Plastik sebabkan penyakit kanker dan kemandulan?


"Dapat Menyebabkan Kanker dan Mandul, Hindari Masak Lontong Dibungkus Plastik"
- Selasa, 9 Agustus 2016
Plastik sebabkan penyakit kanker dan kemandulan?
Begitulah headline dari salah satu media massa online yang membuat saya tergelitik mencari tahu kebenarannya. (Bagi sahabat yang ingin tahu isinya bisa dilihat di tautan).

Akhirnya saya melakukan pencarian lewat media mbah google dan mendapatkan beberapa fakta menarik.

Sumber pertama yang saya dapat adalah dari CANSA, suatu asosiasi ahli kanker di Afrika selatan.
Disitu disebutkan bahwa:

1. Polimer itu tidak bahaya, yang bahaya monomer.
2. Dari monomer ini yang paling berbahaya adalah BPA (Bisphenol A)
3. Ada beberapa plasticiser (bahan aditif pada plastik) yang berbahaya (list ada pada tautan)
4. Sebagian besar plastik aman.
5. Salah satu dari plasticiser yang bahaya adalah DEHP yang menyebabkan masalah fertilitas sampai resistensi insulin.
6. Hati-hati dengan botol minum bayi yang mengandung BPA. (Sumber tautan)

Sumber kedua adalah dari Cancer Research UK pada artikel tentang botol plastik.
Disitu disebutkan bahwa tidak ada bukti bahwa memasak makanan dalam plastik kontainer di microwave dapat meningkatkan resiko kanker. (Sumber ada pada tautan)

Sumber ketiga adalah dari Canadian cancer society pada artikel yang berjudul "Microwaves and plastic containers"
Intinya untuk menghindari dari substansi berbahaya yang mungkin ada dalam plastik, sebaiknya memasak dengan menggunakan plastik khusus yang aman untuk dipanaskan. (Sumber ada pada tautan)

Jadi pada intinya, tidak semua plastik itu berbahaya. Karena sebagian besar plastik memiliki bahan yang aman dan ada beberapa plastik khusus yang memang disiapkan untuk bisa dipanaskan.

Oleh karena itu, kita bisa memilih plastik yang aman, terutama untuk makanan yang dipanaskan.
Mungkin karena kontrol produksi plastik di Indonesia susah dilakukan, ada baiknya untuk memakai bahan alami seperti dedaunan.

Dan last quote "Mencegah lebih baik daripada mengobati"
Salam sehat :)

Penulis: Muhammad Afif SF

Tulisan asli disini

Subscribe to receive free email updates: