10 mitos seputar penyebab kanker dan kesalahpahaman tentang kanker

Bagaimana kanker sebenarnya bisa tumbuh? faktor-faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kanker? Mitos atau informasi yang belum pasti kebenarannya sering beredar di sekeliling kita, biasanya, mitos adalah asumsi masyarakat yang belum melewati penelitian oleh scientis sebagai ahli. Mitos ini bisa saja memiliki kebenaran, bisa juga sebaliknya tidak memiliki kebenaran, bahkan bisa saja mitos memiliki teori yang berlawanan dengan fakta aslinya.

Mitos yang berlawanan dengan fakta-aslinya menyebabkan kesalahpahaman diantara masyarakat, untuk mengatasi hal tersebut, para peneliti melakukan serangkaian penelitian untuk membuktikan kebenaran informasi yang beredar, apakah itu hanya sekedar mitos yang menyebabkan kesalahpahaman, atau itu sebenarnya merupakan teori yang benar, namun belum ada bukti yang mengiringi teori tersebut.
kesalahpahaman tentang kanker
Mitos Kanker
Diantara sekian banyak mitos yang beredar di masyarakat, berikut beberapa mitos penyebab kanker dan kesalahpahaman tentang kanker yang timbul karena teori yang beredar di masyarakat (mitos) ternyata berlawanan dengan fakta-aslinya.

Mitos: Gula membuat kanker lebih parah.
Fakta: Penelitian menunjukkan bahwa sel-sel kanker mengkonsumsi gula (glukosa) lebih banyak dari pada sel-sel tubuh normal. Hal ini bukan berarti bahwa mengkonsumsi banyak gula menyebabkan kanker semakin parah, dan tidak/ mengurangi konsumsi gula menyebabkan sel-sel kanker menjadi tidak memperoleh makanan.

Akan tetapi, konsumsi gula yang berlebihan akan menyebabkan obesitas, nah! obesitas inilah yang menyebabkan faktor risiko terserang kanker menjadi meningkat. Pada beberapa jenis kanker obesitas sangat krusial meningkatkan risiko serangan kanker, obesitas memicu produksi hormon esterogen dan menurunkan produksi hormon testosteron, ketidakseimbangan hormon-hormon ini menyebabkan risiko kanker menjadi meningkat terutama kanker payudara yang memang berkaitan.

Jadi, komsumsi gula TIDAK membuat kanker lebih parah, akan tetapi obesitas (kelebihan berat badan) lah yang memicu meningkatkan faktor risiko terserang kanker menjadi meningkat, bukan mengkonsusi gulanya.

Mitos: Pemanis buatan merupakan salah satu pemicu kanker.
Fakta: Pemanis buatan seperti saccharin, aspartame, cyclamate, dan lainnya berguna untuk memberikan rasa manis pada makanan serta minuman dan sebagai pengganti gula, karena rasa manis yang dihasilkan oleh pemanis buatan (artificial sweetener) lebih kuat daripada rasa manis yang diperoleh dari gula, sehingga jika kita menggunakan pemanis buatan, kalori yang di peroleh akan lebih kecil daripada menggunakan gula biasa.

Memang study menemukan bahwa pemanis buatan menyebabkan kanker kandung kemih, akan tetapi hasil penelitian tersebut ditemukan pada tikus, akibat dari percobaan yang dilakukan di dalam laboratorium. Setelah dilakukan percobaan ulang dan meneliti zat-zat karsinogenik pada pemanis buatan, disimpulkan bahwa tidak ada bukti yang cukup jelas keterkaitan antara pemanis buatan dengan kanker pada manusia, dan pengguna pemanis buatan dinyatakan aman, bila dalam prakteknya digunakan secara wajar dan sesuai dosis yang dianjurkan.

Mitos: Apakah ponsel menyebabkan kanker?
Fakta: Telepon genggam atau ponsel adalah alat komunikasi portable yang menggunakan frekuensi rendah untuk menerima dan mengirim data. Penguna ponsel dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup drastis, hal ini menyebabkan kekawatiran radiasi yang dipancarkan oleh ponsel akan mempengaruhi kesehatan bahkan menyebabkan kanker, penggunaan ponsel yang dekat sekali dengan otak ketika melakukan panggilan telepon, dikawatirkan radiasi yang dipacarkan oleh ponsel, bisa mempengaruhi jaringan otak, dan pada akhirnya menyebabkan kanker otak dan/atau tumor otak.

Benarkah radiasi ponsel menyebabkan kanker? Radiasi bisa menyebabkan kanker, apabila radiasi yang terpancar bisa memutasi genetik. Dalam kasus ponsel, radiasi yang terpancar sangat kecil, hanya berkisar antara 450 - 2.700 MHz, dengan kekuatan puncak 0,1 - 5 watt. Dengan kekuatan radiasi yang kecil tersebut, kecil sekali kemungkinannya bis memutasi gen dalam jaringan tubuh. Dengan kata lain, radiasi ponsel TIDAK menyebabkan kanker.

Mitos: Deodoran memicu tumbuhnya kanker payudara.
Fakta: Antipespirant, bisa juga disebut deodoran merupakan sebuah kosmetik yang beguna mencegah serta menyamarkan bau badan terutama pada bagian ketiak, karena pengaplikasiannya memang pada bagian tubuh di bawah lengan tersebut.

Menurut National Cancer Institute, tidak ada bukti yang kuat, deodorant menyebabkan kanker, terutama kanker payudara. Memang kandungan dari deodorant sendiri merupakan bahan kimia yang mungkin bisa menyebabkab kanker, akan tetapi suatu produk akan diuji terlebih dahulu sebelum beredar, National Cancer Institute (NCI) bersama US Food and Drug Administration (FDA) tidak menemukan zat berbahaya terkandung dalam deodorant.

Mitos: Pewarna rambut menyebabkan tumor otak.
Fakta: Pewarna rambut merupakan suatu bahan yang dapat mengubah warna rambut baik permanen, semi-permanen, maupun temporary. Biasanya bahan yang digunakan sebagai pewarna rambut adalah zat kimia tertentu, bahan kimia ini mungkin saja bersifat karsinogenik/ menyebabkan kanker, nah! disinilah keluar anggapa bahwa pewarna rambut menyebabkan kanker.

Pada penggunaan personal zat kimia yang terkandung dalam pewarna rambut tidak terlalu berefek pada kesehatan, apalagi menyebabkan kanker. Akan tetapi, jika anda seorang penata rambut atau tukang cukur dan sering terpapar bahan kimia pada pewarna rambut dan produk kosmetik lainnya, risiko akan terserang kanker bisa saja meningkat.

Mitos: Apakah kanker menular?
Fakta: Sebenarnya kanker tidak menular, akan tetapi pada kondisi tertentu kanker bisa saja menular langsung (tanpa perantara) dari satu individu ke individu lainnya. Kanker bisa menular langsung, apabila antar individu ini melakukan transplantasi jaringan dan/atau transplantasi organ. Seseorang yang menerima jaringan/ organ dari pendonor yang mempunyai riwayat kanker dalam hidupnya, berrisiko tertular kanker dari organ pendonor, dan akhirnya risiko menderita kanker dimasa depan menadi meningkat.

Kanker sendiri tidak menular, bakteri dan virus yang menyebabkan kanker lah yang bisa menular antar individu. Virus yang sering menyebabkan kanker adalah HPV (Human Pappiloma Virus), terdapat berbagai tipe virus HPV, namun yang diketahui sering menyebabkan kanker, tipe 16 dan HPV tipe 18. Sedangkan, untuk bakteri yang menyebabkan kanker, Helicobacter pylori yang bisa menular dan menyebabkan kanker perut.

Jadi, kanker tidak menular, tapi virus dan bakteri penyebab kanker bisa menular dari satu individu ke individu lainnya. 

Mitos: Jika di dalam keluarga terdapat penderita kanker, apakah saya juga akan menderita kanker?
Fakta: Penyebab utama kanker berasal dari mutasi gen, hanya sekitar 5 - 10 persen yang berasal dari faktor genetik (keturunan). Mutasi gen bisa terjadi pada seseorang karena faktor lingkungan, gaya hidup, dan faktor usia, persentase untuk kanker yang disebabkan oleh mutasi gen berkisar antara 90 -95 persen.

Mitos: Tidak ada seorang pun dalam keluarga menderita kanker, berarti saya tidak akan menrasakan kanker.
Fakta: Faktor genetik (keturunan) hanya menyumbang beberapa persen saja, paling banter hanya menyumbang 10 persen saja, penyebab yang paling dominan tumbuh dan berkembangnya kanker adalah mutasi gen. Mutasi gen bisa terjadi karena berbagai faktor seperti, lingkungan berpolusi, gaya hidup tidak sehat, sampai bertambahnya umur ikut andil dalam bermutasinya gen dalam tubuh.

Jadi, walapun anggota keluarga tidak satu pun yang pernah menderita kanker, anda tetap memiliki risiko jika salah satu faktor yang menyebabkan mutasi gen lekat dengan kehidupan anda.

Mitos: Ternyata, obat herbal bisa menyembuhkan kanker
Fakta: Obat herbal adalah obat-obat yang murni berasal dari alam dan tidak mengandung bahan campuran kimia sintetis. Bahan alam yang bisa digunakan bisa berasal dari tumbuhan maupun hewan, akan tetapi kebanyakan obat herbal berasal dari tumbuh-tumbuhan saja.

Menurut study, obat herbal kurang efektif mengobati kanker, akan tetapi dokter juga tidak melarang penggunaannya dalam pengobatan kanker karena obat herbal terbukti dapat mengurangi side effect yang ditimbulkan oleh pengobatan kanker seperti kemoterapi. Tetapi perlu digaris bawahi, obat herbal tertentu bahkan bisa menimbulkan bahaya bila dikombinasikan dengan kemoterapi ataupun terapi radiasi. Oleh karena itu, selalu konsultasikan penggunaan obat-obatan diluar resep dokter.

Mitos: Biopsi dan operasi kanker menyebabkan sel kanker cepat menyebar.
Fakta: Kemungkinan sel-sel kanker akan menyebar ke jaringan tubuh lain, selama proses biopsi dan operasi kanker tetap ada, walaupun itu kecil sekali. Dokter sangat berhati-hati sekali dan menggunakan metode khusus agar penyebaran sel-sel kanker saat proses biopsi dan operasi pengangkatan tumor bisa di minimalisir. Penggunaan alat yang steril dan penerapan metode operasi yang benar bisa meminimalkan penyebaran sel kanker ke jaringan lain.

Sources:
• National Cancer Institute. Common cancer myths and misconceptions. Accessed on Nov 24, 2015: http://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/myths
Mayoclinic. Cancer cause: Popular myths about causes cancer. Accessed on Nov 24, 2015: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-causes/art-20044714

Subscribe to receive free email updates: