mungkin timbul akibat kanker prostat adalah seringnya buang air kecil di malam hari, anyang-anyangen atau kantong kemih terasa selalu penuh, terasa nyeri saat buang air kecil, terdapat darah dan/atau sperma di dalam urin, tidak nyaman di area pinggul, dan nyeri tulang apabila kanker prostat sudah ber-metastasis (menyebar) ke area tulang.

Menyebarnya kanker prostat ke organ tubuh yang lain seperti tulang, dan kelenjar getah bening disebabkan pada stadium awal hampir tidak terjadi keluhan apapun sehingga seseorang yang terserang kanker prostat tidak menyadarinya dan lebih fatalnya tidak melakukan tindakan apapun.

Resiko

Dari semua kasus kanker prostat, dua per tiganya ditemukan di negara maju. Mungkin ini dikarenakan perkembangan kanker prostat yang lambat, bahkan sel-sel kanker prostat bisa non-aktif bertahun-tahun dalam prostat tanpa menunjukkan gejala apapun, sehingga kanker prostat tidak terdeteksi sejak dini, namun ketika keluhan terasa tahu-tahu kanker prostat sudah stadium lanjut, bahkan mungkin sudah menyebar kemana-mana, sehingga sangat sulit untuk diatasi.

Faktor-faktor berikut menyebabkan resiko kanker prostat meningkat dalam menyerang seseorang:

1. Usia lanjut. Kanker prostat jarang sekali di temukan pada pria berumur muda, rata-rata pengidap kanker prostat berada di umur lebih dari 50 tahun ( x > 50 tahun). Kenapa kanker prostat hanya menyerang pria lanjut usia? Hal ini diakibat oleh lemahnya daya tahan tubuh pria "berumur". Faktanya 8 dari 10 pria, terdapat sel-sel kanker prostat di dalam tubuhnya, dan pria-pria tersebut tidak merasakan gangguan kesehatan apapun.

2. Genetik. Pria memiliki resiko dua kali lebih rentan terkena kanker prostat, apabila anggota keluarga prianya, ayah, saudara, kakek, dll, juga mengidap kanker prostat.

3. Hormon. Testosteron menjadi kambing hitam disini, tapi faktanya belum bisa dipastikan hubungan antara kadar hormon testosteron dengan resiko penyakit kanker prostat.

4. Kanker lain. Jika anda pernah terkena kanker sebelumnya, resiko anda terkena kanker prostat akan naik menjadi dua kali lipat. Para peneliti menemukan bahwa pria yang pernah mengidap kanker ginjal, kanker kandung kemih, kanker paru-paru, kanker tiroid, membawa sel-sel kanker prostat dan sangat rentan terkena kanker prostat.

5. Gaya hidup. Orang dengan gaya hidup sehat, berolah raga teratur, beristirahat cukup, melakukan diet yang sehat, dan melakukan kehidupan yang sehat, nurunkan resiko terserang kanker prostat. Untuk masalah makanan, ternyata teh hijau, kedelei, dan selenium, tidak mencegah sel-sel kanker prostat untuk berkembang, padahal pada penelitian sebelumnya bahhan makana ini dinyatakan bisa mencegah berkembangan sel-sel kanker protat.
Read More
Apa penyebab kanker payudara? Mungkin 10 faktor ini jawabannya

Apa penyebab kanker payudara? Mungkin 10 faktor ini jawabannya

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang akrab sekali dengan wanita, bukan berarti pria tidak bisa terkena kanker payudara, tapi kanker payudara dominan diderita oleh kaum hawa. Di tahun 2010 kemarin, kanker payudara terdiagnosa mencapai angka 12.014 kasus, dari seluruh rumah sakit di indonesia (SIRS 2010) dan tidak sedikit pasien yang terdiagnosa kanker payudara meninggal dunia, karena jenis kanker ini masih menempati urutan pertama kematian yang disebabkan oleh kanker. Sedangkan WHO, organisasi kesehatan dunia, menyebutkan bahwa kanker payudara masih menjadi primadona sebagai jenis kanker pembunuh.

Sebenarnya belum bisa dipastikan apa penyebab kanker payudara, tapi para ahli menduga faktor-faktor berikut erat sekali kaitannya dengan kanker pembunuh ini:

1. Genetik. Faktor keturunan atau genetik menjadi berpengaruh besar, apabila anggota keluarga lain seperti orang tua, kerabat, anak, dan anggota keluarga lain yang memiliki hubungan darah langsung, terlebih dahulu telah terdiagnosa kanker payudara. Anda harus segera melakukan screening apabila salah satu anggota keluarga anda telah di-diagnosa kanker payudara karena resiko anda juga akan terkena kanker di masa depan akan menjadi dua kali lebih besar.

2. Jenis kelamin. Tidak bisa dipungkiri kebanyakaan penderita kanker payudara adalah wanita, walaupun pria bisa saja terkena kanker payudara, karena baik pria ataupun wanita, sama-sama memiliki payudara. Sedangkan untuk perbandingannya, wanita seratus kali lebih beresiko daripada pria.

3. Gaya hidup. Orang dengan gaya hidup sehat memiliki resiko yang lebih kecil terkena kanker payudara daripada orang yang melakukan gaya hidup tidak sehat. Olahraga teratur, tidak merokok, dan minum minuman keras bisa memperkecil resiko kanker payudara menghampiri tubuh anda.

4. Usia. Memang kanker payudara tidak saja menyerang orang yang "ber-umur", tapi banyak dari penderita kanker payudara yang masih tergolong muda. Hal yang menyebabkan usia menjadi faktor penyebab kanker dikarena kekebalan tubuh seseorang yang masih muda tentu saja lebih baik dari kekebalan tubuh seseorang yang sudah tua.

5. Hormon. Saat-saat mendekati masa mentruasi dan masa setelahnya hormon di dalam tubuh seseorang akan mengalami perubahan yang cukup drastis, perubahan ini tidak saja menyebabkan jerawat bermunculan, tetapi bisa saja memicu kanker payudara. Namun tidak sekedar itu saja, terapi hormon setelah masa menopause juga bisa memicu timbulnya kanker payudara.

6. Obesitas. Kegemukan merupakan faktor yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan berbagai jenis kanker termasuk kanker payudara. Baik pria maupun wanita yang obesitas memiliki peluang yang tinggi memicu terjadinya kanker payudara, sebab seseorang yang mengalami obesitas tentu kadar lemak dalam darahnya tinggi, lemak ini memicu diproduksinya hormon estrogen, hormon ini termasuk pemicu kanker yang baik dari pada tembakau dalam rokok. Belum lagi kadar kolesterol yang tinggi juga dalam darah seseorang yang mengalami obesitas, kolesterol memiliki efek yang hampir sama dengan hormon estrogen.  

7. Menstruasi & Menopause. Apabila anda terlalu dini mengalami masa menstruasi dan terlambat saat menopause, resiko menderita kanker payudara akan lebih tinggi. Masa mestruasi disebut dini, apabila telah mengalami mentruasi sebelum umur 15 tahun, dan menopause terlambat, bila telah berumur lima puluh lima tahun tapi belum mengalami menopause.

8. Radiasi. Pancaran radiasi, baik radiasi alami dari alam maupun radiasi buatan manusia, sama-sama memiliki efek yang buruk bagi kesehatan dan memicu timbulnya kanker payudara.

9. Pil kb. Mengkonsumsi pil kb bisa mengganggu kestabilan hormon estrogen, tidak stabilnya hormon ini meningkatkan resiko kanker payudara.

10. Merokok. Zat kimia yang terkandung di dalam rokok, digadang-gadang menjadi penyebab utama, mengapa rokok berefek buruk bagi kesehatan dan juga menimbulkan kanker payudara. Tidak hanya pe-rokok aktif yang memperoleh efek buruk ini, tetapi orang yang terpapar asap rokok atau pe-rokok pasif juga ikut merasakan efek yang tidak baik ini. Zat kimia karsinogen di dalam rokok seperti, hidro karbon aromatik polisiklik, yang dihasilkan dari sisa-sisa pembakaran, nikotin, terdapatdi dalam tembakau dan puluh-an zat-zat karsigen lain memicu dan memperbesar risiko dan menjadi penyebab kanker payudara.
Read More