Xu Ting, Aktris Cina yang Meninggal Karena Kanker Limpoma

Karena menganggap Kemoterapi terlalu menyakitkan dan memperpendek umurnya, Xu Ting, 25 tahun, seorang artis muda Cina memutuskan untuk memakai pengobatan tradisional Cina (TCM) untuk mengobati penyakit kanker Limpoma-nya, sebuah kanker yang menyerang sistem limfatik yang berhubungan dengan kekebalan tubuh.

Namun belakangan, Xu berpaling dengan 'kenyakinannya' itu, disebabkan ia merasakan sendiri bahwa TCM juga tidak kalah sakit, ditambah dorongan maupun desakan dari penggemar sampai keluarganya sendiri untuk mempertimbangkan kembali agar ia mengikuti Kemoterapi.

Berkat dorongan kuat dari saudara perempuannya, akhirnya Xu mau mengikuti kemoterapi. Namun kondisinya sudah teramat lemah  begitu juga dengan imun tubuhnya, sehingga pada 7 September 2016 Xu menghembuskan nafas terakhirnya tidak lama setelah memulai Kemoterapinya.

xu-ting-aktris-cina-meninggal-karena-kanker-limpoma
Xu Ting dan Kanker Limpoma

Xu Ting merupakan aktris Tiongkok berbakat, cantik, dan masih muda 25 tahun, ia sempat muncul dalam serial televisi Dad Home dan komedi Lost in Macau.

Pada Juli 2016, Xu mengungkapkan pada 300.000 penggemarnya dalam akun media sosial Weibo, bahwa ia menderita kanker Limpoma, sebuah kanker yang menyerang sistem limfatik yang merupakan bagian penting dari kekebalan tubuh.

"Tidak peduli berapa lama aku hidup, aku ingin menikmatinya dengan bahagia," tulis Xu pada postingannya di sosial media Weibo.

Xu juga menambahkan bahwa ia tidak ingin menjalani Kemoterapi, pengobatan terbaik saat ini untuk kanker Limpoma, sebab ia beranggapan Kemo justru memperpendek umurnya, takut terhadap efek samping yang ditimbulkan, dan terlalu sakit.

Karena ketakutanya terhadap pengobatan modern tersebut, Xu memilih pengobatan tradisional Cina (TCM) sebagai penggantinya, walaupun ia juga ragu bahwa itu bisa mengatasi Kankernya.

Kemudian. pada 24, Juli ia memposting sebuah gambar di Weibo, ketika ia menjalani terapi tradisional Cina.
xu-ting-aktris-cina-meninggal-karena-kanker-limpoma

"Terus-terang, pengobatan tradisional Cina juga menyakitkan," tulis Xu Ting.

Semua prosedur TCM yang ia jalani tak menghasilkan kemajuan yang berarti, Xu cenderung lebih lemas dari sebelumnya karena menahan sakit selama terapi tersebut.

Saudara Xu merasa kesal dengan semua itu, dan menuduh master TCM melakukan penipuan terhadap Xu Ting.

Pada bulan Agustus, saudaranya berhasil membujuk Xu untuk melakukan Kemoterapi.

Akan tetapi sangat di sayangkan, kondisi dan kekebalan tubuh Xu Ting sudah terlanjur menurun akibat terapi yang dilakukan sebelumnya.

18 Agustus 2016 adalah kali terakhir Xu melakukan interaksi dengan Weibo-nya. Dalam kesempatan itu Xu mengungkapkan bahwa ia merasakan rasa sakit yang luar biasa akibat dari kombinasi antara rasa nyeri dari kanker Limpoma dan rasa sakit efek samping dari Kemoterapi. Dan ia berharap sakit itu agar segera menghilang diikuti penyakit kankernya.

Dan tidak lama kemudian berhembus kabar bahwa Xu Ting terlah menghembuskan nafas terakhirnya, tidak lama setelah ia memulai Kemoterapinya bahkan masih pada bulan yang sama, Agustus.

Kematian Xu Ting akibat kanker Limpoma kemudian menimbulkan kontroversi di media, tentang penggunaan dan keefektifas TCM yang memang digunakan Xu sebelumnya.

Dr. Feng Li, Kepala Departemen Pengobatan Tradisional Cina di Chinese Academy of Medical Sciences di Beijing kemudian membuat stament bahwa pengobatan tradisional China (TCM) tidak bisa disalahkan atas kematian Xu Ting.

Subscribe to receive free email updates: