Kanker payudara pada wanita: Gejala, Penyebab, dan Cara mencegah

Kanker payudara dewasa ini semakin menjadi momok yang menakutkan, penyakit kanker payudara bisa terjadi pada wanita maupun pada pria, akan tetapi kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita, baik kanker payudara pada wanita remaja, wanita muda, wanita hamil, ibu menyusui, dan sangat sering ditemukan penyakit kanker payudara pada wanita menopause, akibat dari ketidak-seimbangan hormon esterogen pada masa wanita menopause.

Perbandingan antara kanker payudara pada wanita dan kanker payudara pada pria, setidaknya wanita lebih rentan seratus kali lipat terserang penyakit kanker payudara dari pada pria. Menurut American cancer society, pada 2015 diperkirakatan terdapat kurang lebih 231.840 kasus baru kanker payudara invasif secara keseluruhan (baik pada pria maupun wanita), 62.290 kanker payudara non-invasif (Carsinoma in situ), dan 49.290 kasus kematian yang diakibatkan oleh penyakit kanker payudara. Sedangkan pada penyakit kanker payudara pada pria di tahun yang sama, American cancer society memperkirakan terdapat kurang lebih 2,350 kasus baru kanker invasif, dan 440 pria diperkirakan akan meninggal karena penyakit kanker payudara pada pria, Jadi sudah mempunyai gambaran, bahwa penyakit kanker payudara memang lebih rentan menyerang wanita dari pada menyerang pria, tinggal dikurangi aja jumlah kasus kanker payudara secara keseluruhan, sama kasus kanker payudara pada pria, nanti kelihatan jelas perbandigan kanker payudara pada pria dan kanker payudara pada wanita.

Gejala kanker payudara pada wanita

Seperti penyakit yang lainnya, kanker payudara juga mempunyai ciri spesifik dan gejala yang menandakan penyakit yang sangat rentan terjadi pada wanita ini, sedang tumbuh dan berkembang dalam tubuh. Biasanya, gejala paling awal yang dapat menandakan kanker payudara adalah adanya jaringan payudara yang menebal atau terdapat benjolan yang tidak terasa sakit. namun, itu hanya gejala yang paling umum saja, dan masih banyak gejala kanker payudara yang lain, diantara gejalanya sebagai berikut:

1 Benjolan pada payudara. Penebalan jaringan payudara atau terasa ada benjolan pada payudara, bisa jadi merupakan gejala awal perkembangan kanker payudara, apalagi benjolan tidak terasa sakit dan terjadi diluar masa menstruasi.

2 Keluar cairan melalui puting. Apabila tiba-tiba keluar cairan bening atau bercampur dengan darah dari salah satu puting payudara, tentunya disertai dengan gejala lain, anda bisa "mencurigai" ini merupakan gejala kanker payudara.

3 Perubahan ukuran, bentuk, dan tampilan payudara. Perubahan bentuk payudara menjadi asimetris, baik ukurannya yang tampak menojol di beberapa sisi maupun ukurannya tampak abnormal, dan tampilan payudara yang tidak seperti biasanya, agar anda bisa memperoleh perbandingan lakukan "SADARI" secara rutin atau langsung temui dokter anda ketika hal ganjil terjadi.

4 Kulit payudara memerah dan mengkerut. Salah satu gejala atau tanda sel-sel kanker payudara sedang tumbuh dan berkembang adalah kulit payudara yang berubah, baik warnanya ataupun tekstur-nya menjadi seperti kulit jeruk.

5 Puting payudara masuk ke dalam. Jika tampak keanehan ini, bisa jadi sel-sel kanker "sudah" tumbuh dan berkembang di dalam payudara anda.

6 Kulit puting (areola) atau kulit payudara mengelupas. Sel-sel kanker jenisnya maupun bentuk selnya tidak sama dengan sel yang sehat, kulit yang mengelupas bisa saja karena "makanan" jatah sel sehat di ambil oleh sel kanker ataupun bisa saja sebab lain.

7 Nyeri di payudara atau ketiak. Bisa dibilang wajar, apabila kasus ini terjadi di masa-masa mestruasi, namun apabila masalah ini terjadi di luar masa periodik anda harus waspada

8 Pembekakan atau benjolan di ketiak. Pembengkakan ini biasanya disebabkan oleh aktivitas sel imun melawan kanker atau infeksi, jadi anda perlu waspada apabila benjolan atau pembengkakan ini, tidak sembuh dalam beberapa hari.


Beberapa gejala atau ciri-ciri kanker payudara diatas umum merupakan gejala awal kanker payudara pada wanita, jika anda menemukan diantara gejala-gejala tersebut ada baiknya langsung konsultasikan pada dokter.

Penyebab kanker payudara pada wanita

Seringkali, seseorang yang memiliki faktor risiko tinggi terserang kanker payudara, justru tidak terjadi dan tidak terserang kanker payudara satukalipun dalam hidupnya. Namun sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki faktor risiko atau memiliki faktor risiko tetapi sangat rendah, justru kanker payudara berkembang dan menyerang tubuhnya. Dokter memang belum bisa menyebutkan secara pasti, apa sebenarnya yang menyebabkan kanker payudara, akan tetapi, hal-hal berikut setidaknya bisa menjawab apa sih yang menjadi penyebab kanker payudara.

Genetik. Seorang wanita yang di dalam keluarga-dekatnya terdapat penderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium, bisa jadi anda akan terserang kanker payudara lewat jalur hereditas.

Umur. Semakin tua seorang wanita maka risiko terserah kanker payudara akan semakin meningkat, sekitar 80% pasien kanker payudara, berumur lebih dari 50 tahun.

Gaya hidup. Wanita dengan gaya hidup tidak teratur, makan sembarangan, kurang aktivitas fisik, dan istirahat yang tidak terkelola dengan baik, memiliki risiko terserang kanker payudara lebih tinggi dari mereka yang memiliki gaya hidup sehat.

Hormon estrogen. Terlalu dini mengalami menstruasi dan terlambat saat menopause, bisa menjadikan wanita rentan terhadap kanker, terutama kanker payudara. Terapi hormon esterogen juga bisa memicu timbulnya kanker payudara pada wanita.

Obesitas. Kadar lemak dan kolesterol dalam darah merupakan pemicu kanker payudara yang cukup baik, efek dari kedua hampir sama dengan afek yang ditimbulkan oleh hormon esterogen yang juga sebagai salah rasatu penyebab kanker payudara, terutama pada wanita.

Termasuk kedalam mitos, penyebab kanker payudara pada wanita karena sering diremas karena remasan yang lembut, justru mencegah tumbuh sel-sel kanker serta mematikan pertumbuhan kanker payudara.

Cara mencegah kanker payudara

Memang, beberapa faktor risiko kanker payudara tidak bisa kita ubah seperti umur dan jenis kelamin. Tapi, beberapa hal berikut bisa kita ubah dan dikendalikan untuk mencegah kanker payudara pada wanita, karena sebagian besar kanker payudara terjadi pada wanita.

Skreening. Tidak harus pergi ke dokter, jika ingin skreening kanker payudara, kita bisa melakukan sendiri dirumah, "SADARI" bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan dokter atau petugas kesehattan. Jika ditemukan hal-hal yang ganjil baru kita pergi kedokter, dokter mungkin akan menyarankan mammografi atau metode sejenis bila dokter menemukan hal yang tidak wajar dan perlu penanganan lebih lanjut.

ASI. Seorang wanita yang memberikan asi eksklusif, setidaknya yang menyusui anaknya, memiliki risiko yang jauh lebih rendah, dibanding mereka yang tidak menyusui anaknya.

Mengatur berat badan. Seperti penjelasan diatas, bahwasanya obesitas atau kelebihan berat badan memiliki risiko terserang kanker payudara jauh lebih besar, dengan mengatur berat badan, setidaknya kita telah menghindari satu faktor risiko kanker payudara.

Olah raga. Dengan berolah, aliran darah akan menjadi lancar sehingga toksin yang mengendap di tubuh akan terbuang dengan lancar, secara tidak langsung mekanisme ini akan mencegah timbulnya sel-sel abnormal dalam tubuh, selain itu dengan olahraga bisa menjadikan berat badan lebih ideal.

Menghindari alkohol. Penelitian membuktikan, bahwa kuantitas konsumsi alkohol berbanding lurus dengan risiko seorang wanita mengidap kanker payudara.

Makanan. Setidaknya menghindari makanan yang digoreng, junkfood, tidak higienis, dan makanan dalam kaleng atau makan yang mengandung pengawet, dapat menghindarkan kita dari kanker, karena makanan tersebut termasukkedalam makanan penyebab kanker payudara.

References:
• American Cancer Society: Breast cancer overview. Accessed on Jan 08, 2016: Breast cancer
• Medical News Today: Breast cancer: causes, symtoms, and treatments. Accessed on Jan 08, 2016: MNT/Breast cancer

Subscribe to receive free email updates: