Riskesdas 2013: Prevalensi penyakit kanker di Indonesia

Penyakit kanker tidak hanya menyebabkan penyakit dan kematian, akan tetapi jika kita telisik lebih dalam lagi, penyakit kanker juga menyebabkan disabilitas, jika penyakit kanker dan sel-sel abnormal kanker berhasil di atasi akan tetapi tidak bisa normal lagi seperti dulu kala; mempengaruhi perekonomian, biaya untuk mengobati penyakit kanker tidak bisa dikatakan sedikit, butuh berbagai macam obat dengan harga mahal untuk membunuh sel-sel kanker tanpa memberi efek yang serius kepada sel-sel sehat; trauma, baik anggota keluarga yang merawat pasien kanker, ataupun sang pasien kanker sendiri banyak sedikit pasti menimbulkan trauma, proses pengobatan kanker yang cukup panjang dan melelah ditenggarai menyebabkan kesan tersendiri dan tentunya trauma.

Penyakit kanker merupakan penyakit degeneratif akibat adanya mutasi gen di dalam tubuh, akibat mutasi atau perubahan gen tersebut, sel-sel yang tadinya sehat menjadi abnormal, perkembangan dan pertumbuhannya tak terkendali, dan proses kematian sel (apoptosis) menjadi terabaikan.

Prevalensi penyakit kanker di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2013.

Kanker memang menjadi hal yang sangat umum di telinga, terutama saat ini, ketika polusi dimana-mana, radiasi mulai akrab dengan kehidupan, penggunaan bahan kimia di berbagai bidang, dan hal-hal yang mungkin bisa menyebabkan mutasi gen, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

Di dunia kematian akibat kanker menempati urutan ke dua setelah kematian akibat kecelakaan atau acccident. Sedangkan di Indonesia, penyakit kanker juga menempati urutan ke dua, tapi sebagai jenis penyakit yang terbanyak kedua menyebabkan kematian setelah penyakit kardiovaskuler.

Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 atau disingkat Riskesdas 2013 adalah riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Republik Indonesia, yang bertujuan mengumpulkan data dasar dan indikator kesehatan yang merepresentasikan gambaran wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Riskesdas 2013 merupakan riset yang diselenggerakan tahun kedua, setelah riset yang serupa tahun 2007, oleh karena itu riset ini dinamakan Riskesdas 2013, ada angka 2013 di belakangnya.

Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (RISKESDAS 2013), prevalensi penyakit kanker di Indonesia secara keseluruhan atau prevalensi penyakit kanker nasional Indonesia persentasenya berada pada 1,4‰, hasil tersebut didapat berdasarkan hasil wawancara semua umur, "apakah pernah didiagnosa kanker oleh dokter?".

Lebih lengkapnya mari kita lihat tabel 3.5.1 berikut ini, pada tabel tersebut dijelaskan prevalensi penyakit kanker berdasarkan provinsi, Indonesia tahun 2013. Secara keseluruhan prevalensi penyakit kanker di Indonesia adalah 1,4‰, dengan perincian, prevalesi penyakit kanker tertinggi terdapat di provinsi DI Yogyakarta dengan persentase 4,1‰, selanjutnya berada di provinsi Jawa Tengah dengan 2,1‰, dan prevalesi penyakit kanker di provinsi Bali dengan persentase 2‰. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat tabel berikut.
Prevalensi penyakit kanker berdasarkan provinsi.

Sedangkan pada tabel berikutnya, yaitu tabel 3.5.1, disebutkan prevalensi penyakit kanker menurut karakteristiknya. Seperti sebelumnya, data yang terkandung merupakan hasil wawancara semua umur berdasarkan diagnosa dokter.

Pada karakteristik berdasarkan kelompok umur, prevalensi penyakit kankerdi Indonesia megalami peningkata seiring umur seseorang, hal ini bukan rahasia lagi, memang penyakit kanker termasuk ke dalam penyakit degeneratif. Pada kelompok umur di bawah satu tahun, prevalensi penyakit kanker hanya berada di angka 0,3‰, sempat berfluktualisasi pada umur 1-14 tahun, namun kemudian persentase terus meningkat, dan mencapai pucaknya pada kelompok umur lebih dari 75 tahun dengan persentase 5,0‰.

Selanjutnya, berdasarkan jenis kelamin, prevalensi penyakit kanker di Indonesia persentasenya lebih tinggi pada perempuan dari pada laki-laki. Pada perempuan persentasenya 2,2‰, sedangkan pada laki-laki hanya berada di angka 0,6‰.

Apabila ditinjau dari segi tempat tinggal, prevalensi penyakit kanker di Indonesia cenderung lebih tinggi di daerah perkotaan sedangkan di daerah pedesaan lebih redah. Sedangkan dari segi pendidikan, pada pendidikan tinggi persentasenya lebih tinggi dari pada pendidikan yang lebih rendah. Dan prevalensi penyakit kanker di Indonesia cenderung lebih tinggi pada kelompok kuintil kepemilikan teratas dan pada kelompok dengan status pekerjaan pengangguran.

Prevalensi penyakit kanker menurut karakteristik.
Silahkan banding kedua tabel diatas untuk mengetahui prevalensi penyakit kanker di Indonesia lebih lengkap dan detail, baik prevalensi penyakit kanker menurut provinsi maupun prevalensi penyakit kanker menurut karakteristik.

References:
• Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI: Hasil Riskesdas 2013, pages 85-87. Accessed on Dec 23, 2015: Available online (PDF - 4.50 MB)

Subscribe to receive free email updates: