Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Anak-anak di Dunia

Apa saja jenis-jenis kanker yang sering terjadi pada anak? Kanker memang sebuah penyakit yang tidak kenal usia, dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, sampai lanjut usia pun mempunyai resiko dan rentan terjangkit penyakit mematikan ini.

Data WHO menyebutkan 4 persen dari keseluruhan penderita kanker di dunia adalah anak-anak, 160.000 kasus baru kanker anak ditemukan setiap tahun dan 90.000 diantara meninggal dunia akibat kanker anak ini. Penyebab terjadinya kanker pada anak menurut WHO, 5-15 persen diakibatkan oleh faktor genetik, kurang dari 5-10 % akibat faktor lingkungan, dan 75-90 % tidak diketahui faktor pasti penyebab kanker anak. Bahkan kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada anak setelah kecelakaan.

Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Anak-anak di Dunia
Apa saja jenis kanker yang sering terjadi pada anak?

Jenis-jenis kanker pada anak


Kanker yang diderita anak berbeda dengan kanker yang terjadi pada orang dewasa, penanganannya seharusnya berbeda dengan pasien karker yang telah dewasa, keunikan dan perbedaan yang mencolok antara anak-anak dan dewasa diantaranya, anak-anak masih memiliki harapan hidup yang tinggi, anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh khusus seperti halnya orang dewasa, perkembangan fisiologi anak-anak masih bersifat dinamis, anak-anak masih bergantung penuh pada orang dewasa dalam menjalani hidup, baik dalam pemilihan tempat tinggal, makanan, dan yang lainnya.

 Berikut ini merupakan jenis-jenis kanker yang sering "menghinggapi" tubuh anak-anak dari seluruh dunia:

1. Leukemia. Kanker jenis ini paling sering dan banyak diderita oleh anak-anak dari seluruh dunia, jumlahnya mencapai tiga puluh persen dari keseluruhan jumlah kanker anak, leukemia disebut juga kanker darah adalah kanker yang menyerang sel-sel yang menghasilkan darah di dalam sumsum tulang, efeknya sumsum tulang yang telah terinfeksi sel-sel kanker leukemia akan menghasilkan sel-sel darah yang abnormal, umumnya sel-sel darah yang abnormal terjadi pada leukosit.

Saat leukemia "menghinggapi" seorang anak jumlah leukosit atau sel darah putih akan diproduksi secara berlebih dan abnormal, hal ini menyebabkan sel-sel darah lain selain sel darah putih akan terganggu perkembangannya. Gejala yang timbul akibat leukemia antara lain, nyeri di tulang dan persendian, lemas dan kelelahan, pucat, pendaran, demam, kehilangan berat badan, dan pembengkakan disekitar perut.

2. Retinoblastoma. Sering disebut kanker retina mata, retinoblastoma adalah kanker yang terjadi pada retina, daerah di belakang mata yang sangat sensitif terhadap cahaya. Retinoblastoma dapat menyerang salah mata atau bahkan keduanya. Gejala yang timbul akibat retinoblastoma adalah terdapat bercak putih di tengah-tengah bola mata, penglihatan terganggu, anak menjadi juling, dan apabila tidak cepat ditangani dengan benar bola mata akan semakin menonjol ke depan dan bisa menyebar ke otak melalui syaraf penglihatan.

3. Wilms tumor. Kanker ini sering ditemukan pada anak usia 3-4 tahun, dan jarang sekali ditemukan pada anak yang berusia lebih dari enam tahun. Wilms tumor disebut juga kanker ginjal, karena jenis kanker ini di temukan di bagian ginjal anak,. Gejala yang timbul karena kanker wilms tumor adalah demam, mual, nafsu makan berkurang, terdapat darah di urin. Wilms tumor akan menimbulkan benjolan dan pembengkakan di sekitar perut, disertai rasa kurang nyaman.

4. Neuroblastoma. Kanker jenis ini menyumbang 6 % dari keseluruhan kanker anak, kanker neuroblastoma sering terjadi pada bayi dan anak yang berumur kurang dari sepuluh tahun, bahkan neuroblastoma sudah berkembang sejak anak masih di dalam kandungan, sewaktu embrio masih berkembang atau janin. Neuroblastoma sering disebut kanker syaraf, berkembang hampir di semua bagian tubuh, bisa di mata, leher, rongga dada, perut, tulang, tapi gejala khas dari neuroblastoma adalah demam, menyebabkan pembengkakan di daerah perut (abdomen), dan nyeri di tulang, bahkan bisa menyebabkan patah tulang.

5. Lymfoma. Kanker kelenjar getah bening, sebutan untuk lymfoma, mulai berkembang dan tumbuh dari sel-sel limfosit di dalam sistem kekebalan tubuh. Menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak, selangkangan, dan lainya. Gejala yang ditimbulkan oleh kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah bembengkakan di kelenjar getah bening disertai nyeri, demam, penurunan berat badan, kelelahan, sering berkeringat, dan gejala lain tergantung, dimana lymoma tumbuh dan berkembang.

6. Rhabdomyosarcoma. Disebut juga kanker otot lurik, berkembang hampir di semua jaringan otot rangka. Kanker otot lurik atau rhabdomyosarcoma adalah kanker yang menyerang otot lurik atau otot rangka, yaitu otot yang menggerakkan dan mengontrol anggota tubuh seperti tangan, kaki dan sebagainya, rhabdomyosarcoma memiliki presentase 3% dari keseluruhan kanker yang terjadi pada anak. Gejala yang terjadi bila terkena kanker otot lurik tergantung di mana area yang terjangkit rhabdomyosarcoma.

7. Osteosarcoma dan Ewing sarcoma. Keduanya merupakan bagian dari kanker tulang, biasanya terjadi pada anak-anak yang sudah besar dan remaja, tapi segala macam umur memiliki resiko, kanker tulang menyumbang 3% dari keseluruhan kanker anak.

Osteosarcoma lebih sering terjadi pada remaja, kanker tulang ini biasanya berkembang pada tulang yang memiliki perkembangan yang cepat seperti di dekat ujung tulang kaki dan lengan. Ewing sarcoma jenis kanker tulang ini lebih jarang ditemukan, sering berkembang di tulang kemaluan (panggul), tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang pada kaki. Ewing sarcoma adalah kanker tulang yang menyebabkan nyeri pada tulang dan pembengkakan.

Reference:
• www.who.int/ceh
• American Cancer Society.

Subscribe to receive free email updates: