Mitos dan fakta beberapa jenis penyakit kanker yang umum terjadi

Banyak sekali mitos-mitos tentang kanker yang beredar dan membingungkan, karena mitos-mitos tersebut seringkali bertolak belakang satu dengan yang lainnya, serta kebenaran informasi yang terkandung di dalamnya cukup meragukan. Tidak adanya sumber yang jelas, membuat informasi yang terkandung di dalam mitos tersebut, tidak bisa dikorfirmasikan langsung kepada narasumbernya. Terkadang malahan kita sebagai orang awam, merasa bingung akan informasi yang ada, apakah ini fakta atau hanya sekedar mitos kanker saja.

Banyaknya sumber informasi seperti media cetak, koran, majalah, media elektronik, televisi, radio, dan internet, membuat informasi yang datang menjadi semakin banyak dan beragam. Hal ini memiliki sisi positif sekaligus negatif. Negatifnya, bila informasi yang disampaikan ternyata bertentangan antara media-A dan media-B, membuat kita sebagai konsumen malah meng-acuh-kan kedua informasi yang disampaikan, padahal mungkin kedua informasi tersebut valid, namun karena telah dilakukan penelitian yang baru, membuat informasi yang tadinya merupakan fakta kanker menjadi mitos kanker karena telah terbantah kevalid-annya dan menjadi tidak relevan lagi.

Berikut beberapa mitos kanker dan fakta yang meluruskaaya, menurut sumber dan penelitian ter-anyar, serta dikelompokkan menurut jenis kanker:

Kanker payudara

Mitos #1: Kanker payudara hanya terjadi pada wanita saja.
Fakta: Payudara adalah organ tubuh yang terletak di bagian dada atau atas dada mammalia, termasuk manusia. Baik wanita atapun pria, sama memiliki payudara. Bedanya, pada pria, payudara tidak berkembang dan tidak menghasilkan susu. Namun, payudara wanita berkembang dan membesar setelah dimulainya masa menstruasi dan payudara wanita bisa memproduksi ASI, setelah wanita melahirkan seorang bayi.

Karena wanita dan pria sama-sama memiliki payudara, maka keduanya pun memiliki risiko dan bisa terkena kanker payudara. Namun,kanker payudara jarang sekali terjadi pada pria, presentasenya hanya 1 persen kanker payudara pada pria dan 99 persen kanker payudara terjadi pada wanita.

Mitos #2: Bra yang memiliki rangka kawat dapat menyebabkan kanker payudara.
Fakta: Beha dengan rangka kawat dapat mengganggu aliran saluran limfatik, sehingga racun akan menumpuk di area payudara, hal ini menyebabkan seseorang yang menggunakan bra dengan rangka kawat ber-risiko mengidap kanker payudara.

Akan tetapi teori diatas telah "kadaluarsa" oleh penelitian terbaru yang mengungkapkan bahwa penggunaan bra dan/atau pakaian dalam lainnya tidak memperbesar risiko seseorang terkena kanker payudara.

Mitos #3: Seseorang dengan payudara kecil, memiliki risiko yang lebih rendah mengidap kanker payudara.
Fakta: Tidak ada korelasi antara ukuran, kepadatan, dan volume payudara terhadap risiko seseorang terserang kanker payudara. Namun, seseorang yang memiliki ukuran, volume, dan kepadatan payudara yang besar, lebih sulit mendeteksi sel kanker di dalam payudaranya, dibandingkan seseorang yang memiliki ukuran payudarah kecil.

Mitos #4: Penggunaan mammograms secara rutin, dapat meningkatkan risiko terserang kanker payudara.
Fakta: Mammograms adalah sebuah alat yang digunakan untuk membantu memantau serta memeriksa jaringan payudara menggunakan X-ray dosis rendah. Mammograms bekerja dengan cara menghasilkan x-ray, lalu x-ray tersebut di lewatkan pada area payudara atau dada, kemudian bagian lain dari mammograms akan menangkap kembali sinar x-ray dan akhirnya tangkapan x-ray tersebut akan menghasilkan gambar.

Namun 10 persen kasus kanker payudara tidak bisa terdeteksi dengan mammograms, hal itu disebabkan oleh jaringan payudara (yang tebal) sehingga sel-sel kanker di dalamnya tidak bisa terlihat dan terdeteksi. Akan tetapi mammograms tetap terbukti mengurangi kematian karena kanker payudara, dengan cara mendeteksi sel-sel abnormal pada payudara sejak dini, sehingga perawatan dan pengobatan kanker payudara bisa dilakukan, walaupun sel-sel kanker yang tumbuh belum menimbulkan gejala.

Jadi, pengguna mammograms ada plus-minusnya, asalkan kita menggunakan secara bijak, mammograms bisa mendeteksi kanker payudara sejak dini tanpa efek radiasi yang justru memperburuk kondisi kesehatan.

Mitos #5: Deodoran merupakan salah satu penyebab kanker payudara.
Fakta: Antiprespirant atau disebut juga deodoran adalah sebuah benda yang mempunyai fungsi mencegah dan menyamarkan bau badan yang kurang sedap di area ketiak. Biasanya deodoran terbuat dari kombinasi antara alkohol dan bahan kimia yang memmiliki bau wangi dan sedap. Bahan penyusun deodoran inilah yang disangkut-pautkan dengan faktor risiko meningkatnya kanker payudara, karena bahan kimia yang terkandung dalam deodoran bisa masuk ke dalam tubuh dan memicu terjadi kanker payudara.

Namun, teori ini tidak terbukti setelah National Cancer Institute (NCI) melakukan penelitian dan tidak menemukan hubungan antara penggunaan deodoran dengan meningkatnya risiko seseorang terkena kanker payudara.

Kanker serviks

Mitos #1: Kanker serviks tidak bisa dicegah, karena pada tahap awal kanker serviks tidak menimbulkan gejala.
Fakta: Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di leher rahim wanita. Infeksi virus HPV, menjadi penyebab utama tumbuh dan berkembangnya kanker serviks. HPV merupakan virus yang menular melalui kulit ke kulit, seseorang akan tertular HPV dari pasangannya setelah berhubungan seks (Intercouse, Oral, atau sentuhan kulit tangan dan kulit kelamin). Tipe HPV 16 dan tipe 18, 70 persen menyebabkan kanker serviks.

Pencegahan infeksi HPV bisa drastis mengurangi risiko wanita menderita kanker serviks, infeksi HPV berkembang sangat lambat sampai menjadi kanker serviks, kira-kira waktu yang dibutuhkan antara 15 sampai 20 tahun. Sebelum menjadi kanker serviks, infeksi HPV terlebih dahulu menimbulkan lesi pra-kanker, jika pada tahap 'lesi pra-kanker' infeksi HPV bisa diketahui, pengobatan dan perawatan akan jauh lebih mudah dilakukan, sayangnya pada tahap ini 'lesi pra-kanker' infeksi yang terjadi tidak menimbulkan geala sama sekali. Untuk dapat mendeteksi lesi pra-kanker, seseorang harus rutin melakukan pap smear atau screening kanker serviks, sedangkan untuk mencegah terinfeksi HPV, seorang wanita harus melakukan vaksinasi HPV, Gardasil.

Jadi, kanker serviks bisa dicegah dengan deteksi dini dengan pap smear atau screening kanker serviks dan mencegah infeksi HPV dengan vaksinasi HPV (Gardasil).

Mitos #2: Jika saat screening kanker serviks terdapat infeksi HPV, itu tanda bahwa anda terserang kanker serviks.
Fakta: Virus HPV memiliki lebih dari 100 jenis, hanya tipe 16 dan tipe 18 yang diketahui 70 persen menyebab kanker serviks, sedangkan jenis yang lainnya hanya menyebabkan kutil di area kelamin yang tidak bersifat kanker. Dan tidak setiap infeksi HPV sudah menjadi kanker servik, dibutuhkan waktu yang cukup lama antara 15 sampai 20 tahun, proses infeksi HPV menjadi kanker serviks.

Jadi, jika saat screening kanker serviks terdapat infeksi HPV, itu BUKAN merupakan tanda adanya kanker serviks, akan tetapi ditemukan sel-sel serviks yang abnormal dan mungkin akan menjadi kanker serviks di masa yang akan datang, jika tidak dilakukan perawatan dan pengobatan.

Mitos #3: Kondom bisa mencegah 100 persen dari kanker serviks.
Fakta: Memang kondom bisa mengurangi penularan virus HPV, akan tetapi kondom tidak bisa 100 persen melindungi dari penularan virus HPV, karena kondom hanya bisa melindungi sebagian kulit kelamin, HPV bisa tumbuh dan berkembang di mana saja, sehingga sentuhan antar kulit yang tidak tertutupi oleh kondom, tetap bisa menularkan HPV kepada pasangan.

Mitos #4: Jika sudah melakukan vaksinasi HPV, tidak perlu lagi mengikuti pap smear.
Fakta: Vaksinasinasi HPV seperti gardasil hanya melindungi dari virus HPV tipe tertentu saja, sedangkan HPV memiliki lebih dari 100 jenis, dan ada tipe lain selain HPV tipe 16 dan tipe 18 yang menyebabkan kanker serviks. Sehingga kita tetap perlu melakukan pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi sel serviks abnormal yang berpotensi menyebabkan kanker serviks.

Mitos #5: Keluarga saya tidak ada yang mengidap kanker serviks, jadi saya tidak akan terserang kanker serviks.
Fakta: Faktor keturunan tidak berpengaruh banyak dalam kanker serviks, bahkan tidak berpengaruh sama sekali. Infeksi Human pappiloma virus (HPV) yang paling dominan menyebabkan kanker serviks, HPV menular saat berhubungan intim dengan pasangan, kontak langsung antara kulit kelamin dapat menyebabkan virus HPV bisa menginfeksi ke pasangan dan akhirnya menyebabkan kanker serviks.

Kanker prostat

Mitos #1: Hanya seseorang yang sudah "tua" yang dapat terserang kanker prostat.
Fakta: Kebanyakan kanker prostat terjadi pada pria dengan usia lebih dari 50 tahun, akan tetapi karena perkembangannya yang lambat serta tidak menimbulkan gejala sama sekali pada tahap awal menyebabkan kanker prostat umumnya baru terdiagnosa pada usia antara 70 - 74 tahun. Dengan kata lain, kanker prostat sangat jarang terjadi pada pria dengan usia di bawah 50 tahun.

Jadi, kanker prostat umumnya "baru" tumbuh dan berkembang pada pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan pria dengan usia yang lebih muda dapat terdiagnosa kanker prostat, jika kanker prostat yang "menghinggapi" termasuk kanker prostat ganas yang pertumbuhan dan perkembangannya cepat.

Mitos #2: Kanker prostat merupakan penyakit menular.
Fakta: Kanker prostat merupakan penyakit kanker yang terjadi karena mutasi genetik, perubahan gen yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh bawaan dari lahir (keturunan), akan tetapi lingkungan dan gaya hidup seseorang bahkan lebih dominan mempengaruhi perubahan gen seseorang.

Jadi, kanker prostat bukan disebabkan oleh virus atau bakteri yang bisa menyebar, sehingga kanker prostat BUKAN merupakan penyakit menular.

Mitos #3: Semua kanker prostate harus diobati sampai tuntas.
Fakta: Umumnya kanker prostat tumbuh dan berkembang sangat lambat serta tidak memunculkan gejala pada tahap awal, bahkan tidak menimbulkan gangguan kesehatan apapun, walaupun pada prostat seorang pria terdapat sel-sel kanker prostat.

Karena semua fakta ini, kanker prostat bisa diabaikan pengobatannya, namun hanya dipantau berkembangannya, jika anda terlalu "berumur" dan berrisiko tinggi jika dilakukan pengobatan kanker prostat atapun jika anda mempunyai penyakit lain yang tidak mungkin dilakukan pengobatan kanker.

Mitos #4: Onani dapat meningkat risiko terserang kanker prostat.
Fakta: Sering ejakulasi dan melakukan aktivitas seksual dapat meningkat risiko kanker prostat mungkin hanyalah mitos saja, sebab dalam penelitian yang lainnya, justru seseorang yang lebih sering ejakulasi memilki risiko yang lebih rendah terserang kanker prostat.

Mitos #5: Kanker prostat akan membunuh setiap penderitanya.
Fakta: Tidak semua kanker prostat tumbuh dan berkembang dengan cepat, akan tetapi jenis kanker kebanyakan tumbuh dan berkembang sangat lambat. Bahkan, seseorang tidak mengalami gangguan kesehatan apapun walaupun di dalam prostatnya terdapat sel-sel kanker prostat.

Memang beberapa pasien kanker prostat akhirnya meninggal dunia, akan tetapi mereka meninggal bukan seratus persen disebabkan oleh kanker prostat, kebanyakan kanker prostat baru terdeteksi pada usia diatas 50 tahun, dan yang menyebabkan seorang pasien kanker meninggal bukan karena kanker prostatnya, karena faktor usia dan penyakit lain yang dideritalah yang lebih dominan yang menyebabkan seorang pasien kanker prostat meninggal dunia.

Kanker darah

Mitos #1: Leukemia adalah satu-satunya kanker darah pada manusia.
Fakta: Kanker darah adalah jenis kanker yang tumbuh dan berkembang pada darah dan sumsum tulang belakang. Sedangkan leukemia lebih spesifik yaitu kanker yang terjadi pada darah dan sumsum tulang belakang, yang umumnya menyerang atau terjadi kelainan pada darah putih atau leukosit. Leukemia sendiri merupakan gabungan dari dua kata bahasa yunani, leukos "putih" dan aima "darah".

Sebenarnya ada tiga macam kanker darah, pertama, leukemia yang mengganggu kinerja sel darah putih, kedua, lymphoma, yaitu jenis kanker darah yang menyerang sistem limfatik dan yang ketiga, myeloma adalah jenis kanker darah yang berpengaruh buruk pada sel plasma dalam darah.

Mitos #2: Kanker darah hanya bisa diderita oleh orang yang sudah dewasa.
Fakta: Kanker darah merupakan jenis kanker yang tidak mengenal usia, terutama leukemia dari anak-anak remaja, sampai dewasa bahkan lanjut usia semua berisiko menderita kanker darah (leukemia).

Kanker otak

Mitos #1: Kanker otak dan tumor otak adalah dua hal yang berbeda.
Fakta: Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali sehingga akan mengganggu sel dan jaringan didekatnya dan kanker mempunyai kemungkinan besar untuk menyebar ke jaringan tubuh lainya. Sedangkan, tumor adalah pertumbuhan dan perkembangan sel yang melebihi batas normal dan tidak terkendali dan tidak menyebar ke jaringan tubuh lainnya.

Tumor dan kanker sebenarnya dua hal yang berbeda, akan tetapi para ahli medis lebih sering menggunakan istilah "tumor otak" ketimbang "kanker otak" karena gejala dan tanda yang muncul sekilas sama.

Mitos #2: Radiasi ponsel dapat memicu tumbuhnya kanker otak.
Fakta: Ponsel/ telepon genggam merupakan perangkat radio bertenaga kecil yang mengirim dan menerima radiasi gelombang radio. Dalam penggunaannya, ponsel sangat sering digunakan sehari-hari dan bisanya kita menggunakannya sangat dekat dengan otak, ketika kita menerima panggilan telepon.

Radiasi seperti x-ray ataupun sinar gamma diketahui menyebabkan kanker, mutasi genetik, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi semua radiasi itu akan berbahaya apabila memilki frekuensi cukup tinggi, tapi, pada ponsel radiasi atau gelombang yang digunakan hanyalah memiliki frekuensi yang rendah, antara 450 - 2.700 MHz.

Jadi, ponsel tidak sepenuhnya dapat memicu kanker, jika dalam penggunaannya kita menggunakannya secara wajar. Peleliti belom bisa menemukan bukti yang pasti tentang hubungan risiko kanker otak dan ponsel.

Mitos #3: Semua tumor otak memiliki gejala dan tanda yang sama.
Fakta: Setiap orang yang terdiagnosa kanker otak (tumor otak) memiliki gejala yang berbeda-beda, gejalanya pun terkadang timbul sangat parah pada orang tertentu, tapi tidak timbul gejala samasekali pada orang lain. Gejala yang umum terjadi pada pasien kanker otak antara lain, pusing, mual dan muntah, penglihatan menjadi blur dan/atau ganda, gangguan pendengaran, kelemahan otot (lumpuh), gangguan keseimbangan, dan lainnya tergantung letak dan jenis tumor yang berkembang.

Mitos #4: Kanker otak adalah jenis kanker yang jarang terjadi.
Fakta: Kanker otak menjadi jenis kanker terbanyak menyebabkan kematian pada anak-anak dibawah usia 20 tahun, dan nomor ketiga penyebab kematian akibat kanker pada dewasa antara 20-39 tahun.

Mitos #5: Pewarna rambut menyebabkan kanker otak.
Fakta: Memang pewarna rambut mengandung zat kimia karsinogenik yang memicu terjadinya kanker, akan tetapi hal ini tidak berefek langsung terhadap risiko terserang kanker otak dan para peneliti belum menemukan bukti yang valid tentang hubungan antara pewarna rambut dan kanker otak.

Sources:
Kanker payudara
• http://www.vemale.com/topik/kanker-payudara/mitos-seputar-kanker-payudara/
• http://meetdoctor.com/mobile/article/mitos-dan-fakta-kanker-payudara
Kanker serviks
• http://www.cancer.med.umich.edu/news/cervical_myths07.shtml
• http://www.alodokter.com/mitos-seputar-kanker-serviks
Kanker prostat
• http://prostatecanceruk.org/about-us/news-and-views/2014/10/the-manual-busting-prostate-cancer-myths#
• http://www.webmd.com/prostate-cancer/prostate-cancer-myths-facts
Kanker darah 
• http://www.alodokter.com/kanker-darah
Kanker otak
• http://www.braintumour.ca/4551/myths-about-brain-tumours
• https://www.cancerwa.asn.au/resources/cancermyths/mobile-phones-myth/

Subscribe to receive free email updates: