Kanker darah Leukemia pada anak, bagaimana cara mengenalinya?

Kanker darah atau leukemia adalah jenis kanker yang terjadi di dalam darah, lebih tepatnya kanker yang terjadi di jaringan pembentuk darah, yaitu sumsum tulang dan sistem limfatik. Leukemia, nama lain dari kanker darah adalah kanker yang sangat sering terjadi pada anak, persentasenya 30 persen dari keseluruhan kanker anak, selain leukemia kanker yang sering terjadi pada anak adalah kanker retina mata, kanker ginjal, kanker syaraf, kanker kelenjar getah bening dan kanker tulang.

Pada anak, leukemia tidak hanya berbahaya dan mengancam nyawa tetapi juga menyebabkan tekanan emosional, depresi, dan stres. Tidak hanya itu saja, leukemia pada anak juga mengakibatkan orang tua yang merawat si anak ikut mengalami depresi dan stress dan berujung pada melemahnya sistem imut tubuh, tidak nafsu makan dan sakit. Hal ini dikuatkan dengan hasil studi yang intinya menyatakan bahwa 3% orang tua akan sakit parah, karena terlalu memikirkan anaknya yang sakit parah.

Mengenal leukemia pada anak

Leukemia merupakan penyakit kelainan darah, dimana sel-sel darah putih mendominasi dalam darah yang mengakibatkan sel-sel darah lain, sel darah merah dan keping darah, menjadi "langka" keberadaannya di dalam darah. Akan tetapi sel-sel darah putih yang mendominasi bersifat abnormal karena kesalahan saat diproduksi di sumsum tulang.

Leukemia adalah kanker darah yang terjadi karena pembentukan sel darah yang tidak lazim, pembentukan darah sendiri terjadi di sumsum tulang. Empat persen dari berat tubuh manusia terdiri dari sumsum tulang. Sumsum tulang adalah bagian tengah tulang yang lembut dan tentunya menghasilkan sel darah.

Dalam keadaan normal dan lazim, sel darah hanya diproduksi jika dibutuhkan. Tubuh akan mengatur produksi sel darah dengan jalan memberi sinyal, kapan sel darah perlu diproduksi dan kapan harus berhenti produksi.

Jika seorang anak menderita leukemia, sumsum tulang tidak mengindahkan sinyal ini, dan terjadi kekacauan saat sel-sel darah tumbuh dan membelah.

Jenis leukemia pada anak

Berdasarkan kecepatan leukemia berkembang, penyakit ini dibagi menjadi:

1. Leukemia Chronic. Apabila perkembangan leukemia bejalan secara lambat, pasien kanker leukemia kronis mungkin pada awalnya tidak merasakan gejala leukemia karena tubuh masih bisa menolelir sel darah yang abnormal, namun seiring perkembangan leukemia dan sel darah yang abnormal sudah mulai banyak gejala pun mulai mengiringi.

2. Leukemia Acute. Jika leukimia berkembang dengan cepat, penumpukan sel darah akan terjadi dalam sumsum tulang dan darah. Leukemia acute atau leukemia akut menyebabkan gejala leukemia langsung timbul karena perkembang leukemia sangat cepat sekali.

Anak-anak umumya menderita kanker leukemia jenis acute lymphocytic leukemia (ALL), dan acute myelogeneus leukemia (AML).

Gejala leukemia pada anak

Anemia. Anak-anak pasien kanker leukemia umumnya akan terlihat pucat, ini karena kandungan sel darah abnormal yang menyebabkan anemia.

Darah sukar membeku. Kandungan darah yang didominasi oleh sel darah putih, leukosit, menyebabkan kandungan trombosit, keping darah, yang berperan penting dalam proses pembukan darah menjadi terganggu. Akibatnya setiap terjadi luka, darah menjadi sukar untuk membeku.

Sistem imun. Sel darah putih yang abnormal dan immature menyebabkan sistem imun yang bekerja dalam darah setiap terdapat infeksi, tidak bisa lagi berjalan dengan semestinya.

Nyeri tulang. Karena darah menyebar di seluruh tubuh termasuk ke tulang menyebabkan nyeri karena akumulasi sel darah yang abnormal.

Gejala lainnya. Sering juga terjadi pada anak pasien kanker leukemia seperti mimisan, gusi bengkak, kejang, demam, perut yang terlihat membesar, sakit kepala, sesak napas, turunnya berat badan, dan hilangnya nafsu makan.

Reference:
•Wikipedia.org/wiki/Childhood_leukemia
•Medical News Today

Subscribe to receive free email updates: