Kalender - Bulan Kanker Awareness

Kalender - Bulan Kanker Awareness

Kanker awareness adalah kegiatan meng-edukasi masyarakat luas akan bahaya kanker, pemeriksaan dini kanker, ataupun hanya memberi pemahaman dasar akan penyakit kanker. Tujuan dari kanker awareness adalah membuat masyarakat lebih aware mengenai kanker dan seandainya dirinya atau orang terdekatnya terindikasi timbul gejala kanker, dia tau itu apa dan selanjutnya tahu langkah apa yang mesti dilakukan.

Setiap bulan bahkan sepanjang tahun, sebenarnya kita bebas mau awareness kanker jenis apa, namun terdapat kebiasaan internasional yang mem-pakemkan bulan serta jenis kanker awareness, berikut daftarnya:

Bulan Kanker Awareness
January
Kanker serviks awareness
February
Pencegahan kanker nasional
Maret
Kanker kolon awareness
Kanker ginjal awareness
April
Kanker testis awreness
Kanker esofagus awareness
Mei
Melanoma kanker kulit awareness
Kanker otak awareness
Kanker kandung kemih awareness
Juni
Bulan survivor kanker nasional
Juli
Sarcoma awareness
Agustus
[kosong]
September
Kanker anak awareness
Kanker ginekologi awareness
Kanker limpoma awareness
Kanker leukemia awareness
Kanker ovarium awareness
Kanker tiroid awareness
Kanker prostat awareness
Oktober
Kanker payudara awareness
Kanker liver awareness
November
Kanker pangkreas awareness
Kanker paru-paru awareness
Kanker perut awareness
Desember
[kosong]

January

Bulan Kanker Serviks Awareness. Hanya terjadi pada wanita, kanker serviks merupakan jenis kanker teratas penyumbang kematian pada wanita. Sesuai dengan namanya, kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada mulut rahim (serviks) seorang wanita, mulut rahim sendiri merupakan saluran penghubung antara vagina dan rahim.

February

Bulan Pencegahan Kanker Nasional. Pada bulan ini, kita diajak bersama-sama untuk mencegah penyakit kanker sejak dini, dimulai dari diri sendiri, keluarga terdekat, serta lingkungan sekitar. Ada berbegai macam cara untuk mmencegah kanker diantaranya mengetahui apa itu kanker? faktor apa saja yang menyebabkan kanker, dll.

Maret

Bulan Kanker Kolon Awareness. kolon adalah bagian ujung dari sitem pencernaan, kolon terdiri dari tiga bagian; usus besar, rektum, dan anus. kanker kolon adalah kanker yang bersarang diantara ketiga bagian kolon tadi, namun lebih sering tumbuh di usus besar. Biasanya, kanker kolon berawal hanya berupa polip (tumor jinak) di dinding-dinding usus, namun apabila dalam fase ini tidak ada tindak lanjut, bisa jadi polip akan terus berkembang menjadi kanker.

Bulan Kanker Ginjal Awareness. Kanker ginjal mungkin sedikit jarang terdengar, namun jenis kanker ini menjadi momok untuk sebagian orang dan patut diwaaspadai. Kenapa? karena fungsi ginjal sangat krusial bagi tubuh kita, dan apabila terserang kanker dapat dipastikan kerjanya akan ikut terganggu juga.

April

Bulan Kanker Testis Awareness. Kebanyakan kanker testis bisa disembuhkan, namun perlu deteksi dini agar kanker tidak menyebar (metastasis) ke bagian tubuh yang lain, karena beberapa gejala kanker testis bahkan tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.

Bulan Kanker Esofagus Awareness. Esofagus merupakan bagian tubuh berbentuk tabung yang berfungsi menyalurkan makanan dari tenggorokan ke perut atau lazim disebut kerongkongan. Berarti, kanker esopagus adalah kanker yang tumbuh & berkembang di kerongkongan; dan umumnya bersifat ganas atau cancerous.

Mei

Bulan Melanoma Kanker Kulit Awareness. Di Indonesia jenis kanker ini jarang sekali terjadi, namun pada beberapa negara sub-tropis dan penganut lifestyle tanning (berjemur) angka kejadiannya cukup banyak. Kenapa? karena kanker kulit salah satunya diakibatkan karena papar sinar matahari (ultra violet) langsung yang berlebihan.

Bulan Kanker Otak Awareness.

Bulan Kanker Kandung Kemih Awareness

Juni

bulan survivor kanker nasional

Juli

bulan sarcoma awarness

Agustus

[kosong]

September

bulan kanker anak awareness
buian kanker ginekologi awareness
bulan kanker limpoma awareness
bulan kanker leukemia awareness
bulam kanker ovarium awareness
bulan kanker tiroid awareness
bulan kanker prostat awareness

Oktober

bulan kanker payudara awareness
bulan kanker liver awareness

November

bulan kanker pangkreas awareness
bulan kanker paru-paru awareness
bulan kanker perut awareness

Desember

Read More
Aldi Taher Divonis Kanker Kelenjar Getah Bening, Limfoma Hodgkin

Aldi Taher Divonis Kanker Kelenjar Getah Bening, Limfoma Hodgkin

Aldiansyah Taher atau Aldi Taher divonis kanker getah bening, sebuah kanker yang menyerang sistem limfatik dan sering disebut Limfoma.

Aldi Taher Divonis Kanker Limfoma Hodgkin
Aldi Taher Kanker - Foto: IG @alditaher_official


Biodata Aldi Taher

Aldiansyah Taher atau lebih populer disebut Aldi Taher merupakan seorang musisi dan aktor berkebangsaan Indonesia. Aldi begitu ia biasa dipanggil merupakan seorang pria kelahiran Jayapura 33 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 25 Oktober 1983.

Ia memulai karirnya dengan mengikuti ajang pencarian model pada majalah Aneka Yes! pada tahun 2011, dimana majalah ini merupakan majalah yang fokus di pangsa pasar remaja puteri.

Aldi juga sempat membintangi beberapa iklan dan berperan di MTV, dan ia semakin dikenal luas setelah membintangi sebuuah video klip Ada Band berjudul Manusia Bodoh.

Sempat berumah tangga dengan Dewi Persik akan tetapi harus kandas di tengah jalan, Aldi Taher kemudian bertunangan dengan seorang dokter gigi, Georgia Aisyah, pada 17 Mei 2014. Lalu, resmi menikah pada 25 oktober di tahun yang sama.

Aldi Taher divonis Kanker

Gejala yang ditemukan Aldi pertamakali, muncul sebuah benjolan di daerah leher, kemudian ia memeriksakannya ke dokter. Dari sinilah diketahui bahwa Aldi mengidap kanker getah bening, Limfoma Hodgkin.

"Dari pemeriksaan itu dokter bilang bahwa Aldi kena Limfoma Hodgkin atau kanker kelenjar getah bening." Ujar Aldi.

Diakuinya hal tersebut terjadi 3 bulan yang lalu, saat mendengar diagnosa dokter tersebut Aldi mengaku terkejut.

"Terkejutlah, tapi gak papa, Aldi harus tetap semangat, demi keluarga, istri, dan anak," ungkap Aldi.

Untuk mengatasi kanker tersebut, Aldi mengaku sedang menjalankan kemoterapi.

"Sudah dua kali, minta doanya biar lancar dan sehat lagi," harapnya

Selain menjalankan pengobatan yang disarankan oleh dokter, untuk menguatkan sisi psikologi dan meningkatkan pengetahuan tentang kanker, Aldi juga banyak bertanya pada survivor kanker.

"Banyak nanya sama Ria Irawan, dia sih kasih sarannya jaga pola makan, hidup, terus semangatin juga," ujar Aldi.

Aldi Taher menngatakan bahwa ia sekarang masih fokus pada kesembuhannya dari Limfoma Hodgkin,

Lantas, benarkah ia berencana mundur dari dunia entertainment?

"Fokus pengen sembuh dulu, banyakin istirahat, Aldi harus tetap semangat demi keluarga, istri juga anak," paparnya.

Kabar bahwa Aldi Taher divonis kanker getah bening juga sampai ketelinga sahabatnya, Bobby Maulana, dan kebetulan juga merupakan sesama anggota trio Ubur-ubur bersama Aldi Taher, Bobby Maulana, dan Ucup Nirin.

Bobby mengaku bahwa ia mendengar kabar itu dari Aldi Taher langsung, mendengar hal tersebut ia mengaku terkejut.

Pasalnya, Bobby mengaku bahwa Aldi selama ini terlihat baik-baik saja dan sehat. Bahkan terakhir bertemu saat manggung di acara pencarian bakat penyanyi dangdut pantura, Aldi terlihat sehat wal afiyat.

"Dia kayak biasa saja, ceria. terus dia gag terlihat sakit, gemuk badannya. Pas dikasih tahu kagetlah!" ujar Bobby.

Meski kaget dan merasa sedih, Bobby mengaku akan terus memberi support serta semangat kepada sahabatnya itu.

“Mohon doa dari semua juga, biar cepat sembuh. Terus kemoterapinya juga lancar, katanya udah yang kedua kali ya? Yah, mohon doa pokoknya,” pinta Bobby.

Source: http://pojoksatu.id/seleb/2016/10/27/divonis-kanker-getah-bening-aldi-taher-minta-doa/
Read More
Perdebatan Setelah Meninggalnya Aktris Tiongkok Xu Ting Karena Kanker

Perdebatan Setelah Meninggalnya Aktris Tiongkok Xu Ting Karena Kanker

Aktris Tiongkok Xu Ting meninggal karena kanker Limpoma, sebuah kanker yang menyerah sistem limfatik yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh.

setelah-meninggalnya-aktris-xu-ting-karena-kanker
Xu Ting

Mungkin kabar kematian sudah sering kita dengar dan bukan hal yang istimewa lagi. Namun kabar kematian Xu ini berbeda dari yang lain, kenapa? karena selain Xu Ting merupakan publik figur dan banyak mendapat sorotan, ia juga lebih memilih pengobatan alternatif (TCM) pengobatan tradisional china untuk mengobati kanker Limpoma-nya yang memang agak diragukan keabsahan penggunaan serta keefektivannya.

Sampai-sampai, Kepala Departemen Pengobatan Tradisional Cina di Chinese Academy of Medical Sciences di Beijing, Dr. Feng Li mengeluarkan pernyataan dengan menuliskan editorial pada surat kabar online People.cn bahwa pengobatan tradisional china tidak bisa disalahkan atas kematian Xu Ting.

Selengkapnya tulisan Dr Feng Li sebagai berikut:
Apakah TCM buruk untuk mengobati tumors? Terlepas dari apakah itu Pengobatan barat dan TCM.

Tumor ganas (kanker) tidak bisa diobati hanya dengan menggunakan satu metode. Kanker membutuhkan pendekatan disintesis, menggabungkan metodologi baik timur maupun barat.

Sebagai contoh, ketika pendekatan barat seperti Radiologi, Kemoterapi, dan Operasi sangat efektif meringankan tumor. TCM efektif dalam hal berbeda yaitu mengatasi gejala yang timbul seperti mual, muntah, edema, dan rasa nyeri ketika terapi ala barat.

Apabila kanker sudah bisa dikendalikan, TCM membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan, dan meminimalkan agar tumor tidak kambuh kembali. Tidak masuk akal menghilangkan salah satu pengobatan dan menggunakan yang lain secara penuh.

Tak seorang pun dokter professional yang bisa menentukan dengan pasti yang terbaik antara TCM atau Pengobatan Barat.

Kedua pengobatan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap kasus kanker memerlukan penanganan yang spesifik tergantung pada stadium dan patologi kanker itu sendiri.

Olehkarena itu dalam pengobatan kanker, tidak cukup hanya dengan akupuntur maupun bekam saja. Bukan berarti bekam dan akupuntur tidak berguna, sebaliknya pengobatan tersebut hanya ditempatkan padda kondusi yang salah.

Kejadian ini merefleksikan pola pikir beberapa pasien dalam pemilihan opsi pengobatan, beberapa takut rasa sakit dan efek samping yang ditimbulkan oleh Kemoterapi maupun Terapi Radiasi. Keluar dari ketakutan psikologi tersebut, para pasien memilih opsi yang tidak terlalu menimbulkan rasa sakit seperti yang dijanjikan oleh pengobatan tradisional China (TCM). Beberapa bahkan beranggapan bahwa TCM mempunyai kejuatan mistik yang sanggup menyembuuhkan penyakit apapun.

Selain itu, penyebaran informasi sains modern mengenai pengobatan kanker tidak cukup, baru setelah merasakan timbulnya penyakit dalam dirinya, banyak yang merasa kebingungan dan putus asa lalu mencari dokter yang memilki solusi. ini adalah situasi yang benar-benar perlu kita semua hindari.

Saya merekomendasikan ketika seorang pasien baru mengetahui penyakitnya, silahkan pergi ke rumak sakit terpercaya dan dapat bantuan medis.

Pada tingkat nasional, perlu ada peningkatan regulasi dan pengawasan, sehingga pasien dapat menerima tingkat pengobatan standart.

Sepanjang pengalamannya dengan kanker, Xu Ting tetap optimis dan menggunakan kapasitasnya sebagai publik figur untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan.

Suatu saat salah seorang penggemarnya menuliskan kata-kata penghibur untuk Xu, kemudian dia menjawab dengan bijak bahwa dia sempat bertemu salah seorang pasien kanker lain yang lebih butuh bantuan dari dia

Dia juga menyumbangkan sebagian uangnya untuk anak-anak yang penderita kanker dan mendorongnya untuk tetap positif dengan keadaan.

Sebagai wujud sikap optimisnya Xu mengatakan "Saya percaya tanpa keraguan sedikit pun, bila kita terus maju tanpa rasa takut, optimis, dan keberanian, maka sesuatu yang ajaib akan terjadi pada kita."
Read More
Xu Ting, Aktris Cina yang Meninggal Karena Kanker Limpoma

Xu Ting, Aktris Cina yang Meninggal Karena Kanker Limpoma

Karena menganggap Kemoterapi terlalu menyakitkan dan memperpendek umurnya, Xu Ting, 25 tahun, seorang artis muda Cina memutuskan untuk memakai pengobatan tradisional Cina (TCM) untuk mengobati penyakit kanker Limpoma-nya, sebuah kanker yang menyerang sistem limfatik yang berhubungan dengan kekebalan tubuh.

Namun belakangan, Xu berpaling dengan 'kenyakinannya' itu, disebabkan ia merasakan sendiri bahwa TCM juga tidak kalah sakit, ditambah dorongan maupun desakan dari penggemar sampai keluarganya sendiri untuk mempertimbangkan kembali agar ia mengikuti Kemoterapi.

Berkat dorongan kuat dari saudara perempuannya, akhirnya Xu mau mengikuti kemoterapi. Namun kondisinya sudah teramat lemah  begitu juga dengan imun tubuhnya, sehingga pada 7 September 2016 Xu menghembuskan nafas terakhirnya tidak lama setelah memulai Kemoterapinya.

xu-ting-aktris-cina-meninggal-karena-kanker-limpoma
Xu Ting dan Kanker Limpoma

Xu Ting merupakan aktris Tiongkok berbakat, cantik, dan masih muda 25 tahun, ia sempat muncul dalam serial televisi Dad Home dan komedi Lost in Macau.

Pada Juli 2016, Xu mengungkapkan pada 300.000 penggemarnya dalam akun media sosial Weibo, bahwa ia menderita kanker Limpoma, sebuah kanker yang menyerang sistem limfatik yang merupakan bagian penting dari kekebalan tubuh.

"Tidak peduli berapa lama aku hidup, aku ingin menikmatinya dengan bahagia," tulis Xu pada postingannya di sosial media Weibo.

Xu juga menambahkan bahwa ia tidak ingin menjalani Kemoterapi, pengobatan terbaik saat ini untuk kanker Limpoma, sebab ia beranggapan Kemo justru memperpendek umurnya, takut terhadap efek samping yang ditimbulkan, dan terlalu sakit.

Karena ketakutanya terhadap pengobatan modern tersebut, Xu memilih pengobatan tradisional Cina (TCM) sebagai penggantinya, walaupun ia juga ragu bahwa itu bisa mengatasi Kankernya.

Kemudian. pada 24, Juli ia memposting sebuah gambar di Weibo, ketika ia menjalani terapi tradisional Cina.
xu-ting-aktris-cina-meninggal-karena-kanker-limpoma

"Terus-terang, pengobatan tradisional Cina juga menyakitkan," tulis Xu Ting.

Semua prosedur TCM yang ia jalani tak menghasilkan kemajuan yang berarti, Xu cenderung lebih lemas dari sebelumnya karena menahan sakit selama terapi tersebut.

Saudara Xu merasa kesal dengan semua itu, dan menuduh master TCM melakukan penipuan terhadap Xu Ting.

Pada bulan Agustus, saudaranya berhasil membujuk Xu untuk melakukan Kemoterapi.

Akan tetapi sangat di sayangkan, kondisi dan kekebalan tubuh Xu Ting sudah terlanjur menurun akibat terapi yang dilakukan sebelumnya.

18 Agustus 2016 adalah kali terakhir Xu melakukan interaksi dengan Weibo-nya. Dalam kesempatan itu Xu mengungkapkan bahwa ia merasakan rasa sakit yang luar biasa akibat dari kombinasi antara rasa nyeri dari kanker Limpoma dan rasa sakit efek samping dari Kemoterapi. Dan ia berharap sakit itu agar segera menghilang diikuti penyakit kankernya.

Dan tidak lama kemudian berhembus kabar bahwa Xu Ting terlah menghembuskan nafas terakhirnya, tidak lama setelah ia memulai Kemoterapinya bahkan masih pada bulan yang sama, Agustus.

Kematian Xu Ting akibat kanker Limpoma kemudian menimbulkan kontroversi di media, tentang penggunaan dan keefektifas TCM yang memang digunakan Xu sebelumnya.

Dr. Feng Li, Kepala Departemen Pengobatan Tradisional Cina di Chinese Academy of Medical Sciences di Beijing kemudian membuat stament bahwa pengobatan tradisional China (TCM) tidak bisa disalahkan atas kematian Xu Ting.
Read More
Plastik sebabkan penyakit kanker dan kemandulan?

Plastik sebabkan penyakit kanker dan kemandulan?


"Dapat Menyebabkan Kanker dan Mandul, Hindari Masak Lontong Dibungkus Plastik"
- Selasa, 9 Agustus 2016
Plastik sebabkan penyakit kanker dan kemandulan?
Begitulah headline dari salah satu media massa online yang membuat saya tergelitik mencari tahu kebenarannya. (Bagi sahabat yang ingin tahu isinya bisa dilihat di tautan).

Akhirnya saya melakukan pencarian lewat media mbah google dan mendapatkan beberapa fakta menarik.

Sumber pertama yang saya dapat adalah dari CANSA, suatu asosiasi ahli kanker di Afrika selatan.
Disitu disebutkan bahwa:

1. Polimer itu tidak bahaya, yang bahaya monomer.
2. Dari monomer ini yang paling berbahaya adalah BPA (Bisphenol A)
3. Ada beberapa plasticiser (bahan aditif pada plastik) yang berbahaya (list ada pada tautan)
4. Sebagian besar plastik aman.
5. Salah satu dari plasticiser yang bahaya adalah DEHP yang menyebabkan masalah fertilitas sampai resistensi insulin.
6. Hati-hati dengan botol minum bayi yang mengandung BPA. (Sumber tautan)

Sumber kedua adalah dari Cancer Research UK pada artikel tentang botol plastik.
Disitu disebutkan bahwa tidak ada bukti bahwa memasak makanan dalam plastik kontainer di microwave dapat meningkatkan resiko kanker. (Sumber ada pada tautan)

Sumber ketiga adalah dari Canadian cancer society pada artikel yang berjudul "Microwaves and plastic containers"
Intinya untuk menghindari dari substansi berbahaya yang mungkin ada dalam plastik, sebaiknya memasak dengan menggunakan plastik khusus yang aman untuk dipanaskan. (Sumber ada pada tautan)

Jadi pada intinya, tidak semua plastik itu berbahaya. Karena sebagian besar plastik memiliki bahan yang aman dan ada beberapa plastik khusus yang memang disiapkan untuk bisa dipanaskan.

Oleh karena itu, kita bisa memilih plastik yang aman, terutama untuk makanan yang dipanaskan.
Mungkin karena kontrol produksi plastik di Indonesia susah dilakukan, ada baiknya untuk memakai bahan alami seperti dedaunan.

Dan last quote "Mencegah lebih baik daripada mengobati"
Salam sehat :)

Penulis: Muhammad Afif SF

Tulisan asli disini
Read More
Jurnal Addiction: Hubungan Kausal antara Konsumsi Alkohol dan Kanker

Jurnal Addiction: Hubungan Kausal antara Konsumsi Alkohol dan Kanker

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Addiction menunjukkan bahwa alkohol dan kanker memiliki hubungan kausal, artinya tanpa pengetahuan mekanisme biologis tentang bagaimana alkohol menyebabkan kanker pun, kita dapat menyimpulkan bahwa alkohol menyebabkan kanker atau secara singkat bahwa alkohol (secara langsung) dapat menyebabkan kanker.

Dalam Jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa tidak hanya peminum alkohol berat saja yg beresiko terkena kanker, namun peminum alkohol ringan sampai moderat (sedang) juga terindikasi berresiko kanker. Semakin tinggi dosis komsumsi alkohol maka semakin tinggi pula persentase resiko terkena kanker, namun bukan berati mengkomsumsi alkohol hanya segelas tidak menyebabkan kanker.

Jurnal addiction menyebutkan tujuh area tubuh yang rentan terpapar kanker karena alkohol yaitu oropharynx (bagian tengah tenggorokan), larynx (tenggorokan), oesophagus (kerongkongan), liver (hati), colon (usus besar), rectum (rektum), dan female breast (payudara wanita).

Hubungan Kausal antara Konsumsi Alkohol dan Kanker
Jurnal Addiction: Konsumsi Alkohol dan Kanker
"Ada bukti yang kuat bahwa Alkohol menyebabkan kanker di tujuh lokasi dalam tubuh, bahkan lebih," Jurnal Addiction.

Peneliti dari Department of Preventive and Social Medicine Universitas of Otago, New Zealand, Professor Jennie Connor dalam Jurnal Addiction mengungkapkan bukti epidemiologi yang mendukung hubungan kausal (sebab-akibat) antara konsumsi alkohol dan kanker orofaring, kanker laring, kanker esofagus, hati, usus besar, rektum, dan kanker payudara pada perempuan.

Hubungan Kausal antara Kanker dan Alkohol


Meskipun dari penelitian yang sebelumnya sudah ada bukti keterkaitan antara alkohol dan kanker, namun dalam penelitian ini Dr. Jennie Connor memaparkan bahwa hubungan keduanya seperti antara dua variabel atau kausal. Hubungan kausal merupakan hubungan bersebab akibat atau saling terkait antara dua variabel yang mana tanpa pengetahuan biologis tentang bagaimana alkohol menyebabkan penyakit kanker, bisa disimpulkan begitu saja bahwa konsumsi alkohol menyebabkan kanker atau singkatnya "Alkohol secara langsung menyebabkan kanker".

Menurut Wikipedia, hubungan kausal atau kausalitas adalah prinsip sebab-akibat; ilmu atau pengetahuan  yang secara otomatis bisa diketahui tanpa memerlukan pengetahuan maupun ilmu perantara yang lain.

Implikasi Alkohol terkait Tujuh Jenis Kanker


Dr. Connor menyebutkan tujuh tempat dalam tubuh yang terkait resiko kanker ketika mengkonsumsi Alkohol; bukti epidemiologi dapat mendukung bahwa Alkohol menyebabkab kanker orofaring, laring, esofagus, hati, usus besar, rektum dan kanker payudara pada wanita.

Prof. Dame Sally Davies, Chief Medical Officer untuk Inggris, menyampaikan akhir-akhir ini dalam sidang parlemen, "Apakah yang saya lakukan ketika saya meraih gelas anggur. Berpikir: saya ingin segelas anggur atau apakah saya ingin meningkatkan risiko saya sendiri terkena kanker payudara? Saya mengambil keputusan setiap kali saya memiliki segelas wine."

Dosis Alkohol terhadap Penyakit Kanker


Peminum Alkohol dari golongan berat, moderat, bahkan ringan sama-sama beresiko mengalami penyakit Kanker, akan tetapi resiko seorang peminum tergantung jumlah Alkohol yang dikonsumsinya. Dr. Jennie Connnor mengatakan, "Semua ini ada hubungan dosis-respons."

Professor Jennie Connor menambahkan, "Resiko terberat ada pada golongan peminum alkohol berat, namun beban yang cukup berat di alami oleh peminum ringan maupun moderat, sebab distribusi minum dalam populasi.

Hal ini sangat kontras dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan komsumsi alkohol dengan dosis tepat dapat menguntungkan penderita penyakit kardiovaskular, namun pernyataan penelitian itu diiringi skeptisme yang cukup tinggi. Kemudian Jurnal Addiction membawa angin segar dan membenarkan skeptis tersebut.

Oleh karena itu, Pemerintah terkait dihimbau untuk benar-benar membatasi peredaran alkohol di masyarakat dan mengawasi secara ketat perizinannya serta menindak tegas peredaran Alkohol illegal

References:
• Professor Jennie Connor: "Jurnal Addiction:Alcohol consumption as a cause of cancer" Accessed on Sept 18, 2016: Available online (PDF - 00 MB)
• Department of Preventive and Social Medicine, University of Otago: "New review concludes evidence for alcohol causing cancer is strong" Accessed on Sept 18, 2016: Available on The Web.
Read More
Kursi roda Untuk Anak Penderita Kanker Neuroblastoma

Kursi roda Untuk Anak Penderita Kanker Neuroblastoma

Evelyn Moore, seorang anak asal Edmonto, Kanada didiagnosa tumor Neuroblastoma pada usia belia, 4 bulan. Untuk mengatasi tumornya tersebut Evelyn menjalani kemoterapi, akan tetapi ketika kemoterapi telah berjalan delapan kali, kabar buruk datang kepadanya dan orang tuanya. Tumor yang bersarang di tulang belakang Evelyn mendesak syarafnya di T4, membuat ia harus mengalami kelumpuhan dari lengan sampai ujung kaki. Namun, orang tua Evelyn tidak menyerah begitu saja, mereka membuatkan kursi roda dari kursi Bumbo dan roda sepeda kecil sebagai sarana mobilitas buah hati tercinta agar ia tetap bisa bergerak aktif selayaknya anak seusianya. Hal ini disambut baik oleh Evelyn, ia terlihat langsung bisa mengoprasikan kursi roda modifikasi itu.

Evelyn Moore


Kursi Roda Evelyn dan Neuroblastoma
1. Evelyn Moore, Anak Penderita Neuoroblastoma
2. Kehidupan Evelyn setelah Kelumpuhan.
3. "Evelyn sangat senang dengan kursi rodanya," kata ibunya.

Evelyn Moore, Anak Penderita Tumor Neuroblastoma


Evelyn moore adalah seorang anak dari Edmonto, Kanada. Ketika ia baru menginjak umur 4 bulan, secara mengejutkan dokter mendiagnosanya dengan neuroblastoma --kanker syaraf yang terjadi akibat sejumlah sel belum matang/berkembang-- stadium 4.

Neuroblastoma sendiri merupakan jenis kanker yang berkembang pada fase awal perkembangan sel di jaringan syaraf sel tertentu, sering kali ditemukan pada fase embrio atau janin.

Balita cantik ini sempat melakukan kemoterapi untuk menanggulangi penyakit tersebut, namun harus terhenti pada kemo ke-delapan, lantaran sel kanker telah menjalar sampai ke area tulang belakangnya di T4. Akibat hal tersebut, Evelyn mengalami kelumpuhan dari bawah lengan sampai ujung kakinya.

Kehidupan Evelyn setelah Kelumpuhan


Tidak menyerah begitu saja dengan keadaaan, orang tua Evelyn berupaya agar anak perempuannnya bisa bergerak bebas seperti anak seusiannya.

"Ketika itu saya sedang berselancar di Pinterest --media sosial berbasis berbagi konten menarik--, saya menemukan sebuah kursi roda yang cukup menarik," kata ibu Evelyn.

Seketika itu bu Moore --ibu Evelyn-- memperlihatkannya kepada ayah Evelyn, dan bertanya kepadanya, "Apakah ia bisa membuat seperti ini?"

Mereka berdua kemudian menuju ke toko perkakas setempat, dan pulang dengan sejumlah barang bawaan. Dirumah mereka membuat sebuah kursi roda modifikasi dari alas pemotong dapur, kursi Bumbo, dan roda sepeda kecil.

"Evelyn sangat senang dengan kursi rodanya," kata ibunya.


Reaksi Evelyn ketika itu begitu gembira. Ia pertama bisa mengendalikan kursinya dengan berjalan mundur, lalu pelan-pelan bisa berjalan kedepan. Bisa berbelok ke kanan-kiri, dan sekarang Evelyn mampu menendalikan penuh. Ia mulai bisa meluncur dengan cepat di tengah ruang tamu.

Orang yang pertama kali melihat Evelyn begitu terkejut sekaligus senang, dan begitu kagum dengan bu Moore karena ia memperlakukan anak perempuannya seperti anak seumurannya.

Source: http://www.dailymail.co.uk/femail/article-3744173/Baby-s-parents-make-DIY-wheelchair-paralysed-tumour-spine.html
Read More
Perjuangan Pevita Pearce Melawan Tumor Payudara

Perjuangan Pevita Pearce Melawan Tumor Payudara

Bintang muda berbakat pemeran "Dinda" dalam film 5CM, Pevita Pearce dikabarkan mengidap tumor payudara dan harus menjalani operasi pengangkatan tumor untuk mengatasi penyakitnya tersebut. Sebenarnya, ia sudah dua tahun lalu mengetahui tentang penyakit tumor payudaranya itu melalui pemeriksaan yang dilakukannya di Kuala Lumpur, Malaysia, tapi ia sengaja menyembunyikannya dari media dan kalayak umum dan baru membuka soal penyakitnya tersebut sesaat sebelum prosedur operasi pengangkatan tumor yang di lakukan di Prince Court Medical Center, Kumala Lumpur, Malaysia, melalui sebuah video yang diunggahnya di jejaring sosial, Snapchat.

Ia beralasan menyembunyikan riwayat penyakitnya tersebut karena tidak ingin dikasihani dan mengungkapkannya mendadak sesaat sebelum operasi untuk menginspirasi sekaligus mengedukasi bahwa semua orang bisa terkena tumor ataupun kanker payudara dan kita harus aware sama breast cancer (kanker payudara) serta menjaga kesehatan karena kesehatan itu penting dan mahal harganya. Dan yang lebih penting, kita harus menjaga makanan dan rutin medical check up, "Sebenarnya, aku (pevita pearce) sempat mengira tumor payudara yang saya diderita sekarang ini hanyalah sebuah kutil, tumor jinak yang tumbuh di kulit." Ungkapnya.

Setelah sempat heboh dengan videonya di Snapchat, Pevita kembali mengunggah beberapa gambar dan video di akun sosialmedianya yang lain, yang mendapatkan sambutan positif dari netizen dan mendoakanya agar cepat sembuh serta dukungan untuk tetap kuat.

Pevita Pearce melawan kanker-tumor payudara
Pevita Pearce setelah operasi melawan tumor payudara

Pevita Pearce dan Kanker Payudara

1. Biodata Pevita Pearce
2. Pevita Pearce Mengungkapkan Menderita Tumor Payudara
3. Pevita Selfie Sebelum Operasi
4. Kegembiraan Pevita Pearce Setelah Operasi
.
Biodata Singkat Pevita Pearce

Nama lengkap Pevita Pearce adalah Pevita Cleo Eileen Pearce, dara kelahiran Jakarta 6 Oktober 1992 ini merupakan anak ke-2 dari tiga bersaudara. Pevita Pearce merupakan salah seorang aktris dan pemain film Indonesia, dia merupakan keturunan Banjar - Inggris, dimana ibunya, Ernie Auliasari berasal dari Banjarmasin sedangkan ayah, Bramwell berasal dari Inggris. Ia pertama kali dikenal di dunia film berkat akting pertamanya di film layar lebar Denias, Senandung Di Atas Awan yang sempat bereedar di tahun 2006, dengan menjadi Angel. Pada akhir 2007, ia kembali di percaya untuk bermain film di layar lebar Lost in Love sebagai Tita dan pada 2012 di film 5CM sebagai "Dinda".

Pevita Pearce: Ungkapkan Bahwa Ia Menderita Tumor Payudara

Pada Senin, 11 April 2016, Pevita Pearce secara mengejutkan mengungkapkan sebuah fakta bahwa dirinya mengidap sebuah tumor payudara dan akan melakukan prosedur pengangkatan tumor besok pagi di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan mengunggah sebuah video di akun Snapchat pribadinya @PearcePev, Pevita mengungkapkan bahwa selama 2 tahun terakhir ini dia (Pevita Pearce) menyembunyikan sebuah fakta dari semua orang. Dia dan keluarganya 2 tahun lalu melakukan pemeriksaan kesehatan di Kuala Lumpur, Malaysia, yang hasilnya ada tiga buah tumor di payudaranya, di sebelah kanan ada satu dan di kiri dua. Namun, Pevita menyembunyikannya rapat-rapat dari Media, sehingga tidak seorangpun yang tahu riwayat penyakitnya itu, termasuk salah seorang sahabat dekatnya, Cinta Laura. Cinta mengungkapkan, "Aku baru tahu dia sakit setelah melihat akun Snapchat Pevita, I tottally support her. Aku berharap dan berdoa segala yang terbaik buat dia."

Disamping menyembunyikan rahasia tersebut, sebenarnya Pevita Pearce hanya tidak mau dikasihani atas riwayat penyakitnya tersebut. Akan tetapi akhirnya, ia mengungkapkan semua rahasia tersebut menjelang prosedur operasi pengangkatan tumor payudara, dengan alasan untuk menginspirasi dan mengedukasi semua perempuan diluar sana agar lebih aware dengan kanker payudara, dan mendoakan agar kejadian ini tidak terjadi pada kalian (Penggemar Pevita) serta memberitakan saran untuk menjaga kesehatan, menjaga pola makan, dan segera check up secara rutin.

Pevita Pearce Lawan Tumor Payudara: Sesaat Sebelum Operasi, Pevita Pearce Lakukan Selfie

Tidak hanya membuat kehebohan via Snapchat, menjelang operasi dan telah memakai pakain operasi lengkap dengan penutup kepala berwarna biru, Pevita malah melakukan selfie dan menguploadnya di akun Instagramnya @PevPearce, tak pelak aksinya itu membuat banyak sekali pengikutnya yang segere nimbrung di kolom komentar, kebanyakan dari mereka simpatik dan memberi dukungan serta doa kepala Pevita agar operasiya lancar dan cepat sembuh. "Semoga lancar ya kak operasinya, diberikan kesehatan seperti sedia kala," dukung salah seorang fans Pevita.

Pevita Pearce Melawan Tumor Payudara: Kegembiraan Pevita, Setelah Operasi Tumor Payudara

Usai prosedur operasi pengangkatan tumor, Pevita terlihat langsung bercanda dengan sahabatnya yang ikut menemani ia di Prince Court Medical Center, sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam akun Snapchatnya Pevita kembali mengunggah sebuah video yang menampilkan ia dan kedua sahabatnya bernyanyi dan berjoget sesaat setelah ia kembali dari ruang operasi, lagu yang di pilih mereka (Pevita dan temannya) mungkin merupakan gambaran isi hati dan pikiran Pevita sendiri yaitu "Survivor", sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Destiny's Child. Walapun terlihat sedikit pucat dan lelah ia mencoba untuk tetap tersenyum serta sesekali mengucapkan terima kasih kepada para follower yang telah mendoakannya. "Terima kasih banyak, guys. Udah selesai operasinya, dan semua lancar, thank you atas doanya, love you," tutur Pevita.

Sedangkan di lain akun, tepatnya di akun Twittternya @PevPearce hal senada juga di sampaikan oleh Pevita, ia sangat berterima kasih dengan meng'cuit'kan "it's all done now, thank you for all your kind prayers to help me get through, see you all shortly."
Read More
Pasien kanker: Pengalaman Pribadi menjadi Survivor Kanker Otak

Pasien kanker: Pengalaman Pribadi menjadi Survivor Kanker Otak

Survivor kanker - Disaat saya menginjak kelas tiga SMA gejala kanker begitu saja menghampiri, akan tetapi sebelumnya saya tidak tahu bahwa itu tanda kanker, disebabkan gejalanya sangat umum sekali. Untuk mengatasi ketidaktahuan itu, saya berkonsultasi dengan dokter di sekolah, rumah, dan dimanapun karena saya tidak langsung menemukan inti masalah yang sedang saya alami, meskipun sudah mendatangi beberapa dokter.

Sampai pada suatu titik tubuh ini tidak kuat hari menahan masalah yang berlarut-larut, dan saya masuk UGD rumah sakit. Dan dari sini juga saya mengetahui bahwa saya mengalami kanker dan di rumah sakit yang sama, saya melanjutkan dengan terapi pengobatan serta operasi.

Setelah operasi saya harus menerima kenyataan bahwa saya lumpuh, tetapi saya tetap bersyurukur 'sementara' bisa lolos dari kanker dan menjadi survivor kanker. Karena sejati kanker ialah penyakit seumur hidup, dan kapan saja bisa menyapa kita lagi.


Saya sempat merasakan betapa sakit, frustasi, dan bingungnya seorang pasien kanker. Saya adalah mantan pasien kanker otak, entah sel-sel kanker dalam tubuhku sudah musnah ataupun masih berkembangbiak dengan subur di otak, tetapi yang jelas aku tidak lagi merasakan sakit yang luar biasa yang aku rasakan seperti dulu, setelah dua kali operasi, pemasangan alat bantu dan pengangkatan tumor.

Pertama kali gejala terasa.

Awal saya merasakan gejala kanker ketika masih berada di bangku SMA, sebetulnya saya tidak "ngeh" dengan tanda awal gejala kanker ini dikarenakan gejala yang saya alami sangat umum sekali, pertama-tama tidak begitu ada nafsu makan, hal itu mungkin lumrah akan tetapi ketika aku "memaksakan" untuk makan, bukan malah terasa kenyang yang saya dapat, namun makanan justru terasa mengaduk-aduk isi perut dan muntah.Tidak hanya berhenti sampai disitu, semakin hari mual dan muntah ini seakan semakin menjadi-jadi, bahkan rasa pening dan pusing melengkapi kemudian, memang rasa pening dan pusing tidak begitu nyeri, hanya sekedar pusing biasa, tetapi hal ini cukup mengganggu mengingat mual dan muntah yang aku alami belum menunjukkan tanda membaik.

Dikarena saya merasa ada sesuatu ketidak-wajaran dan kondisi tubuh semakin memburuk, akhirnya memutuskan untuk memeriksakan ke dokter. Pertama kali pergi ke dokter hanya didiagnosa gangguan maag atau gangguan lambung biasa, karena memang gejala yang muncul hanya sekedar mual-muntah dan sedikit pening di kepala, oleh karena itu dokter hanya menyarankan minum obat maag, makan teratur, dan istirahat cukup saja. Setelah beberapa saat bedrest dan libur dari aktivitas sekolah, keadaan semakin membaik dari waktu ke waktu sampai pada titik cukup kuat dan nyaman untuk beraktivitas kembali, kegiatan bersekolah pun, aku lanjutkan dan kebetulan juga aku berada dikelas 3 SMA serta sedang getol-getolnya belajar untuk menghadapi ujian nasional.

Saat hari awal masuk sekolah semua baik-baik saja seperti yang diharapkan, akan tetapi setelah beberapa hari, rasa mual dan muntah kembali datang, diikuti rasa pening persis seperti sebelumnya. Kejadian seperti ini muncul beberapa kali yaitu setelah istirahat dirumah keadaan membaik, namun setelah kembali beraktivitas bersekolah, keadaan kembali memburuk seperti sebelumnya. Aku pikir ini mungkin karena saat beraktivitas, pola makan dan istirahat menjadi kurang maksimal, sehingga daya tubuh menurun dan penyaki maag-nya kambuh lagi.

Sempat beberapa kali keadaan tubuh membaik kemudian memburuk saat digunakan beraktivitas, sampai akhirnya rawat inap di puskesmas karena rasa capek dengan keadaan yang tak tentu dan tubuh semakin kesini semakin lemah, siapa tahu dengan perawatan yang lebih intensif bisa mengatasi masalah ini. Ketika rawat inap di puskesmas aku mendapat asupan tambahan dari infus dan cek darah untuk memastikan penyakit. Tapi, masih tetap sama dokter masih mendiagnosa dengan penyakit maag, dan ditreatment dengan obat lambung. Setelah merasa tubuh membaik dan ada indikasi sembuh, saya memutuskan untuk pulang ke rumah dan melanjutkan perawatan dan istirahat sampai dirasa kuat untuk melakukan aktivitas di sekolah kembali.

Kejadian keluar-masuk rumah sakit untuk rawat inap atau rawat jalan juga cukup sering terjadi selama sakit, mengingat sakit ini seperti seakan sembuh kemudian kambuh lagi dengan keadaan yang lebih "parah" dari sebelumnya, sempat juga terasa mau pingsan saat berada di sekolah, karena mungkin kurang nutrisi akibat terlalu sering muntah, sehari bisa tiga kali lebih, padahal makannya tidak pernah bisa genap tiga kali sehari. Sampai ending-nya, tidak masuk sekolah (lagi) sebab badan demam, kepala pusing, dan tubuh lemes, pokoknya campur-aduk jadi satu dan masuk ke UGD rumah sakit.

Operasi pertama: Pemasangan alat bantu, VP Shunt

Setelah dirawat beberapa saat di ruang UGD rumah sakit dan melakukan ct-scan kepala dan dada, diketahui ada sebuah tumor di dekat batang otak, kemudian dipindahlah aku ke ruang perawatan untuk rawat inap. Setelah beberapa hari "menginap" di rumah sakit, dokter menyarankan untuk operasi pemasangan alat bantu, VP Shunt, karena tumor yang bersarang dikepalaku, menghasilkan cairan yang sebetulnya cairan ini tidak berbahaya bagi tubuh, namun bila terus-menerus dijejali cairan, tekan di dalam kepala akan meningkat yang berefek organ-organ yang berada didalamnya akan terdesak dan menyebabkan pusing yang sangat.

Ketika pertamakali dokter menyarankan operasi, yang tahu adalah keluarga, sementara saya sendiri tidak tahu dan tidak-mau-tau? Sebenarnya bukan tidak mau tahu sepenuhnya, sejak kemarin kepalaku langsung pusing ketika di buat bangun dan berpikir, kata dokter sih karena saat duduk atau berdiri tekanan dikepala akan meningkat, nah ini dia yang membuat pusing karena tekanan meningkat secara otomatis organ-organ yang berada dikepala akan terdesak, akibat rongga kepala terisi cairan yang dihasilkan tumor. Kalau seandainya, kelebihan cairan ini terjadi saat tulang terkorak masih lunak (saat bayi), maka akan terjadi Hidrosefalus.

Awal keluargaku menolak penawaran prosedur operasi dan memilih untuk menstabiltan kondisi tubuhku kemudian berobat secara herbal (tanpa operasi), akan tetapi yang "ngeyel" operasi malah diriku sendiri. Kenapa saya ingin operasi saat itu? Saya sendiri tidak begitu paham dengan diri sendiri, keinginan itu spontan saja, di dalam pikiranku hanya ingin cepat sembuh. Mungkin juga karena saat "mencari" penyakit dulu, saya sudah trauma dan capek duluan sehingga ingin cepat-cepat mengakhirinya dan melakukan kegiatan normal seperti sebelumnya.

Singkat cerita, tibalah saat operasi. Sehari sebelum prosedur operasi dilakukan, terlebih dahulu rambut dipotong habis oleh perawat, dan dokter anestesi melakukan percobaan obat, apakah aku ada alergi dengan obat bius atau tidak. Setelah semua persiapan sebelum operasi telah dilakukan, saatnya menuju ke ruangan operasi. Dengan bantuan mbak dan mas-mas perawat, saya "dibawa" menuju ke ruangan operasi untuk menjalankan prosedur pemasangan alat bantu VP Shunt, yang fungsi utamanya mengalirkan cairan kepala yang berlebih menuju ke lambung.

Alhamdulillah operasi pemasangan VP Shunt pun berhasil dilakukan, meski sempat dipending dan dibatalkan sampai kurang lebih tiga kali karena ada seorang dokter yang meninggal dunia. Setelah operasi, tidak diperbolehkan makan sampai kondisi lambung dan alat pencernaan lainya kembali normal dan hal tersebut ditandai dengan sudah bisa keluar angin (kentut). Saat masa pemulihan di rumah sakit, sempat terjadi pendarahan di kepala, tapi untung perawat bisa mengatasinya dan akhirnya beberapa hari kemudian aku sudah diperbolehkan pulang.

Operasi kedua: Pengangkatan tumor.

Setelah beberapa hari memulihkan diri di rumah, sudah saatnya jadwal kontrol ke dokter untuk mengetahui perkembangan tubuh sekaligus mengecek keadaan luka bekas operasi dan melepaskan perban + jahitan apabila luka bekas operasi sudah benar-benar kering. Saat kontrol dokter untuk pertamakali, aku belum begitu fit, jalan masih terasa berat tetapi alhamdulillah pusing sudah pergi dari kepala, ketika kontrol dokter hanya melihat-lihat dokumen riwayat penyakit dan sesekali bertanya pada pasien kanker (saya), sementara yang melakukan eksekusi perawatan bekas operasi adalah perawat dan dokter hanya memberi intruksi saja.

Beberapa bulan kemudian, tiba-tiba pusing, mual, dan muntah hadir kembali akan tetapi sangat jauh berbeda dengan kondisi diawal, sekarang pusing yang terjadi nyeri sekali dan muntah seperti menyemprot, alhasil aku menjadi kebingungan dan serba salah, makan agak banyak muntah tetapi kalau hanya makan sedikit laper dan tidak bisa tidur, belum lagi kepala pusing sekali seperti mau pecah. Dengan kembalinya sang "problem" saya memutuskan untuk memeriksakan ke dokter specialis syaraf, dokter yang memeriiksa mengatakan bahwa, operasi yang kemarin dilakukan hanya mengatasi kelebihan cairan yang dihasilkan tumornya saja, sementara tumor masih utuh belum tersentuh sama sekali dan si tumor tidak bisa menghilang sendiri dan akan terus tumbuh walaupun sangat lambat.

Setelah diperiksa dan diwawancara, dokter memberikan resep yang intinya memberikan obat anti-nyeri dan anti-mual serta merekomendasikan untuk operasi pengangkatan tumor. Setelah beberapa saat meminum obat resep dari dokter, tidak ada tanda-tanda obat bekerja dengan maksimal, yang ada malah jantung berbedar-debar dan gelisah tak tentu sebab, ternyata setelah diselidiki ternyata obat yang diresepkan oleh dokter merupakan obat dosis tinggi untuk mengimbangi sakit kepala yang sangat nyeri ini.

Karena obat dosis tinggi sudah tidak mampu lagi menandingi nyeri sakit kepala ini, aku putuskan untuk menjalani prosedur operasi pengangkatan tumor, saya menunggu cukup lama untuk "mengantri" memdapatkan giliran operasi karena saya hanya mengandalkan ASKES ( sekarang BPJS) dan tentunya dirumah sakit umum provinsi yang notabene pasiennya datang dari berbagai daerah. Selama proses penantian, mual dan pusing bisa teratasi dengan pemberian obat rutin melalui selang infus sehingga aku bisa bernafas sedikit lega karena bisa makan tanpa kwatir muntah dan kepala tidak sepusing dulu.

Akhirnya tiba juga saat yang ditunggu tunggu operasi pengangkatan tumor, sebelumnya telah dilakukan foto ronsen dan MRI, untuk memastikan posisi tumor dan cek-cek yang bersifat general seperti pemeriksaan mata, telinga, dan lainya. Singkat cerita operasi pun dimulai, skip skip skip dan kemudian aku mencoba untuk siuman akan tetapi berat sekali hanya sadar mungkin beberapa detik lalu pet kesadaran hilang lagi, mungkin obat bius belum sepunuhnya hilang, tau-tau ketika sudah mulai sandar sepenuhnya, saya sudah berada di ruang perawatan dan masing menggunakan oksigen untuk bernafas.

Operasi pengangkat tumor berhasil namun efek dari operasi sangat disayangkan, sebagian tubuhku lumpuh dan tidak bisa merasakan sentuhan sama sekali, ditambah nafasku pendek sekali dan harus menggunakan bantuan oksigen, tubuhku sebelah kiri tidak bisa bergerak sama sekali, mata merah kemudian penglihatan double parah, dan masih banyak lagi. Semua efek operasi itu didapat karena tumor berada dekat sekali dengan batang otak, pusat semua syaraf bertemu. Namun, Alhamdulillah-nya aku tidak mengalami koma dan menurut cerita beberapa hari setelah operasi, saya sudah "dikeluarkan" dari ruang ICU, yang berarti saya hanya perlu perawatan standart di ruangan.

Terus berjuang sebagai survivor kanker

Perjunganku melawan kanker sementara telah usai, namun efek yang ditimbulkan oleh operasi membuat hidupku tidak bisa mandiri, untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti sedia kala, aku masih butuh treatment tambah yaitu rehab medik, periksaan mata dan masih banyak lagi. Sebagai hasil dari treatment tambah yang aku ikuti kurang lebih satu tahun, aku bisa kembali menggerakkan tubuh sebelah kiri, mata dan penglihatan berangsur-angsur membaik, namun aku harus menjalani hidup dengan cara baru yaitu bergantung sepenuhnya dengan kursi roda karena aku tidak bisa lagi berdiri maupun berjalan, AKU LUMPUH.
Read More
Penyakit kanker pada lanjut usia

Penyakit kanker pada lanjut usia

Usia lanjut identik dengan masa pensiun, tentunya tidak hanya pensiun dalam hal pekerjaan saja, usia lanjut pada wanita berarti masa di mulainya menopause, sekaligus pensiun atau berakhirnya masa produktif organ reproduksi wanita karena pada masa ini sel-sel telur (ovum) berhenti masa produksinya, dengan katalain tidak akan ada lagi dinding endometrium yang akan meluruh (menstruasi), apalagi pembuahan ovum oleh sperma atau fertilisasi. Pada wanita memang organ reproduksi mempunyai masa pensiun akantetapi berbeda dengan pria, sampai kapanpun organ reprodusi pria tidak akan mengalami masa pensiun/ sampai kapanpun sel-sel sperma akan terus diproduksi, selama tidak ada kelainan yang mempengaruhinya, seperti penyakit dan lainnya.

Sekilas tentang penyakit kanker

Kanker disebut juga tumor ganas adalah penyakit yang umumnya terjadi pada usia lanjut karena bermutasi gen akibat dari gaya hidup sehari-hari atau sebab lain, yang ditandai dengan pembelahan sel melebihi batas normal, mendesak dan/atau merusak jaringan tubuh disekitarnya, dan mempunyai kemungkinan besar untuk bermetastasis ke jaringan atau organ tubuh lain melalui sirkulasi darah dan/atau kelenjar getah bening/ sistem limfatik.

Penyakit kanker sendiri termasuk ke dalam kelompok penyakit tidak menular (Non Communicable Disease), seseorang tidak bisa tertular kanker hanya dengan bersentuhan, melalui jarum suntik, menghirup udara yang sama, dan hal lainya yang menjadi pemicu sebuah penyakit menular. Seorang yang sehat atau daya tahan tubuhnya dalam keadaan normal, sel-sel kanker yang tersebar melalui udara atapun medium lain dan masuk tanpa sengaja ke dalam tubuh, tidak akan bisa bertahan hidup apalagi berkembang, karena sistem imun secara otomatis mengenali dan memusnahkan sel kanker tersebut, dan hal serupa juga akan terjadi apabila sel asing lain masuk kedalam tubuh, walaupun sel/jaringan/organ tubuh tersebut sebetulnya tidak berbahaya, seperti halnya pada kasus transplantasi organ tubuh.

Pada kasus tertentu penyakit kanker bisa saja menular, transplantasi organ tubuh dengan donor penderita kanker ataupun survivor kanker sekalipun, dapat menularkan kanker ke tubuh penerima organ, oleh sebab itu pendonor organ setidaknya akan diperiksa kesehatannya sekaligus riwayat kesehatannya di masa lalu. Tidak hanya menularkan kanker, transplantasi organ tubuh juga meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker di masa yang akan datang.

Perbedaan antara kanker dan tumor

Pada beberapa kasus, sebelum menjadi kanker, sel-sel yang membelah melebihi batas normal akan menjadi tumor terlebih dahulu, sebelum akhir mengganas menjadi kanker yang bisa bermetastasis ke organ lain dalam tubuh.

Apa sih tumor itu? Tumor berasal dari kata bahasa latin "tumere" yang apabila kita artikan ke dalam bahasa indonesia berarti "bengkak". Namun, tumor dalam konteks tumorkanker, adalah jaringan abnormal/ lesi padat yang tumbuh akibat pertumbuhan dan perkembangan sel mutasi yang tidak terkontrol dan disertai dengan pertumbuhan selaput atau jaringan yang menyelubungi. Tumor jauh berbeda dengan kanker, dalam hal metastasis/ menyebar ke jaringan lain dalam tubuh, tumor tidak bermetastasis seperti halnya kanker, sel-sel abnormal yang tumbuh tak terkendali pun jenis dan bentuknya sama dengan sel induk, tumor juga pertumbuhan dan perkembangannya jauh lebih lambat dari pada kanker.

Sedangkan, kanker ialah hampir sama pengertiannya dengan tumor, akan tetapi sel-sel kanker tidak sama dengan sel induk, tidak tumbuh selaput, bermetastasis/ menyebar ke jaringan lain dalam tubuh, dan pertumbuhan relatif lebih cepat dibanding dengan tumor.

Jenis-jenis penyakit kanker pada lansia

Ada banyak sekali jenis kanker, sekitar 36% dari semua jenis kanker terdiagnosa pada kelompok umur lanjut usia di UK sekitar tahun 2010-2012. Hal senada juga di temukan pada berbagai negara bahwa kanker cenderung meningkat dan fase puncak berada pada golongan lansia.

Berikut beberapa jenis kanker yang cukup sering menyerang beberapa golongan usia termasuk di dalamnya usia lanjut, jenis kanker ini biasanya menyerang salah satu gender atau bisa juga menyerang dua-duanya apabila kedua gender baik pria maupun wanita sama memiliki organ tubuh yang bersangkutan seperti paru-paru, dimana organ tubuh tersebut tidak terikat oleh gender.

Kanker paru-paru. Jenis kanker yang satu ini merupakan kanker yang terbanyak ke-2 pada laki-laki maupun perempuan. Pada tahun 2015, American cancer society memperkirakan terdapat kurang lebih 221.200 kasus baru kanker paru-paru, dengan perincian 115.610 kasus pada laki-laki dan 105.590 kasus pada wanita. Sementara itu, kematian yang diakibatkan oleh kanker paru-paru aanyak menyebabkan kematian, baik pada wanita maupun pada laki-laki, kanker paru-paru banyak terdiagnosa pada usia lanjut, 2 dari 3 orang terserang dan terdiagnosa pada umur 65 tahun atau bahkan lebih tua dan hanya sekitar 3% dari semua kasus kanker paru-paru yang terdiagnosa pada umur kurang dari sama dengan 45 tahun.

Kanker payudara. Kenapa kanker payudara menjadi salah satu kanker terpopuler? yups, karena jenis kanker ini tidak hanya bisa terjadi pada wanita, akan tetapi kaum pria juga dapat terserang kanker payudara. Jenis kanker ini merupakan ke-dua terbesar penyebab kematian pada perempuan, setelah kanker paru-paru. Tahun 2016, American cancer society mengestimasikan terdapat kurang lebih 246.660 kasus baru kanker payudara invasif akan terjadi pada wanita dan sekitar 61.000 kasus baru kanker payudara non-invasif (carsinoma in situ, CIS) atau bentuk awal dari kanker payudara (tumor payudara yang belum bersifat kanker). Kematian akibat kanker payudara pada wanita, diperkirakan akan terdapat sekitar 40.450 kasus.

Kanker prostat. Pada tahun 2015, American cancer society memperkirakan terdapat sekitar 220.800 kasus baru kanker prostat, dan kurang lebih 27.540 kasus kematian akibat kanker prostat. Kanker prostat merupakan jenis kanker paling umum ke-dua pada laki-laki setelah kanker kulit, kanker jenis ini juga merupakan kanker terbesar ke-2 penyebab kematian pada laki-laki, setelah kanker paruparu. Kanker prostat umumnya terjadi pada laki-laki ber-usia lanjut, enam dari sepuluh kasus terjadi pada usia 65 tahun atau lebih tua, dan jenis kanker ini jarang sekali terjadi pada laki-laki dibawah usia 40 tahun.

Kanker kolon dan rektum. Jenis kanker yang umum terjadi ke-3 pada laki-laki dan perempuan, American cancer society memperkirakan pada 2016 akan terjadi 95.270 kasus baru kanker prostate dan 39.220 kasus kematian akibat kanker colon dan rektum akan terjadi.

References:
• Wikipedia bahasa Indonesia: "Kanker" dan "Tumor". Accessed on Jan 19, 2016. id.wikipedia.org/kanker and id.wikipedia.org/tumor
• American Cancer Society: Cancer facts and statistics 2015. Accessed on Jan 20, 2016. Cancer facts and figures 2015
• Cancer research UK: Cancer insidence by age. Accessed on Jan 20, 2016. www.cancerresearchuk.org/CancerStatistics
• American Cancer Society: "Key statistics for colorectal cancer", "What are the key statistics about prostate cancer?", "What are the key statistics about breast cancer?", "What are the key statistics about lung cancer?". Acessed on Jan 28, 2016.
Read More
Riskesdas 2013: Prevalensi penyakit kanker di Indonesia

Riskesdas 2013: Prevalensi penyakit kanker di Indonesia

Penyakit kanker tidak hanya menyebabkan penyakit dan kematian, akan tetapi jika kita telisik lebih dalam lagi, penyakit kanker juga menyebabkan disabilitas, jika penyakit kanker dan sel-sel abnormal kanker berhasil di atasi akan tetapi tidak bisa normal lagi seperti dulu kala; mempengaruhi perekonomian, biaya untuk mengobati penyakit kanker tidak bisa dikatakan sedikit, butuh berbagai macam obat dengan harga mahal untuk membunuh sel-sel kanker tanpa memberi efek yang serius kepada sel-sel sehat; trauma, baik anggota keluarga yang merawat pasien kanker, ataupun sang pasien kanker sendiri banyak sedikit pasti menimbulkan trauma, proses pengobatan kanker yang cukup panjang dan melelah ditenggarai menyebabkan kesan tersendiri dan tentunya trauma.

Penyakit kanker merupakan penyakit degeneratif akibat adanya mutasi gen di dalam tubuh, akibat mutasi atau perubahan gen tersebut, sel-sel yang tadinya sehat menjadi abnormal, perkembangan dan pertumbuhannya tak terkendali, dan proses kematian sel (apoptosis) menjadi terabaikan.

Prevalensi penyakit kanker di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2013.

Kanker memang menjadi hal yang sangat umum di telinga, terutama saat ini, ketika polusi dimana-mana, radiasi mulai akrab dengan kehidupan, penggunaan bahan kimia di berbagai bidang, dan hal-hal yang mungkin bisa menyebabkan mutasi gen, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

Di dunia kematian akibat kanker menempati urutan ke dua setelah kematian akibat kecelakaan atau acccident. Sedangkan di Indonesia, penyakit kanker juga menempati urutan ke dua, tapi sebagai jenis penyakit yang terbanyak kedua menyebabkan kematian setelah penyakit kardiovaskuler.

Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 atau disingkat Riskesdas 2013 adalah riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Republik Indonesia, yang bertujuan mengumpulkan data dasar dan indikator kesehatan yang merepresentasikan gambaran wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Riskesdas 2013 merupakan riset yang diselenggerakan tahun kedua, setelah riset yang serupa tahun 2007, oleh karena itu riset ini dinamakan Riskesdas 2013, ada angka 2013 di belakangnya.

Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (RISKESDAS 2013), prevalensi penyakit kanker di Indonesia secara keseluruhan atau prevalensi penyakit kanker nasional Indonesia persentasenya berada pada 1,4‰, hasil tersebut didapat berdasarkan hasil wawancara semua umur, "apakah pernah didiagnosa kanker oleh dokter?".

Lebih lengkapnya mari kita lihat tabel 3.5.1 berikut ini, pada tabel tersebut dijelaskan prevalensi penyakit kanker berdasarkan provinsi, Indonesia tahun 2013. Secara keseluruhan prevalensi penyakit kanker di Indonesia adalah 1,4‰, dengan perincian, prevalesi penyakit kanker tertinggi terdapat di provinsi DI Yogyakarta dengan persentase 4,1‰, selanjutnya berada di provinsi Jawa Tengah dengan 2,1‰, dan prevalesi penyakit kanker di provinsi Bali dengan persentase 2‰. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat tabel berikut.
Prevalensi penyakit kanker berdasarkan provinsi.

Sedangkan pada tabel berikutnya, yaitu tabel 3.5.1, disebutkan prevalensi penyakit kanker menurut karakteristiknya. Seperti sebelumnya, data yang terkandung merupakan hasil wawancara semua umur berdasarkan diagnosa dokter.

Pada karakteristik berdasarkan kelompok umur, prevalensi penyakit kankerdi Indonesia megalami peningkata seiring umur seseorang, hal ini bukan rahasia lagi, memang penyakit kanker termasuk ke dalam penyakit degeneratif. Pada kelompok umur di bawah satu tahun, prevalensi penyakit kanker hanya berada di angka 0,3‰, sempat berfluktualisasi pada umur 1-14 tahun, namun kemudian persentase terus meningkat, dan mencapai pucaknya pada kelompok umur lebih dari 75 tahun dengan persentase 5,0‰.

Selanjutnya, berdasarkan jenis kelamin, prevalensi penyakit kanker di Indonesia persentasenya lebih tinggi pada perempuan dari pada laki-laki. Pada perempuan persentasenya 2,2‰, sedangkan pada laki-laki hanya berada di angka 0,6‰.

Apabila ditinjau dari segi tempat tinggal, prevalensi penyakit kanker di Indonesia cenderung lebih tinggi di daerah perkotaan sedangkan di daerah pedesaan lebih redah. Sedangkan dari segi pendidikan, pada pendidikan tinggi persentasenya lebih tinggi dari pada pendidikan yang lebih rendah. Dan prevalensi penyakit kanker di Indonesia cenderung lebih tinggi pada kelompok kuintil kepemilikan teratas dan pada kelompok dengan status pekerjaan pengangguran.

Prevalensi penyakit kanker menurut karakteristik.
Silahkan banding kedua tabel diatas untuk mengetahui prevalensi penyakit kanker di Indonesia lebih lengkap dan detail, baik prevalensi penyakit kanker menurut provinsi maupun prevalensi penyakit kanker menurut karakteristik.

References:
• Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI: Hasil Riskesdas 2013, pages 85-87. Accessed on Dec 23, 2015: Available online (PDF - 4.50 MB)

Read More
Kanker payudara pada wanita: Gejala, Penyebab, dan Cara mencegah

Kanker payudara pada wanita: Gejala, Penyebab, dan Cara mencegah

Kanker payudara dewasa ini semakin menjadi momok yang menakutkan, penyakit kanker payudara bisa terjadi pada wanita maupun pada pria, akan tetapi kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita, baik kanker payudara pada wanita remaja, wanita muda, wanita hamil, ibu menyusui, dan sangat sering ditemukan penyakit kanker payudara pada wanita menopause, akibat dari ketidak-seimbangan hormon esterogen pada masa wanita menopause.

Perbandingan antara kanker payudara pada wanita dan kanker payudara pada pria, setidaknya wanita lebih rentan seratus kali lipat terserang penyakit kanker payudara dari pada pria. Menurut American cancer society, pada 2015 diperkirakatan terdapat kurang lebih 231.840 kasus baru kanker payudara invasif secara keseluruhan (baik pada pria maupun wanita), 62.290 kanker payudara non-invasif (Carsinoma in situ), dan 49.290 kasus kematian yang diakibatkan oleh penyakit kanker payudara. Sedangkan pada penyakit kanker payudara pada pria di tahun yang sama, American cancer society memperkirakan terdapat kurang lebih 2,350 kasus baru kanker invasif, dan 440 pria diperkirakan akan meninggal karena penyakit kanker payudara pada pria, Jadi sudah mempunyai gambaran, bahwa penyakit kanker payudara memang lebih rentan menyerang wanita dari pada menyerang pria, tinggal dikurangi aja jumlah kasus kanker payudara secara keseluruhan, sama kasus kanker payudara pada pria, nanti kelihatan jelas perbandigan kanker payudara pada pria dan kanker payudara pada wanita.

Gejala kanker payudara pada wanita

Seperti penyakit yang lainnya, kanker payudara juga mempunyai ciri spesifik dan gejala yang menandakan penyakit yang sangat rentan terjadi pada wanita ini, sedang tumbuh dan berkembang dalam tubuh. Biasanya, gejala paling awal yang dapat menandakan kanker payudara adalah adanya jaringan payudara yang menebal atau terdapat benjolan yang tidak terasa sakit. namun, itu hanya gejala yang paling umum saja, dan masih banyak gejala kanker payudara yang lain, diantara gejalanya sebagai berikut:

1 Benjolan pada payudara. Penebalan jaringan payudara atau terasa ada benjolan pada payudara, bisa jadi merupakan gejala awal perkembangan kanker payudara, apalagi benjolan tidak terasa sakit dan terjadi diluar masa menstruasi.

2 Keluar cairan melalui puting. Apabila tiba-tiba keluar cairan bening atau bercampur dengan darah dari salah satu puting payudara, tentunya disertai dengan gejala lain, anda bisa "mencurigai" ini merupakan gejala kanker payudara.

3 Perubahan ukuran, bentuk, dan tampilan payudara. Perubahan bentuk payudara menjadi asimetris, baik ukurannya yang tampak menojol di beberapa sisi maupun ukurannya tampak abnormal, dan tampilan payudara yang tidak seperti biasanya, agar anda bisa memperoleh perbandingan lakukan "SADARI" secara rutin atau langsung temui dokter anda ketika hal ganjil terjadi.

4 Kulit payudara memerah dan mengkerut. Salah satu gejala atau tanda sel-sel kanker payudara sedang tumbuh dan berkembang adalah kulit payudara yang berubah, baik warnanya ataupun tekstur-nya menjadi seperti kulit jeruk.

5 Puting payudara masuk ke dalam. Jika tampak keanehan ini, bisa jadi sel-sel kanker "sudah" tumbuh dan berkembang di dalam payudara anda.

6 Kulit puting (areola) atau kulit payudara mengelupas. Sel-sel kanker jenisnya maupun bentuk selnya tidak sama dengan sel yang sehat, kulit yang mengelupas bisa saja karena "makanan" jatah sel sehat di ambil oleh sel kanker ataupun bisa saja sebab lain.

7 Nyeri di payudara atau ketiak. Bisa dibilang wajar, apabila kasus ini terjadi di masa-masa mestruasi, namun apabila masalah ini terjadi di luar masa periodik anda harus waspada

8 Pembekakan atau benjolan di ketiak. Pembengkakan ini biasanya disebabkan oleh aktivitas sel imun melawan kanker atau infeksi, jadi anda perlu waspada apabila benjolan atau pembengkakan ini, tidak sembuh dalam beberapa hari.


Beberapa gejala atau ciri-ciri kanker payudara diatas umum merupakan gejala awal kanker payudara pada wanita, jika anda menemukan diantara gejala-gejala tersebut ada baiknya langsung konsultasikan pada dokter.

Penyebab kanker payudara pada wanita

Seringkali, seseorang yang memiliki faktor risiko tinggi terserang kanker payudara, justru tidak terjadi dan tidak terserang kanker payudara satukalipun dalam hidupnya. Namun sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki faktor risiko atau memiliki faktor risiko tetapi sangat rendah, justru kanker payudara berkembang dan menyerang tubuhnya. Dokter memang belum bisa menyebutkan secara pasti, apa sebenarnya yang menyebabkan kanker payudara, akan tetapi, hal-hal berikut setidaknya bisa menjawab apa sih yang menjadi penyebab kanker payudara.

Genetik. Seorang wanita yang di dalam keluarga-dekatnya terdapat penderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium, bisa jadi anda akan terserang kanker payudara lewat jalur hereditas.

Umur. Semakin tua seorang wanita maka risiko terserah kanker payudara akan semakin meningkat, sekitar 80% pasien kanker payudara, berumur lebih dari 50 tahun.

Gaya hidup. Wanita dengan gaya hidup tidak teratur, makan sembarangan, kurang aktivitas fisik, dan istirahat yang tidak terkelola dengan baik, memiliki risiko terserang kanker payudara lebih tinggi dari mereka yang memiliki gaya hidup sehat.

Hormon estrogen. Terlalu dini mengalami menstruasi dan terlambat saat menopause, bisa menjadikan wanita rentan terhadap kanker, terutama kanker payudara. Terapi hormon esterogen juga bisa memicu timbulnya kanker payudara pada wanita.

Obesitas. Kadar lemak dan kolesterol dalam darah merupakan pemicu kanker payudara yang cukup baik, efek dari kedua hampir sama dengan afek yang ditimbulkan oleh hormon esterogen yang juga sebagai salah rasatu penyebab kanker payudara, terutama pada wanita.

Termasuk kedalam mitos, penyebab kanker payudara pada wanita karena sering diremas karena remasan yang lembut, justru mencegah tumbuh sel-sel kanker serta mematikan pertumbuhan kanker payudara.

Cara mencegah kanker payudara

Memang, beberapa faktor risiko kanker payudara tidak bisa kita ubah seperti umur dan jenis kelamin. Tapi, beberapa hal berikut bisa kita ubah dan dikendalikan untuk mencegah kanker payudara pada wanita, karena sebagian besar kanker payudara terjadi pada wanita.

Skreening. Tidak harus pergi ke dokter, jika ingin skreening kanker payudara, kita bisa melakukan sendiri dirumah, "SADARI" bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan dokter atau petugas kesehattan. Jika ditemukan hal-hal yang ganjil baru kita pergi kedokter, dokter mungkin akan menyarankan mammografi atau metode sejenis bila dokter menemukan hal yang tidak wajar dan perlu penanganan lebih lanjut.

ASI. Seorang wanita yang memberikan asi eksklusif, setidaknya yang menyusui anaknya, memiliki risiko yang jauh lebih rendah, dibanding mereka yang tidak menyusui anaknya.

Mengatur berat badan. Seperti penjelasan diatas, bahwasanya obesitas atau kelebihan berat badan memiliki risiko terserang kanker payudara jauh lebih besar, dengan mengatur berat badan, setidaknya kita telah menghindari satu faktor risiko kanker payudara.

Olah raga. Dengan berolah, aliran darah akan menjadi lancar sehingga toksin yang mengendap di tubuh akan terbuang dengan lancar, secara tidak langsung mekanisme ini akan mencegah timbulnya sel-sel abnormal dalam tubuh, selain itu dengan olahraga bisa menjadikan berat badan lebih ideal.

Menghindari alkohol. Penelitian membuktikan, bahwa kuantitas konsumsi alkohol berbanding lurus dengan risiko seorang wanita mengidap kanker payudara.

Makanan. Setidaknya menghindari makanan yang digoreng, junkfood, tidak higienis, dan makanan dalam kaleng atau makan yang mengandung pengawet, dapat menghindarkan kita dari kanker, karena makanan tersebut termasukkedalam makanan penyebab kanker payudara.

References:
• American Cancer Society: Breast cancer overview. Accessed on Jan 08, 2016: Breast cancer
• Medical News Today: Breast cancer: causes, symtoms, and treatments. Accessed on Jan 08, 2016: MNT/Breast cancer
Read More