Kanker payudara pada pria atau male breast cancer

Kanker payudara pada pria atau male breast cancer

Menurut data The American Cancer Society, kanker payudara pada pria terdiagnosa sebanyak 1990 kasus baru setiap tahunnya, dari semua kasus kanker payudara pada pria ini, 480 kasus kanker payudara pada pria menyebabkan kematian. WHO, organisasi kesehatan dunia, memperkirakan pada tahun 2030, dua puluh persen pria akan menderita kanker payudara sebelum berumur 75 tahun, dan 16% akan meninggal karena kanker payudara pada pria. Resiko pria mengalami kanker payudara adalah satu banding seribu. Dan kurang dari satu persen kanker payudara terjadi pada pria.

Bagaimana kanker payudara terjadi pada pria? Pria tidak mempunyai payudara seperti wanita, akan tetapi pria maupun wanita sama-sama memiliki jaringan payudara, bedanya pada pria jaringan payudara tidak berkembang, sedangkan pada wanita jaringan payudara akan berkembang dan membesar, setelah wanita yang bersangkutan mengalami masa pubertas.

Male breast cancer atau Kanker payudara pada pria

Kanker payudara adalah penyakit yang sangat jarang dialami oleh pria, dari seribu kasus kanker payudara yang terjadi, hanya satu diantaranya yang terjadi pada pria, sisanya terjadi pada wanita karena jaringan payudara wanita lebih aktif ketimbang pria.

Gejala yang timbul pada pasien kanker payudara pria sangat beragam, umumnya terdapat benjolan di sekitar puting, namun biasanya tanpa disertai rasa sakit. Gejala lainnya pada pasien kanker payudara pria adalah berubahnya kulit yang membungkus payudara menjadi berkerut, kemerahan, dan bersisik, ada juga yang gejalanya keluar cairan dari puting, puting payudara masuk ke dalam, benjolan di puting, kemerahan dan bersisik di puting payudara.

Penyebab pasti timbulnya kanker payudara belum diketahui, tapi para ahli memperkirakan kanker payudara terjadi karena pembelahan sel-sel payudara lebih cepat dari normalnya, dan akhirnya menyebar bermetastasi ke jaringan di dekatnya melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening.

Faktor-faktor risiko kanker payudara pada pria

Faktor risiko bukan merupakan patokan pasti seorang pria akan mengalami kanker payudara, dalam beberapa kasus seseorang tetap menderita kanker payudara walaupun tidak terdapat faktor risiko yang terdeteksi dalam dirinya, sebaliknya ada juga seseorang yang terdeteksi beberapa faktor risiko kanker payudara "bersarang" dalam tubuhnya, akan tetapi ia baik-baik saja dan sehat-sehat saja, tidak timbul sedikit pun gejala maupun penyakit kanker payudara.

Lalu, mengapa kita harus mengetahui faktor risiko kanker payudara pada pria? Dengan mengetahui faktor risiko setidaknya kita bisa lebih waspada dan berhati-hati, kalau bisa menjauhi faktor risiko agar kita tidak takut,  dan dihantui oleh penyakit kanker payudara pada pria. Diantara banyak faktor risiko kanker payudara pada pria, berikut beberapa faktor risiko kanker payudara pada pria:

1. Usia. Semakin "berumur" seorang pria, risiko untuk terkena kanker payudara semakin tinggi karena risiko kanker payudara pada pria meningkat seiring dengan umur. Rata-rata seorang pria menderita penyakit kanker payudara berada pada kisaran umur 68 - 71 tahun.

2. Hormon esterogen. Jika seorang pria menggunakan hormon esterogen sebagai obat, seperti menggunakan hormon estrogen untuk prosedur ganti kelamin atau sebagai terapi hormon untuk penyakit kanker prostat, maka risiko anda untuk menderita kanker payudara pada pria meningkat.

3. Keturunan. Salah satu keluarga anda menderita kanker payudara? Keturunan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatnya risiko kanker payudara pada pria, jika keluarga dekat anda baik pria maupun wanita ada yang menderita kanker payudara, risiko anda mengidap kanker payudara di masa depan akan menjadi dua kali lebih besar.

4. Klinefelter's syndrome. Sindrom klinefelter merupakan sebuah genetik sindrom, klinefelter's syndrom adalah genetik sindrom yang terjadi ketika seorang anak laki-laki terlahir dengan lebih dari satu copi kromosom X. Klinefelter's syndrome menyebabkan anak laki-laki mengalami kelainan pertumbuhan testis, sindrom klinefelter berefek pada sedikitnya produksi hormon androgen dan memproduksi banyak hormon esterogen. Sindrom klinefelter meningkat risiko seorang laki-laki menderita kanker payudara pada pria.

5. Penyakit liver. Jenis penyakit liver, sirosis hati (Cirrhosis of the liver) menyebabkan menurunnya produksi hormon laki-laki (Androgen) dan meningkatkan produksi hormon wanita (Esterogen). Hal ini menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara pada pria.

6. Obesitas. Kelebihan berat badan menimbulkan tubuh menjadi berlemak, sel-sel lemak mengubah hormon androgen menjadi hormon esterogen. Hormon esterogen memicu peningkatan risiko pria menderita penyakit kanker payudara.

7. Radiasi. Pada kondisi tertentu anda mungkin berinteraksi langsung dengan radiasi, seperti anda melakukan terapi radiasi atau radioterapi di bagian dada, radiasi yang terpapar langsung ke daerah dada meningkatkan risiko menderita kanker payudara dan menyebab kanker payudara pada pria di kemudian hari.

8. Testis. Penderita radang testis (Orchitis) maupun operasi untuk mengangkatan testis (Orchiectomy) menyebabkan produksi hormon androgen menurun dan meningkatkan hormon estrogen. Hormon esterogen merupakan pemicu kanker yang baik termasuk meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

9. Gen BRCA. Perubahan gen BRCA1 dan gen BRCA2 merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara pada pria. Seseorang disebut sebagai "Carrier BRCA" atau "Pembawa gen mutan BRCA" apabila mereka mewarisi satu gen BRCA rusak dari salah satu orang tua, dan mewarisi gen BRCA sehat dari orang tua yang lain. Mutasi gen BRCA menyebabkan kanker payudara dan kanker ovarium, sekaligus meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

10. Alkohol. Mengkomsumsi alkohol secara tidak langsung meningkatkan kadar esterogen di dalam tubuh, alkohol juga menghasilkan zat karsinogen dalam tubuh, zat karsinogen ini menyebabkan mutasi gen dan perubahan struktur DNA. Hal ini yang menjadi penyebab alkohol bisa meningkatkan resiko kanker payudara pada pria.

Reference:
•Wikipedia.org/wiki/Male_breast_cancer
•The American Cancer Society
•Mayo Clinic
Read More
Kanker darah Leukemia pada anak, bagaimana cara mengenalinya?

Kanker darah Leukemia pada anak, bagaimana cara mengenalinya?

Kanker darah atau leukemia adalah jenis kanker yang terjadi di dalam darah, lebih tepatnya kanker yang terjadi di jaringan pembentuk darah, yaitu sumsum tulang dan sistem limfatik. Leukemia, nama lain dari kanker darah adalah kanker yang sangat sering terjadi pada anak, persentasenya 30 persen dari keseluruhan kanker anak, selain leukemia kanker yang sering terjadi pada anak adalah kanker retina mata, kanker ginjal, kanker syaraf, kanker kelenjar getah bening dan kanker tulang.

Pada anak, leukemia tidak hanya berbahaya dan mengancam nyawa tetapi juga menyebabkan tekanan emosional, depresi, dan stres. Tidak hanya itu saja, leukemia pada anak juga mengakibatkan orang tua yang merawat si anak ikut mengalami depresi dan stress dan berujung pada melemahnya sistem imut tubuh, tidak nafsu makan dan sakit. Hal ini dikuatkan dengan hasil studi yang intinya menyatakan bahwa 3% orang tua akan sakit parah, karena terlalu memikirkan anaknya yang sakit parah.

Mengenal leukemia pada anak

Leukemia merupakan penyakit kelainan darah, dimana sel-sel darah putih mendominasi dalam darah yang mengakibatkan sel-sel darah lain, sel darah merah dan keping darah, menjadi "langka" keberadaannya di dalam darah. Akan tetapi sel-sel darah putih yang mendominasi bersifat abnormal karena kesalahan saat diproduksi di sumsum tulang.

Leukemia adalah kanker darah yang terjadi karena pembentukan sel darah yang tidak lazim, pembentukan darah sendiri terjadi di sumsum tulang. Empat persen dari berat tubuh manusia terdiri dari sumsum tulang. Sumsum tulang adalah bagian tengah tulang yang lembut dan tentunya menghasilkan sel darah.

Dalam keadaan normal dan lazim, sel darah hanya diproduksi jika dibutuhkan. Tubuh akan mengatur produksi sel darah dengan jalan memberi sinyal, kapan sel darah perlu diproduksi dan kapan harus berhenti produksi.

Jika seorang anak menderita leukemia, sumsum tulang tidak mengindahkan sinyal ini, dan terjadi kekacauan saat sel-sel darah tumbuh dan membelah.

Jenis leukemia pada anak

Berdasarkan kecepatan leukemia berkembang, penyakit ini dibagi menjadi:

1. Leukemia Chronic. Apabila perkembangan leukemia bejalan secara lambat, pasien kanker leukemia kronis mungkin pada awalnya tidak merasakan gejala leukemia karena tubuh masih bisa menolelir sel darah yang abnormal, namun seiring perkembangan leukemia dan sel darah yang abnormal sudah mulai banyak gejala pun mulai mengiringi.

2. Leukemia Acute. Jika leukimia berkembang dengan cepat, penumpukan sel darah akan terjadi dalam sumsum tulang dan darah. Leukemia acute atau leukemia akut menyebabkan gejala leukemia langsung timbul karena perkembang leukemia sangat cepat sekali.

Anak-anak umumya menderita kanker leukemia jenis acute lymphocytic leukemia (ALL), dan acute myelogeneus leukemia (AML).

Gejala leukemia pada anak

Anemia. Anak-anak pasien kanker leukemia umumnya akan terlihat pucat, ini karena kandungan sel darah abnormal yang menyebabkan anemia.

Darah sukar membeku. Kandungan darah yang didominasi oleh sel darah putih, leukosit, menyebabkan kandungan trombosit, keping darah, yang berperan penting dalam proses pembukan darah menjadi terganggu. Akibatnya setiap terjadi luka, darah menjadi sukar untuk membeku.

Sistem imun. Sel darah putih yang abnormal dan immature menyebabkan sistem imun yang bekerja dalam darah setiap terdapat infeksi, tidak bisa lagi berjalan dengan semestinya.

Nyeri tulang. Karena darah menyebar di seluruh tubuh termasuk ke tulang menyebabkan nyeri karena akumulasi sel darah yang abnormal.

Gejala lainnya. Sering juga terjadi pada anak pasien kanker leukemia seperti mimisan, gusi bengkak, kejang, demam, perut yang terlihat membesar, sakit kepala, sesak napas, turunnya berat badan, dan hilangnya nafsu makan.

Reference:
•Wikipedia.org/wiki/Childhood_leukemia
•Medical News Today
Read More
Apa itu kanker serviks? Apa penyebab utama kanker serviks?

Apa itu kanker serviks? Apa penyebab utama kanker serviks?

Menurut WHO, organisasi kesehatan dunia, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia, tapi paling mudah untuk dicegah. Setiap tahunnya terdapat 490.000 kasus baru kanker serviks, dan 270.000 diantaranya menyebabkan kematian, kanker serviks 85% terjadi di negara berkembang. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang bagian leher rahim wanita atau biasanya disebut juga dengan kanker leher rahim. Leher rahim adalah saluran penghubung antara vagina dan rahim, berfungsi untuk jalan masuk menuju rahim melalui vagina.

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim pada wanita, yaitu saluran penghubung antara vagina dengan rahim. Kanker serviks sering terjadi pada wanita produktif dan aktif secara seksual antara dua puluh lima sampai 45 tahun, bukan berarti tidak ada pasien kanker serviks yang diluar usia produktif, di usia berapa pun wanita tetap harus waspada dengan kanker serviks.

Pada stadium awal kanker serviks tidak menimbulkan gejala sama sekali, oleh karena itu sekitar delapan puluh lima persen kanker serviks terjadi di negara berkembang, sebab di negara berkembang, kebanyakan tidak akan pergi ke dokter, rumah sakit, atau pusat kesehatan, jika tidak terjadi keluhan atau masalah. Di indonesia saja baru 5% yang melakukan screening kanker serviks.

Gejala yang sering timbul pada pasien kanker serviks stadium awal sampai lanjut, biasanya nyeri saat berhubungan intim, pendarahan setelah berhubungan seks, keputihan abnormal disertai bercak darah, pendarahan diluar periode menstruasi atau setelah masa menopause, dan gejala umum kanker seperti, kelelahan, mual, penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan.

Penyebab utama kanker serviks

Sebagian besar kanker serviks terjadi pada usia produktif, ini berhubungan erat dengan penyebab utama kanker serviks, yaitu human papillomavirus atau lebih populer disebut HPV. Saat melakukan hubungan intim HPV ikut menular sekaligus menginfeksi leher rahim dan akhirnya menjadi kanker serviks.

Human papillomavirus atau HPV adalah kumpulan virus yang umum menginfeksi saluran reproduksi pria maupun wanita. HPV memiliki lebih dari 100 tipe, namun hanya tiga belas diantaranya yang menyebabkan kanker serviks, dan dua diantara tiga belas tipe 'HPV penyebab kanker serviks' yang sangat sering ditemukan dan berbahaya yaitu HPV 16 dan HPV 18. Keduanya menyebabkan 70% kanker serviks dan lesi pra-kanker serviks.

Reference:
•www.who.int/mediacentre
•Wikipedia.org/wiki/Kanker_leher_rahim
Read More
Kisah pasien kanker otak Tessa Calder yang kreatif dan menghibur

Kisah pasien kanker otak Tessa Calder yang kreatif dan menghibur

Pasien kanker otak mengalami hal-hal yang sulit, frustasi, dan lemah, mungkin itu biasa terjadi untuk pasien kanker sekelas kanker otak. Semua itu wajar karena selain pengobatan penyakit kanker yang panjang dan melelahkan, para pasien kanker otak pasti mengalami gejala kanker otak itu sendiri seperti mual, muntah, dan  masih banyak lagi, yang mengakibatkan turunnya mood untuk beraktifitas, kebosanan, dan lama kelamaan menjadi lemas dan frustasi. Hal tersebut berbeda dengan yang dialami pasien kanker otak yang satu ini.

Kisah pasien kanker otak Tessa Calder yang kreatif dan menghibur
Tessa Cardel berpose seperti "Gandalf's staff".

Tessa Cardel, pasien kanker otak yang kreatif dan menghibur

Kanker otak tidak membuat Cardel (sapaan Tessa Cardel) menjadi terpuruk di atas tempat tidurnya di rumah sakit, walaupun sebenarnya ia juga merasakan masa-masa yang sulit dan mencegahnya untuk selalu tertawa. Cardel menghibur diri dengan mengubah moment-moment kemoterapinya menjadi seni photografi yang menghibur dan menyenangkan.

Tessa Cardel adalah seorang mahasiswi  kedokteran semester empat di Universitas New South Wales, dia menghibur dirinya sendiri sekaligus teman-temannya dengan membuat karya seni fotografi yang kreatif dan menyenangkan bersama teman barunya, tiang penyangga cairan intravena (IV) dalam masa kemoterapi-nya melawan kanker otak.

Cardel didiagnosa oleh dokter terkena kanker otak pada umur 21 tahun, saat itu cardel bekerja di medical center, teman-teman sejawatnya langsung menyarankan untuk melakukan scan ketika mengetahui bahwa cardel mengalami gejala-gejala kanker otak.

Cardel sering merasa nyeri di punggung belakang, pada awalnya dia mengira itu karena ranjang barunya, tapi semakin hari bertambah keluhan itu tidak membaik juga, malahan keluhannya itu, diikuti dengan sering mutah dan ada perasaan aneh di kakinya, lantas ia memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter.

Cardel didiagnosa mengalami metastatic medulloblastoma oleh dokter, ada sebuah tumor di bagian cerebellum (otak kecil), dan telah ber-metastasis (menyebar) ke tulang belakang, yang menyebabkan cardel merasa nyeri di bagian tulang belakangnya, karena sel-sel kanker otak telah menyebar ke seluruh tulang belakangnya.

Saat itu juga, cardel memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor dari otak kecil-nya dan diteruskan dengan radioterapi selama enam minggu. Saat waktu luang antara kemoterapi pertamanya, cardel menggunakan waktunya untuk membuat karya seni fotografi bersama tiang penyangga cairan intravena (IV).

Lalu, cardel meng-unggah karya seni fotografinya tersebut ke media sosial, Facebook. Karena kreatif dan menghibur, foto pertamanya langsung mendapatkan ratusan "likes" dan "comments" dari teman-temannya dan mendorongnya untuk terus berbagi petualangannya dengan 'Francis', tiang penyangga cairan intravena (IV).

Kemudian cardel mengubah semua alat pengobatannya menjadi karya seni fotografi, "Gandalf's staff", "Sapu Harry Potter" dan "Satu set keran bir pada Oktoberfest".

Source:
•www.abc.net.au
Read More
Apa ini kanker otak atau tumor otak?

Apa ini kanker otak atau tumor otak?

Kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal yang terjadi di dalam otak, dekat dengan otak, dan sekitar kepala, bisa juga disebut sebagai tumor otak. Otak sebagai pusat dari tubuh manusia, mengendalikan setiap aktivitas manusia, dan merupakan organ paling vital dari tubuh manusia, sehingga jika terjadi penyakit dalam otak baik itu kanker otak atau yang lainnya, organ-organ lain dalam tubuh juga ikut terganggu, yang pada akhirnya mengalami kegagalan fungsi dan menyebabkan kematian pada manusia. Di seluruh dunia terdiagnosa 18.500 kasus baru setiap tahunnya dan 12.760 diantaranya menyebabkan kematian, pada pasien kanker otak. Di indonesia sendiri kanker otak setiap tahunnya terdiagnosa sebanyak 2.000 kasus kanker otak, kasus kanker otak pada pria lebih banyak sekitar 1200 kasus kanker otak, sedangkan pada wanita hanya sekitar 800 kasus per tahunnya.

Pasien kanker otak

Sebagai pasien kanker, apalagi kanker otak yang notabene kanker yang bersarang di organ paling vital dalam tubuh manusia, otak, fokus kita adalah bagaimana cara mengobati kanker otak se-efektif, cepat, dan tepat, karena bila dibiarkan begitu saja sel-sel abnormal dalam otak ini akan mendesak, memberi tekanan pada jaringan otak yang lain karena tulang tengkorak kepala manusia, apalagi sudah dewasa, tidak bersifat elastis, walaupun yang tumbuh adalah tumor otak jinak (tidak bersifat kanker) berbeda jika kanker tumbuh pada organ lain, seperti payudara contohnya, selain berada diluar tubuh (bukan termasuk organ dalam), pelindungnya juga bersifat elastis sehingga jika terdapat pertumbuhan sel-sel tumor, tidak akan menekan dan menghancurkan jaringan yang ada di sekitarnya, mungkin hanya timbul benjolan.

Namun, kanker otak yang terdeteksi dini, tapi pengobatan tidak dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif, memiliki resiko kerusakan otak, kerusakan pada rongga kepala, pembengkakan otak, dan gangguan panca indera karena terganggunya saraf di otak, bahkan menyebabkan kematian.

Jenis-jenis kanker otak

Dibagi menurut sel-sel bibit kanker berasal, kanker otak dibagi menjadi dua, yaitu kanker otak primer dan kanker otak sekunder. Kanker otak primer adalah kanker otak yang berasal dari dalam otak itu sendiri, sel-sel kanker yang tumbuh dan berkembang murni berasal dari otak, tidak hasil dari metasis (sebaran) dari organ tubuh lain. Sebaliknya, kanker otak sekunder adalah kanker otak yang bibitnya berasal dari hasil metasis (sebaran) dari bagian tubuh lain, yang sebelumnya sudah terkena kanker dan menyebar sampai ke otak.

Kanker otak sekunder tentu harus lebih diwaspadai karena kanker tidak hanya terjadi di otak saja, mungkin sudah tumbuh dan berkembang di seluruh bagian tubuh. Sedangkan kanker otak primer, masih tumbuh dan berkembang di satu tempat saja yaitu otak.

Diagnosa kanker otak

Teknologi yang semakin canggih membuat angka harapan hidup pasien kanker otak menjadi semakin tinggi, pasalnya dengan tehnologi, kita bisa mendeteksi kanker lebih dini, bisa mengetahui letak sel-sel kanker otak lebih tepat, sehingga dokter bisa memutuskan dengan tepat tindakan apa yang harus diambil.

Berikut teknologi yang digunakan untuk membantu mendiagnosa pasien kanker:

1. CT-Scan. Digunakan untuk mempermudah mengetahui ukuran lesi, jumlahnya, dan lokasi kanker otak dengan tepat tanpa menggunakan prosedur bedah.

2. Magnetic Resonance Image (MRI). Fungsinya hampir sama dengan ct-scan yaitu mendeteksi ukuran, bentuk, dan lokasi tumor otak, tetapi data yang didapat lebih akurat.

3. Radiografi sinar-X. Membantu untuk mengetahui ada tidaknya tekanan dalam rongga kepala, kerusakan bagian dari tulang kepala,dan gejala lainnya karena kanker otak.

4. Electroencephalography (EEG). Dapat mengetahui penurunan amplitudo dan perlambatan frekuensi disekitar lokasi sel-sel kanker otak.

Kanker otak atau tumor otak

Dokter lebih sering menggunakan istilah "tumor otak" dibandingkan "kanker otak" karena dalam kasus tumor otak jinak (tidak bersifat kanker) memiliki gejala yang hampir sama dengan kanker yaitu mempengaruhi, mengganggu, dan menekan jaringan di sekitar tempat di mana sel-sel tumor itu tumbuh, padahal dalam kasus kanker pada bagian tubuh lain, tumor jinak tidak mempengaruhi jaringan tubuh yang lain.

Reference:
•Wikipedia.org/wiki/Tumor_otak
Read More
Kisah inpiratif pasien kanker dalam "Surat kecil untuk tuhan"

Kisah inpiratif pasien kanker dalam "Surat kecil untuk tuhan"

Perjuangan seorang penderita kanker memang sangat menginspirasi banyak orang, walaupun dalam keadaan kesakitan, frustasi, lemah, dan tak berdaya, mereka tetap tegar dan terus menjalani hidup. Kita sebagai orang yang masih diberi kesehatan, wajib mensyukuri setiap detik nikmat sehat yang telah diberikan oleh-Nya. Kita baru bisa merasa bahwa sehat itu nikmat sekali, tatkala kita diberikan ujian sakit, apalagi penyakit yang diujiakan sekelas kanker. Sedikit informasi, kanker adalah penyebab terbanyak nomor dua penyebab kematian di dunia, prestasi penyakit kanker ini hanya bisa disaingi oleh kecelakaan (accident).

Kisah Inspiratif

Surat kecil untuk tuhan adalah sebuah film yang menceritakan tentang kisah inspiratif pasien kanker, di dalam film ini dikisahkan seorang gadis bernama Gita Sesa Wanda Cantika yang mengalami kanker, lebih tepatnya kanker jaringan lunak yang bersarang di bagian wajahnya. Karena kanker ini wajah menjadi kurang cantik dan kurang sedap untuk dipandang, walaupun begitu dia tetap bersemangat menjalani hidup dan masih tetap bersekolah, seakan-akan tidak terjadi apa-apa dan menjalani setiap detik kehidupan layaknya gadis normal lainnya.

Dokter sebenarnya telah memvonisnya tinggal berumur 5 hari, tapi dengan semangat dan perjuangannya, dia mampu bertahan hingga tiga tahun. Dia dinyatakan terkena kanker jaringan lunak sejak duduk di bangku sltp (setara smp), namun semangat belajar di sekolah tidak pernah sedikitpun luntur, walaupun mungkin kanker yang bersarang di tubuhnya berefek buruk pada tubuhnya dan mempengaruhi kosen di kontrasinya dalam mengikuti pelajaran di sekolah.

Walaupun dokter sudah memperkirakan umurnya tidak panjang lagi, itu tidak menghalanginya untuk tetap berprestasi di sekolah, tercatat ketika dia mengikuti ujian kelulusan smp-nya, dia menjadi juara di sekolahnya dengan "merebut" nilai terbaik, yang mengantarkannya ke jenjang berikutnya yaitu sekolah menengah atas.

Sejak pertama kali dokter memberikan vonisnya, sebenarnya disadari atau tidak kondisi keke (panggilan Gita Sesa Wanda Cantika) terus mengalami penurunan, hal ini semakin terasa ketika keke akan mengikuti ujian kelulusan smp-nya, sadar umurnya tidak lama lagi, dia bertekad ingin lulus dari smp, dan melanjutkan ke sma, walaupun saat itu kondisi tubuhnya bisa dibilang sudah lemah sekali.

Dengan tekad yang kuat dan diiringi dengan do'a, akhirnya tuhan menjawab segala impiannya untuk lulus dari bangku smp dan dengan nilai yang fantastis pula. Tapi perjuangannya terhenti seketika, tatkala keke harus mengakui kekuatan kanker yang bersarang ditubuhnya, menghentikan perjalan panjang peruangannya, tepat setelah sehari menikmati indahnya bangku sma.

Hikmah

Kita tidak boleh putus asa apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. Dengan tekad yang kuat, bekerja keras, dan diiringi dengan do'a, semua cita-cita kita niscaya akan tercapai, cepat atau lambat. Kesuksesan tinggal masalah waktu, jika kita bekerja keras dan tidak pernah meninggalkan tuhan.
Read More
Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Anak-anak di Dunia

Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Anak-anak di Dunia

Apa saja jenis-jenis kanker yang sering terjadi pada anak? Kanker memang sebuah penyakit yang tidak kenal usia, dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, sampai lanjut usia pun mempunyai resiko dan rentan terjangkit penyakit mematikan ini.

Data WHO menyebutkan 4 persen dari keseluruhan penderita kanker di dunia adalah anak-anak, 160.000 kasus baru kanker anak ditemukan setiap tahun dan 90.000 diantara meninggal dunia akibat kanker anak ini. Penyebab terjadinya kanker pada anak menurut WHO, 5-15 persen diakibatkan oleh faktor genetik, kurang dari 5-10 % akibat faktor lingkungan, dan 75-90 % tidak diketahui faktor pasti penyebab kanker anak. Bahkan kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada anak setelah kecelakaan.

Jenis Kanker yang Sering Terjadi pada Anak-anak di Dunia
Apa saja jenis kanker yang sering terjadi pada anak?

Jenis-jenis kanker pada anak


Kanker yang diderita anak berbeda dengan kanker yang terjadi pada orang dewasa, penanganannya seharusnya berbeda dengan pasien karker yang telah dewasa, keunikan dan perbedaan yang mencolok antara anak-anak dan dewasa diantaranya, anak-anak masih memiliki harapan hidup yang tinggi, anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh khusus seperti halnya orang dewasa, perkembangan fisiologi anak-anak masih bersifat dinamis, anak-anak masih bergantung penuh pada orang dewasa dalam menjalani hidup, baik dalam pemilihan tempat tinggal, makanan, dan yang lainnya.

 Berikut ini merupakan jenis-jenis kanker yang sering "menghinggapi" tubuh anak-anak dari seluruh dunia:

1. Leukemia. Kanker jenis ini paling sering dan banyak diderita oleh anak-anak dari seluruh dunia, jumlahnya mencapai tiga puluh persen dari keseluruhan jumlah kanker anak, leukemia disebut juga kanker darah adalah kanker yang menyerang sel-sel yang menghasilkan darah di dalam sumsum tulang, efeknya sumsum tulang yang telah terinfeksi sel-sel kanker leukemia akan menghasilkan sel-sel darah yang abnormal, umumnya sel-sel darah yang abnormal terjadi pada leukosit.

Saat leukemia "menghinggapi" seorang anak jumlah leukosit atau sel darah putih akan diproduksi secara berlebih dan abnormal, hal ini menyebabkan sel-sel darah lain selain sel darah putih akan terganggu perkembangannya. Gejala yang timbul akibat leukemia antara lain, nyeri di tulang dan persendian, lemas dan kelelahan, pucat, pendaran, demam, kehilangan berat badan, dan pembengkakan disekitar perut.

2. Retinoblastoma. Sering disebut kanker retina mata, retinoblastoma adalah kanker yang terjadi pada retina, daerah di belakang mata yang sangat sensitif terhadap cahaya. Retinoblastoma dapat menyerang salah mata atau bahkan keduanya. Gejala yang timbul akibat retinoblastoma adalah terdapat bercak putih di tengah-tengah bola mata, penglihatan terganggu, anak menjadi juling, dan apabila tidak cepat ditangani dengan benar bola mata akan semakin menonjol ke depan dan bisa menyebar ke otak melalui syaraf penglihatan.

3. Wilms tumor. Kanker ini sering ditemukan pada anak usia 3-4 tahun, dan jarang sekali ditemukan pada anak yang berusia lebih dari enam tahun. Wilms tumor disebut juga kanker ginjal, karena jenis kanker ini di temukan di bagian ginjal anak,. Gejala yang timbul karena kanker wilms tumor adalah demam, mual, nafsu makan berkurang, terdapat darah di urin. Wilms tumor akan menimbulkan benjolan dan pembengkakan di sekitar perut, disertai rasa kurang nyaman.

4. Neuroblastoma. Kanker jenis ini menyumbang 6 % dari keseluruhan kanker anak, kanker neuroblastoma sering terjadi pada bayi dan anak yang berumur kurang dari sepuluh tahun, bahkan neuroblastoma sudah berkembang sejak anak masih di dalam kandungan, sewaktu embrio masih berkembang atau janin. Neuroblastoma sering disebut kanker syaraf, berkembang hampir di semua bagian tubuh, bisa di mata, leher, rongga dada, perut, tulang, tapi gejala khas dari neuroblastoma adalah demam, menyebabkan pembengkakan di daerah perut (abdomen), dan nyeri di tulang, bahkan bisa menyebabkan patah tulang.

5. Lymfoma. Kanker kelenjar getah bening, sebutan untuk lymfoma, mulai berkembang dan tumbuh dari sel-sel limfosit di dalam sistem kekebalan tubuh. Menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak, selangkangan, dan lainya. Gejala yang ditimbulkan oleh kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah bembengkakan di kelenjar getah bening disertai nyeri, demam, penurunan berat badan, kelelahan, sering berkeringat, dan gejala lain tergantung, dimana lymoma tumbuh dan berkembang.

6. Rhabdomyosarcoma. Disebut juga kanker otot lurik, berkembang hampir di semua jaringan otot rangka. Kanker otot lurik atau rhabdomyosarcoma adalah kanker yang menyerang otot lurik atau otot rangka, yaitu otot yang menggerakkan dan mengontrol anggota tubuh seperti tangan, kaki dan sebagainya, rhabdomyosarcoma memiliki presentase 3% dari keseluruhan kanker yang terjadi pada anak. Gejala yang terjadi bila terkena kanker otot lurik tergantung di mana area yang terjangkit rhabdomyosarcoma.

7. Osteosarcoma dan Ewing sarcoma. Keduanya merupakan bagian dari kanker tulang, biasanya terjadi pada anak-anak yang sudah besar dan remaja, tapi segala macam umur memiliki resiko, kanker tulang menyumbang 3% dari keseluruhan kanker anak.

Osteosarcoma lebih sering terjadi pada remaja, kanker tulang ini biasanya berkembang pada tulang yang memiliki perkembangan yang cepat seperti di dekat ujung tulang kaki dan lengan. Ewing sarcoma jenis kanker tulang ini lebih jarang ditemukan, sering berkembang di tulang kemaluan (panggul), tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang pada kaki. Ewing sarcoma adalah kanker tulang yang menyebabkan nyeri pada tulang dan pembengkakan.

Reference:
• www.who.int/ceh
• American Cancer Society.
Read More
Apa itu kanker prostat? Siapakah yang beresiko terkena kanker prostat?

Apa itu kanker prostat? Siapakah yang beresiko terkena kanker prostat?

Menurut WHO, organisasi kesehatan dunia, kanker prostat merupakan kanker yang sering menyebabkan kematian, terutama pada pria. Masih menurut WHO, kasus kanker prostat mencapai 1,1 juta kasus di tahun 2012, dan 307 ribu diantara dinyatakan meninggal dunia. Kanker prostat adalah kanker yang menyerang bagian prostat, prostat sendiri merupakan kelenjar yang termasuk ke dalam sistem reproduksi pria, yang tugasnya menghasilkan cairan yang keluar bersama sperma saat terjadi ejakulasi. Prostat terletak di depan rektum, bagian paling akhir dari usus besar, di bawah kantong kemih, penampung urin sementara, dan mengelilingi uretra, saluran penghubung antara kantung kemih dan penis.

Kanker prostat

Apa itu kanker prostat? Kanker prostat adalah kanker yang yang terjadi di dalam kelenjar prostat, yang mnyebabkan terganggunya fungsi utama prostat sebagai organ reproduksi pria, dan apabila terjadi pembengkakan karena kanker, prostat akan mengganggu kerja uretra, karena letaknya memang melingkari saluran uretra.

Gejala yang mungkin timbul akibat kanker prostat adalah seringnya buang air kecil di malam hari, anyang-anyangen atau kantong kemih terasa selalu penuh, terasa nyeri saat buang air kecil, terdapat darah dan/atau sperma di dalam urin, tidak nyaman di area pinggul, dan nyeri tulang apabila kanker prostat sudah ber-metastasis (menyebar) ke area tulang.

Menyebarnya kanker prostat ke organ tubuh yang lain seperti tulang, dan kelenjar getah bening disebabkan pada stadium awal hampir tidak terjadi keluhan apapun sehingga seseorang yang terserang kanker prostat tidak menyadarinya dan lebih fatalnya tidak melakukan tindakan apapun.

Resiko

Dari semua kasus kanker prostat, dua per tiganya ditemukan di negara maju. Mungkin ini dikarenakan perkembangan kanker prostat yang lambat, bahkan sel-sel kanker prostat bisa non-aktif bertahun-tahun dalam prostat tanpa menunjukkan gejala apapun, sehingga kanker prostat tidak terdeteksi sejak dini, namun ketika keluhan terasa tahu-tahu kanker prostat sudah stadium lanjut, bahkan mungkin sudah menyebar kemana-mana, sehingga sangat sulit untuk diatasi.

Faktor-faktor berikut menyebabkan resiko kanker prostat meningkat dalam menyerang seseorang:

1. Usia lanjut. Kanker prostat jarang sekali di temukan pada pria berumur muda, rata-rata pengidap kanker prostat berada di umur lebih dari 50 tahun ( x > 50 tahun). Kenapa kanker prostat hanya menyerang pria lanjut usia? Hal ini diakibat oleh lemahnya daya tahan tubuh pria "berumur". Faktanya 8 dari 10 pria, terdapat sel-sel kanker prostat di dalam tubuhnya, dan pria-pria tersebut tidak merasakan gangguan kesehatan apapun.

2. Genetik. Pria memiliki resiko dua kali lebih rentan terkena kanker prostat, apabila anggota keluarga prianya, ayah, saudara, kakek, dll, juga mengidap kanker prostat.

3. Hormon. Testosteron menjadi kambing hitam disini, tapi faktanya belum bisa dipastikan hubungan antara kadar hormon testosteron dengan resiko penyakit kanker prostat.

4. Kanker lain. Jika anda pernah terkena kanker sebelumnya, resiko anda terkena kanker prostat akan naik menjadi dua kali lipat. Para peneliti menemukan bahwa pria yang pernah mengidap kanker ginjal, kanker kandung kemih, kanker paru-paru, kanker tiroid, membawa sel-sel kanker prostat dan sangat rentan terkena kanker prostat.

5. Gaya hidup. Orang dengan gaya hidup sehat, berolah raga teratur, beristirahat cukup, melakukan diet yang sehat, dan melakukan kehidupan yang sehat, nurunkan resiko terserang kanker prostat. Untuk masalah makanan, ternyata teh hijau, kedelei, dan selenium, tidak mencegah sel-sel kanker prostat untuk berkembang, padahal pada penelitian sebelumnya bahhan makana ini dinyatakan bisa mencegah berkembangan sel-sel kanker protat.
Read More
Apa penyebab kanker payudara? Mungkin 10 faktor ini jawabannya

Apa penyebab kanker payudara? Mungkin 10 faktor ini jawabannya

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang akrab sekali dengan wanita, bukan berarti pria tidak bisa terkena kanker payudara, tapi kanker payudara dominan diderita oleh kaum hawa. Di tahun 2010 kemarin, kanker payudara terdiagnosa mencapai angka 12.014 kasus, dari seluruh rumah sakit di indonesia (SIRS 2010) dan tidak sedikit pasien yang terdiagnosa kanker payudara meninggal dunia, karena jenis kanker ini masih menempati urutan pertama kematian yang disebabkan oleh kanker. Sedangkan WHO, organisasi kesehatan dunia, menyebutkan bahwa kanker payudara masih menjadi primadona sebagai jenis kanker pembunuh.

Sebenarnya belum bisa dipastikan apa penyebab kanker payudara, tapi para ahli menduga faktor-faktor berikut erat sekali kaitannya dengan kanker pembunuh ini:

1. Genetik. Faktor keturunan atau genetik menjadi berpengaruh besar, apabila anggota keluarga lain seperti orang tua, kerabat, anak, dan anggota keluarga lain yang memiliki hubungan darah langsung, terlebih dahulu telah terdiagnosa kanker payudara. Anda harus segera melakukan screening apabila salah satu anggota keluarga anda telah di-diagnosa kanker payudara karena resiko anda juga akan terkena kanker di masa depan akan menjadi dua kali lebih besar.

2. Jenis kelamin. Tidak bisa dipungkiri kebanyakaan penderita kanker payudara adalah wanita, walaupun pria bisa saja terkena kanker payudara, karena baik pria ataupun wanita, sama-sama memiliki payudara. Sedangkan untuk perbandingannya, wanita seratus kali lebih beresiko daripada pria.

3. Gaya hidup. Orang dengan gaya hidup sehat memiliki resiko yang lebih kecil terkena kanker payudara daripada orang yang melakukan gaya hidup tidak sehat. Olahraga teratur, tidak merokok, dan minum minuman keras bisa memperkecil resiko kanker payudara menghampiri tubuh anda.

4. Usia. Memang kanker payudara tidak saja menyerang orang yang "ber-umur", tapi banyak dari penderita kanker payudara yang masih tergolong muda. Hal yang menyebabkan usia menjadi faktor penyebab kanker dikarena kekebalan tubuh seseorang yang masih muda tentu saja lebih baik dari kekebalan tubuh seseorang yang sudah tua.

5. Hormon. Saat-saat mendekati masa mentruasi dan masa setelahnya hormon di dalam tubuh seseorang akan mengalami perubahan yang cukup drastis, perubahan ini tidak saja menyebabkan jerawat bermunculan, tetapi bisa saja memicu kanker payudara. Namun tidak sekedar itu saja, terapi hormon setelah masa menopause juga bisa memicu timbulnya kanker payudara.

6. Obesitas. Kegemukan merupakan faktor yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan berbagai jenis kanker termasuk kanker payudara. Baik pria maupun wanita yang obesitas memiliki peluang yang tinggi memicu terjadinya kanker payudara, sebab seseorang yang mengalami obesitas tentu kadar lemak dalam darahnya tinggi, lemak ini memicu diproduksinya hormon estrogen, hormon ini termasuk pemicu kanker yang baik dari pada tembakau dalam rokok. Belum lagi kadar kolesterol yang tinggi juga dalam darah seseorang yang mengalami obesitas, kolesterol memiliki efek yang hampir sama dengan hormon estrogen.  

7. Menstruasi & Menopause. Apabila anda terlalu dini mengalami masa menstruasi dan terlambat saat menopause, resiko menderita kanker payudara akan lebih tinggi. Masa mestruasi disebut dini, apabila telah mengalami mentruasi sebelum umur 15 tahun, dan menopause terlambat, bila telah berumur lima puluh lima tahun tapi belum mengalami menopause.

8. Radiasi. Pancaran radiasi, baik radiasi alami dari alam maupun radiasi buatan manusia, sama-sama memiliki efek yang buruk bagi kesehatan dan memicu timbulnya kanker payudara.

9. Pil kb. Mengkonsumsi pil kb bisa mengganggu kestabilan hormon estrogen, tidak stabilnya hormon ini meningkatkan resiko kanker payudara.

10. Merokok. Zat kimia yang terkandung di dalam rokok, digadang-gadang menjadi penyebab utama, mengapa rokok berefek buruk bagi kesehatan dan juga menimbulkan kanker payudara. Tidak hanya pe-rokok aktif yang memperoleh efek buruk ini, tetapi orang yang terpapar asap rokok atau pe-rokok pasif juga ikut merasakan efek yang tidak baik ini. Zat kimia karsinogen di dalam rokok seperti, hidro karbon aromatik polisiklik, yang dihasilkan dari sisa-sisa pembakaran, nikotin, terdapatdi dalam tembakau dan puluh-an zat-zat karsigen lain memicu dan memperbesar risiko dan menjadi penyebab kanker payudara.
Read More
Apa sih perbedaan antara tumor dan kanker?

Apa sih perbedaan antara tumor dan kanker?

Kanker akhir-akhir menjadi bahan perbicangan yang hangat di tengah masyarakat. Pasalnya di tahun 2012 yang lalu, kasus penyakit kanker terdeteksi mencapai angka 14,1 juta kasus baru dan 8,2 juta diantaranya meninggal dunia, data tersebut berdasar dari Globocan 2012, yang mana Globocan 2012 adalah proyek WHO yang bertujuan untuk memperkirakan kejadian serta kematian yang diakibatkan oleh kanker. Walaupun lima puluh persen lebih penderita kanker meninggal dunia, bukan berarti penyakit ini tidak bisa disembuhkan.

Kanker

Kanker adalah sebuah penyakit degeneratif yang timbul akibat adanya pertumbuhan sel abnormal pada jaringan tubuh seseorang, yang menyebabkan terganggunya jaringan tubuh di sekitar area kanker tersebut tumbuh dan tidak menutup kemungkinan sel kanker ini akan ber-metastasis ke jaringan tubuh yang lain melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening (sistem limfatik).

Disebut penyakit degeneratif karena kanker biasanya timbul seiring bertambahnya usia, hal ini diakibatkan oleh ber-mutasi-nya sel-sel normal dalam tubuh menjadi sel-sel abnormal yang pertumbuhannya tidak terkendali karena sel-sel ini terus tumbuh dan membelah tapi tidak melewati proses kematian (apoptosis). Akan tetapi jaman sekarang kanker tidak lagi identik dengan atau menyerang seseorang yang sudah "ber-umur", hal ini akibat dari banyak radikal bebas dari polusi, baik polusi udara, polusi air dan lainnya yang berdampak semakin rentan-nya sel-sel tubuh untuk mengalami perubahan sel atau ber-mutasi.

Sel kanker juga mempunyai kemungkinan untuk ber-metastasis. Apa itu metastasis? Metastasis adalah penyebaran kanker dari jaringan awal ke jaringan tubuh lain, biasanya melalui sirkulasi darah dan/atau sistem limfatik.

Ciri khas kanker bisa dikenali dari beberapa aspek seperti: pertumbuhan dan pembelahan sel-sel kanker cenderung tidak terkendali karena gen yang berada di dalam sel tersebut telah berubah atau ber-mutasi, karena pembelahan dan pertumbuhan sel yang tak terkendali ini, ditambah tidak adanya fase kematian sel sehingga jaringan tubuh atau sel-sel "sehat" yang berada di dekat sel-sel kanker ini berada akan memperoleh atau terganggu dan yang pasti kalo sudah kanker, apalagi sudah stadium lanjut, pasti sel-sel abnormal ini akan ber-metasisatau menyebar.

Tumor

Apa itu tumor? Tumor adalah pembengkakan yang disebabkan oleh pertumbuhan dan pembelahan sel-sel abnormal, tumor dapat berupa benjolan atau dalam tahap awal hanya berupa lesi. Namun, pada umumnya masyarakat mengetahuinya sudah dalam bentuk benjolan.

Dalam banyak kasus tumor dibedakan menjadi dua, berdasarkan ada tidaknya kemampuan untuk ber-metastasis atau menyebar ke jaringan lain di dalam tubuh.

Pertama, tumor jinak adalah jenis tumor yang hanya berupa benjolan dan tidak bisa menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain, tetapi tetap saja harus diwaspadai dan diobati tentunya, karena tumor jinak mungkin tidak bisa menyebar ke area lain dalam tubuh tapi benjolan tumor jinak bisa bertambah massanya menjadi besar, dikarenakan di dalam benjolan ini terdapat sel-sel abnormal yang pertumbuhannya tak terkendali.

Kedua, tumor ganas merupakan jenis tumor yang memiliki benjolan sekaligus bisa menyebar ke jaringan tubuh lain melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Biasanya sebelum menjadi tumor ganas terlebih dahulu melewati fase tumor jinak, dan tidak sedikit ketika dokter men-diagnosa sudah berupa tumor ganas sebab dalam beberapa kasus, tumor atau benjolan tidak disertai dengan rasa sakit sehingga pasien menggapnya tidak berbahaya dan membiarkannya tanpa berkonsultasi pada dokter. 

Perbedaan

Baik tumor ataupun kanker sama-sama penyakit berbahaya jika tidak ditangani dengan benar dan di-deteksi dini, serta mencegahnya dari dini dengan berolah raga, bergaya hidup sehat, dan pastinya menghindari segala sesuatu yang memicu terjadinya penyakit kanker.

Perbedaan yang mencolok antara tumor dan kanker adalah ada tidaknya kemampuan menyebar atau menyerang jaringan tubuh lain atau biasanya disebut metastasis. Jika sudah diketahui pasti itu kanker, cepat atau lambat sel-sel kanker akan menyebar melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Namun, jika hanya berupa tumor, apalagi tumor jinak bisa dipastikan tidak akan ber-metastasis ke jaringan lain.

Kalau ditelisik menurut ada tidaknya benjolan, pemenangnya adalah tumor. Kenapa? Karena tumor yang berada di dalam tubuh (tak terlihat mata) maupun di luar tubuh (terlihat), pasti terdapat benjolan. Karena pada hakekatnya tumor adalah tumpukan massa jaringan yang abnormal. Sedangkan kanker bisa saja terdapat benjolan, namun ada juga kanker yang tidak memiliki benjolan seperti, kanker darah atau leukemia.

Jika diamati lebih dalam lagi, sel-sel kanker pembelahan dan pertumbuhannya tidak sama bentuknya dengan sel induk, namun sel-sel tumor walaupun pertumbuhannya tidak terkendali tapi bentuknya masih menyerupai sel induk.
Read More