Human Pappiloma Virus (HPV) sebagai penyebab utama kanker serviks

Menurut WHO, organisasi kesehatan dunia, kanker serviks setiap tahunnya menyebabkan kematian sekitar 270.000 jiwa. Pada tahun 2012 saja, terdapat sekitar 530.000 kasus baru kanker serviks dan angka tersebut merupakan 7,5% dari semua kanker yang terjadi pada wanita.

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang hanya terjadi pada wanita, kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada organ leher rahim wanita, antara rahim dan vagina terdapat saluran, ya itulah yang dinamakan leher rahim bisa disebut juga serviks. Jadi, leher rahim merupakan saluran penghubung antara rahim dan vagina, fungsi leher rahim adalah sebagai jalan masuk ke dalam rahim dari vagina atau dari arah luar.

Kanker serviks 99,7 % disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) dan sangat jarang sekali kanker serviks yang terjadi karena sebab lain, termasuk keturunan dari orang tua (genetis). Oleh karena itu HPV dinobatkan sebagai penyebab utama kanker serviks, HPV merupakan virus yang umum menginfeksi saluran reproduksi, baik pria maupun wanita semuanya dapat terinfeksi HPV, biasanya virus ini menyebabkan kutil kelamin, bila area yang terinfeksi di sekitar kelamin. Selain itu, HPV juga bisa menyebabkan kutil di area lain seperti kaki, tangan, dan organ tubuh lainnya.

HPV sebagai penyebab utama kanker serviks

Human Pappilomavirus atau HPV adalah jenis virus yang berhubungan langsung dengan infeksi kelamin yang disebabkan oleh virus, jika seseorang aktif secara seksual, berada di usia produktif, dan memiliki pasangan, infeksi HPV sangat rentan sekali terjadi. Pasalnya, infeksi HPV bisa terjadi melalui kontak langsung kulit dengan kulit. Seseorang yang aktif secara seksual biasanya terinfeksi HPV setelah berhubungan dengan pasangan, kontak langsung kulit kelamin dengan pasangan menyebabkan virus HPV bisa bertransmisi ke tubuh kita, kemudian meng-infeksi.

Sangat banyak sekali tipe virus HPV, namun tidak semua virus HPV menyebabkan kanker serviks, hanya HPV tipe 16 dan 18 yang diketahui sangat sering menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan HPV tidak menyebabkan kanker serviks, tipe HPV ini biasanya hanya menyebabkan kutil kelamin.

Gejala infeksi HPV

Pada tahap awal, infeksi HPV tidak menimbulkan gejala sama sekali. Infeksi HPV akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menangkal virus HPV, dan mencegah HPV meng-infeksi tubuh lebih lanjut, hal ini menyebabkan gejala yang akan ditimbulkan oleh infeksi HPV bisa diatasi oleh tubuh. Biasanya infeksi HPV akan menghilang sendiri tanpa dilakukan treatmen khusus dalam beberapa minggu saja dan akan sembuh 90% dari infeksi HPV sekitar dua tahun setelah pertama kali terinfeksi HPV.

Akan tetapi, bila yang melakukan infeksi adalah HPV tipe 16 dan/atau tipe 18 yang beraffiliasi langsung menyebabkan kanker serviks, maka kekebalan tubuh tidak mampu menangkalnya, dan HPV tipe 16 dan 18 akan menyebabkan lesi prakanker, bila lesi yang terjadi tidak diatasi dengan tepat dan benar, lesi ini memiliki potensi menjadi kanker serviks di masa depan.

Walaupun HPV tipe 16 dan tipe 18 menimbulkan lesi, namun lesi-lesi tersebut tidak "mengeluarkan" gejala sama sekali pada tahap awal, infeksi HPV baru akan menimbulkan gejala, bila telah mencapai tahap lanjut. Proses perkembangan infeksi HPV dari tahap awal sampai tahap lanjut memerlukan waktu yang cukup lama antara 15 sampai 20 tahun, seharusnya kita bisa melakukan tindakan preventif agar infeksi HPV tidak berkembang menjadi kanker serviks,  dengan rutin melakukan sreening kanker serviks setidaknya satu tahun sekali.

Namun apabila infeksi HPV sudah mencapai tahap lanjut, infeksi tersebut baru akan menimbulkan gejala, biasanya gejala yang timbul apabila infeksi HPV telah mencapai tahap lanjut antara lain:

1. Pendarahan di luar masa menstruasi atau setelah masa menopause, dan keluarnya darah setelah berhubungan intim dengan pasangan.
2. Terasa nyeri di tubuh terutama pada kaki, punggung, dan pinggul.
3. Pusing di kepala, penurunan berat badan tanpa sebab yang pasti, dan menurunya nafsu makan.
4. Salah satu kaki tiba bengkak tanpa sebab.
5. Tidak nyaman pada area vagina dan keputihan yang abnormal.

Risiko infeksi HPV

Sebagian infeksi HPV tidak menimbulkan masalah yang berarti, karena banyak infeksi yang terjadi bisa menghilang dan sembuh dengan sendirinya, termasuk lesi prakanker yang disebabkan oleh hpv tipe 16 dan 18. Oleh karena itu, kita selalu menjalankan pola hidup sehat, olahraga teratur, dan hindari rokok maupun alkohol, supaya kekebalan tubuh selalu prima dan sanggup memberantas dan melindungi tubuh kita dari infeksi virus maupun bakteri.

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko terinfeksi HPV antara lain:

1. Berhubungan seksual terlalu dini. Virus HPV menyebar salah satunya melalui kontak langsung kulit dengan kulit, jika anda melakukan hubungan seksual pada usia dini, risiko anda tertular infeksi HPV dari pasangan akan meningkat dua kali lebih besar.

2. Sering berganti pasangan. HPV tidak hanya menginfeksi wanita saja, akan tetapi HPV bisa menginfeksi emua gender. Dengan terlalu sering berganti pasangan, kemungkinan anda berhubungan seksual dengan pasangan penderita infeksi HPV  menjadi semakin besar.

3. Kebersihan organ intim. Lingkungan yang lembab adalah tempat yang nyaman bagi bakteri maupun virus, jika anda kurang memperhatikan kebersihan organ intim, sekitar organ dan dalam organ intim akan semakin lembab serta akan mempersubur perkembangan virus dan bakteri. Sehingga risiko terinfeksi HPV akan semakin besar.

4. Usia. Seseorang yang berumur lebih dari 40 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi terinfeksi HPV, kekebalan tubuh yang semakin menurun serta ketidak-stabilan hormon menjelang menopause menadi sebab mengapa seseorang berumur lebih dari sama dengan 40 tahun sangat rentan terhadap kanker serviks dan terinfeksi HPV.

5. Lemahnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HPV bisa saja hilang dan sembuh dengan sendirinya karena perlawanan kekebalan tubuh kita, jika sistem kekebalan tubuh lemah maka infeksi HPV menjadi tidak bisa teratasi. Penyebab lemahnya sistem kekebalan tubuh diantara bisa disebabkan oleh menidap HIV/AIDS, sedang menjalankan kemoterapi, dan sakit

Pencegahan infeksi HPV

Hidup sehat dan rajin berolahraga adalah hal yang paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit yang akan menyerang tubuh, begitu juga dalam pencegahan infeksi HPV, dengan gaya hidup sehat dan tidak berganti-ganti pasangan, akan menurunkan risiko seseorang untuk terinfeksi HPV.

Selain itu, ada satu cara khusus untuk mencegah infeksi HPV yaitu vaksinasi HPV. Vaksinasi ini berguna untuk melindungi dan melawan infeksi HPV, terutama HPV tipe 16 dan tipe 18 yang diketahui 70% menyebabkan kanker serviks.Vaksinasi yang berguna mencegah infeksi HPV salah satunya adalah Gardasil. Gardasil adalah jenis vaksin HPV yang sanggup melawan empat tipe HPV, diantaranya HPV tipe 16 dan tipe 18.

Vaksinasi HPV tidak hanya di berikan kepada wanita, akan tetapi vaksin ini juga di peruntukkan kepada laki-laki. Memang HPV sangat erat kaitannya dengan kanker serviks pada wanita, namun HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks tapi HPV juga menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, kanker penis, dan kanker vulva pada wanita. Oleh karena itu vaksin HPV diberikan kepada laki-laki maupun perempuan.

References:
• http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs380/en/
• http://www.alodokter.com/hpv

Subscribe to receive free email updates: