Penyakit kanker pada lanjut usia

Penyakit kanker pada lanjut usia

Usia lanjut identik dengan masa pensiun, tentunya tidak hanya pensiun dalam hal pekerjaan saja, usia lanjut pada wanita berarti masa di mulainya menopause, sekaligus pensiun atau berakhirnya masa produktif organ reproduksi wanita karena pada masa ini sel-sel telur (ovum) berhenti masa produksinya, dengan katalain tidak akan ada lagi dinding endometrium yang akan meluruh (menstruasi), apalagi pembuahan ovum oleh sperma atau fertilisasi. Pada wanita memang organ reproduksi mempunyai masa pensiun akantetapi berbeda dengan pria, sampai kapanpun organ reprodusi pria tidak akan mengalami masa pensiun/ sampai kapanpun sel-sel sperma akan terus diproduksi, selama tidak ada kelainan yang mempengaruhinya, seperti penyakit dan lainnya.

Sekilas tentang penyakit kanker

Kanker disebut juga tumor ganas adalah penyakit yang umumnya terjadi pada usia lanjut karena bermutasi gen akibat dari gaya hidup sehari-hari atau sebab lain, yang ditandai dengan pembelahan sel melebihi batas normal, mendesak dan/atau merusak jaringan tubuh disekitarnya, dan mempunyai kemungkinan besar untuk bermetastasis ke jaringan atau organ tubuh lain melalui sirkulasi darah dan/atau kelenjar getah bening/ sistem limfatik.

Penyakit kanker sendiri termasuk ke dalam kelompok penyakit tidak menular (Non Communicable Disease), seseorang tidak bisa tertular kanker hanya dengan bersentuhan, melalui jarum suntik, menghirup udara yang sama, dan hal lainya yang menjadi pemicu sebuah penyakit menular. Seorang yang sehat atau daya tahan tubuhnya dalam keadaan normal, sel-sel kanker yang tersebar melalui udara atapun medium lain dan masuk tanpa sengaja ke dalam tubuh, tidak akan bisa bertahan hidup apalagi berkembang, karena sistem imun secara otomatis mengenali dan memusnahkan sel kanker tersebut, dan hal serupa juga akan terjadi apabila sel asing lain masuk kedalam tubuh, walaupun sel/jaringan/organ tubuh tersebut sebetulnya tidak berbahaya, seperti halnya pada kasus transplantasi organ tubuh.

Pada kasus tertentu penyakit kanker bisa saja menular, transplantasi organ tubuh dengan donor penderita kanker ataupun survivor kanker sekalipun, dapat menularkan kanker ke tubuh penerima organ, oleh sebab itu pendonor organ setidaknya akan diperiksa kesehatannya sekaligus riwayat kesehatannya di masa lalu. Tidak hanya menularkan kanker, transplantasi organ tubuh juga meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker di masa yang akan datang.

Perbedaan antara kanker dan tumor

Pada beberapa kasus, sebelum menjadi kanker, sel-sel yang membelah melebihi batas normal akan menjadi tumor terlebih dahulu, sebelum akhir mengganas menjadi kanker yang bisa bermetastasis ke organ lain dalam tubuh.

Apa sih tumor itu? Tumor berasal dari kata bahasa latin "tumere" yang apabila kita artikan ke dalam bahasa indonesia berarti "bengkak". Namun, tumor dalam konteks tumorkanker, adalah jaringan abnormal/ lesi padat yang tumbuh akibat pertumbuhan dan perkembangan sel mutasi yang tidak terkontrol dan disertai dengan pertumbuhan selaput atau jaringan yang menyelubungi. Tumor jauh berbeda dengan kanker, dalam hal metastasis/ menyebar ke jaringan lain dalam tubuh, tumor tidak bermetastasis seperti halnya kanker, sel-sel abnormal yang tumbuh tak terkendali pun jenis dan bentuknya sama dengan sel induk, tumor juga pertumbuhan dan perkembangannya jauh lebih lambat dari pada kanker.

Sedangkan, kanker ialah hampir sama pengertiannya dengan tumor, akan tetapi sel-sel kanker tidak sama dengan sel induk, tidak tumbuh selaput, bermetastasis/ menyebar ke jaringan lain dalam tubuh, dan pertumbuhan relatif lebih cepat dibanding dengan tumor.

Jenis-jenis penyakit kanker pada lansia

Ada banyak sekali jenis kanker, sekitar 36% dari semua jenis kanker terdiagnosa pada kelompok umur lanjut usia di UK sekitar tahun 2010-2012. Hal senada juga di temukan pada berbagai negara bahwa kanker cenderung meningkat dan fase puncak berada pada golongan lansia.

Berikut beberapa jenis kanker yang cukup sering menyerang beberapa golongan usia termasuk di dalamnya usia lanjut, jenis kanker ini biasanya menyerang salah satu gender atau bisa juga menyerang dua-duanya apabila kedua gender baik pria maupun wanita sama memiliki organ tubuh yang bersangkutan seperti paru-paru, dimana organ tubuh tersebut tidak terikat oleh gender.

Kanker paru-paru. Jenis kanker yang satu ini merupakan kanker yang terbanyak ke-2 pada laki-laki maupun perempuan. Pada tahun 2015, American cancer society memperkirakan terdapat kurang lebih 221.200 kasus baru kanker paru-paru, dengan perincian 115.610 kasus pada laki-laki dan 105.590 kasus pada wanita. Sementara itu, kematian yang diakibatkan oleh kanker paru-paru aanyak menyebabkan kematian, baik pada wanita maupun pada laki-laki, kanker paru-paru banyak terdiagnosa pada usia lanjut, 2 dari 3 orang terserang dan terdiagnosa pada umur 65 tahun atau bahkan lebih tua dan hanya sekitar 3% dari semua kasus kanker paru-paru yang terdiagnosa pada umur kurang dari sama dengan 45 tahun.

Kanker payudara. Kenapa kanker payudara menjadi salah satu kanker terpopuler? yups, karena jenis kanker ini tidak hanya bisa terjadi pada wanita, akan tetapi kaum pria juga dapat terserang kanker payudara. Jenis kanker ini merupakan ke-dua terbesar penyebab kematian pada perempuan, setelah kanker paru-paru. Tahun 2016, American cancer society mengestimasikan terdapat kurang lebih 246.660 kasus baru kanker payudara invasif akan terjadi pada wanita dan sekitar 61.000 kasus baru kanker payudara non-invasif (carsinoma in situ, CIS) atau bentuk awal dari kanker payudara (tumor payudara yang belum bersifat kanker). Kematian akibat kanker payudara pada wanita, diperkirakan akan terdapat sekitar 40.450 kasus.

Kanker prostat. Pada tahun 2015, American cancer society memperkirakan terdapat sekitar 220.800 kasus baru kanker prostat, dan kurang lebih 27.540 kasus kematian akibat kanker prostat. Kanker prostat merupakan jenis kanker paling umum ke-dua pada laki-laki setelah kanker kulit, kanker jenis ini juga merupakan kanker terbesar ke-2 penyebab kematian pada laki-laki, setelah kanker paruparu. Kanker prostat umumnya terjadi pada laki-laki ber-usia lanjut, enam dari sepuluh kasus terjadi pada usia 65 tahun atau lebih tua, dan jenis kanker ini jarang sekali terjadi pada laki-laki dibawah usia 40 tahun.

Kanker kolon dan rektum. Jenis kanker yang umum terjadi ke-3 pada laki-laki dan perempuan, American cancer society memperkirakan pada 2016 akan terjadi 95.270 kasus baru kanker prostate dan 39.220 kasus kematian akibat kanker colon dan rektum akan terjadi.

References:
• Wikipedia bahasa Indonesia: "Kanker" dan "Tumor". Accessed on Jan 19, 2016. id.wikipedia.org/kanker and id.wikipedia.org/tumor
• American Cancer Society: Cancer facts and statistics 2015. Accessed on Jan 20, 2016. Cancer facts and figures 2015
• Cancer research UK: Cancer insidence by age. Accessed on Jan 20, 2016. www.cancerresearchuk.org/CancerStatistics
• American Cancer Society: "Key statistics for colorectal cancer", "What are the key statistics about prostate cancer?", "What are the key statistics about breast cancer?", "What are the key statistics about lung cancer?". Acessed on Jan 28, 2016.
Read More
Riskesdas 2013: Prevalensi penyakit kanker di Indonesia

Riskesdas 2013: Prevalensi penyakit kanker di Indonesia

Penyakit kanker tidak hanya menyebabkan penyakit dan kematian, akan tetapi jika kita telisik lebih dalam lagi, penyakit kanker juga menyebabkan disabilitas, jika penyakit kanker dan sel-sel abnormal kanker berhasil di atasi akan tetapi tidak bisa normal lagi seperti dulu kala; mempengaruhi perekonomian, biaya untuk mengobati penyakit kanker tidak bisa dikatakan sedikit, butuh berbagai macam obat dengan harga mahal untuk membunuh sel-sel kanker tanpa memberi efek yang serius kepada sel-sel sehat; trauma, baik anggota keluarga yang merawat pasien kanker, ataupun sang pasien kanker sendiri banyak sedikit pasti menimbulkan trauma, proses pengobatan kanker yang cukup panjang dan melelah ditenggarai menyebabkan kesan tersendiri dan tentunya trauma.

Penyakit kanker merupakan penyakit degeneratif akibat adanya mutasi gen di dalam tubuh, akibat mutasi atau perubahan gen tersebut, sel-sel yang tadinya sehat menjadi abnormal, perkembangan dan pertumbuhannya tak terkendali, dan proses kematian sel (apoptosis) menjadi terabaikan.

Prevalensi penyakit kanker di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2013.

Kanker memang menjadi hal yang sangat umum di telinga, terutama saat ini, ketika polusi dimana-mana, radiasi mulai akrab dengan kehidupan, penggunaan bahan kimia di berbagai bidang, dan hal-hal yang mungkin bisa menyebabkan mutasi gen, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

Di dunia kematian akibat kanker menempati urutan ke dua setelah kematian akibat kecelakaan atau acccident. Sedangkan di Indonesia, penyakit kanker juga menempati urutan ke dua, tapi sebagai jenis penyakit yang terbanyak kedua menyebabkan kematian setelah penyakit kardiovaskuler.

Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 atau disingkat Riskesdas 2013 adalah riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Republik Indonesia, yang bertujuan mengumpulkan data dasar dan indikator kesehatan yang merepresentasikan gambaran wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Riskesdas 2013 merupakan riset yang diselenggerakan tahun kedua, setelah riset yang serupa tahun 2007, oleh karena itu riset ini dinamakan Riskesdas 2013, ada angka 2013 di belakangnya.

Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (RISKESDAS 2013), prevalensi penyakit kanker di Indonesia secara keseluruhan atau prevalensi penyakit kanker nasional Indonesia persentasenya berada pada 1,4‰, hasil tersebut didapat berdasarkan hasil wawancara semua umur, "apakah pernah didiagnosa kanker oleh dokter?".

Lebih lengkapnya mari kita lihat tabel 3.5.1 berikut ini, pada tabel tersebut dijelaskan prevalensi penyakit kanker berdasarkan provinsi, Indonesia tahun 2013. Secara keseluruhan prevalensi penyakit kanker di Indonesia adalah 1,4‰, dengan perincian, prevalesi penyakit kanker tertinggi terdapat di provinsi DI Yogyakarta dengan persentase 4,1‰, selanjutnya berada di provinsi Jawa Tengah dengan 2,1‰, dan prevalesi penyakit kanker di provinsi Bali dengan persentase 2‰. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat tabel berikut.
Prevalensi penyakit kanker berdasarkan provinsi.

Sedangkan pada tabel berikutnya, yaitu tabel 3.5.1, disebutkan prevalensi penyakit kanker menurut karakteristiknya. Seperti sebelumnya, data yang terkandung merupakan hasil wawancara semua umur berdasarkan diagnosa dokter.

Pada karakteristik berdasarkan kelompok umur, prevalensi penyakit kankerdi Indonesia megalami peningkata seiring umur seseorang, hal ini bukan rahasia lagi, memang penyakit kanker termasuk ke dalam penyakit degeneratif. Pada kelompok umur di bawah satu tahun, prevalensi penyakit kanker hanya berada di angka 0,3‰, sempat berfluktualisasi pada umur 1-14 tahun, namun kemudian persentase terus meningkat, dan mencapai pucaknya pada kelompok umur lebih dari 75 tahun dengan persentase 5,0‰.

Selanjutnya, berdasarkan jenis kelamin, prevalensi penyakit kanker di Indonesia persentasenya lebih tinggi pada perempuan dari pada laki-laki. Pada perempuan persentasenya 2,2‰, sedangkan pada laki-laki hanya berada di angka 0,6‰.

Apabila ditinjau dari segi tempat tinggal, prevalensi penyakit kanker di Indonesia cenderung lebih tinggi di daerah perkotaan sedangkan di daerah pedesaan lebih redah. Sedangkan dari segi pendidikan, pada pendidikan tinggi persentasenya lebih tinggi dari pada pendidikan yang lebih rendah. Dan prevalensi penyakit kanker di Indonesia cenderung lebih tinggi pada kelompok kuintil kepemilikan teratas dan pada kelompok dengan status pekerjaan pengangguran.

Prevalensi penyakit kanker menurut karakteristik.
Silahkan banding kedua tabel diatas untuk mengetahui prevalensi penyakit kanker di Indonesia lebih lengkap dan detail, baik prevalensi penyakit kanker menurut provinsi maupun prevalensi penyakit kanker menurut karakteristik.

References:
• Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI: Hasil Riskesdas 2013, pages 85-87. Accessed on Dec 23, 2015: Available online (PDF - 4.50 MB)

Read More
Kanker payudara pada wanita: Gejala, Penyebab, dan Cara mencegah

Kanker payudara pada wanita: Gejala, Penyebab, dan Cara mencegah

Kanker payudara dewasa ini semakin menjadi momok yang menakutkan, penyakit kanker payudara bisa terjadi pada wanita maupun pada pria, akan tetapi kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita, baik kanker payudara pada wanita remaja, wanita muda, wanita hamil, ibu menyusui, dan sangat sering ditemukan penyakit kanker payudara pada wanita menopause, akibat dari ketidak-seimbangan hormon esterogen pada masa wanita menopause.

Perbandingan antara kanker payudara pada wanita dan kanker payudara pada pria, setidaknya wanita lebih rentan seratus kali lipat terserang penyakit kanker payudara dari pada pria. Menurut American cancer society, pada 2015 diperkirakatan terdapat kurang lebih 231.840 kasus baru kanker payudara invasif secara keseluruhan (baik pada pria maupun wanita), 62.290 kanker payudara non-invasif (Carsinoma in situ), dan 49.290 kasus kematian yang diakibatkan oleh penyakit kanker payudara. Sedangkan pada penyakit kanker payudara pada pria di tahun yang sama, American cancer society memperkirakan terdapat kurang lebih 2,350 kasus baru kanker invasif, dan 440 pria diperkirakan akan meninggal karena penyakit kanker payudara pada pria, Jadi sudah mempunyai gambaran, bahwa penyakit kanker payudara memang lebih rentan menyerang wanita dari pada menyerang pria, tinggal dikurangi aja jumlah kasus kanker payudara secara keseluruhan, sama kasus kanker payudara pada pria, nanti kelihatan jelas perbandigan kanker payudara pada pria dan kanker payudara pada wanita.

Gejala kanker payudara pada wanita

Seperti penyakit yang lainnya, kanker payudara juga mempunyai ciri spesifik dan gejala yang menandakan penyakit yang sangat rentan terjadi pada wanita ini, sedang tumbuh dan berkembang dalam tubuh. Biasanya, gejala paling awal yang dapat menandakan kanker payudara adalah adanya jaringan payudara yang menebal atau terdapat benjolan yang tidak terasa sakit. namun, itu hanya gejala yang paling umum saja, dan masih banyak gejala kanker payudara yang lain, diantara gejalanya sebagai berikut:

1 Benjolan pada payudara. Penebalan jaringan payudara atau terasa ada benjolan pada payudara, bisa jadi merupakan gejala awal perkembangan kanker payudara, apalagi benjolan tidak terasa sakit dan terjadi diluar masa menstruasi.

2 Keluar cairan melalui puting. Apabila tiba-tiba keluar cairan bening atau bercampur dengan darah dari salah satu puting payudara, tentunya disertai dengan gejala lain, anda bisa "mencurigai" ini merupakan gejala kanker payudara.

3 Perubahan ukuran, bentuk, dan tampilan payudara. Perubahan bentuk payudara menjadi asimetris, baik ukurannya yang tampak menojol di beberapa sisi maupun ukurannya tampak abnormal, dan tampilan payudara yang tidak seperti biasanya, agar anda bisa memperoleh perbandingan lakukan "SADARI" secara rutin atau langsung temui dokter anda ketika hal ganjil terjadi.

4 Kulit payudara memerah dan mengkerut. Salah satu gejala atau tanda sel-sel kanker payudara sedang tumbuh dan berkembang adalah kulit payudara yang berubah, baik warnanya ataupun tekstur-nya menjadi seperti kulit jeruk.

5 Puting payudara masuk ke dalam. Jika tampak keanehan ini, bisa jadi sel-sel kanker "sudah" tumbuh dan berkembang di dalam payudara anda.

6 Kulit puting (areola) atau kulit payudara mengelupas. Sel-sel kanker jenisnya maupun bentuk selnya tidak sama dengan sel yang sehat, kulit yang mengelupas bisa saja karena "makanan" jatah sel sehat di ambil oleh sel kanker ataupun bisa saja sebab lain.

7 Nyeri di payudara atau ketiak. Bisa dibilang wajar, apabila kasus ini terjadi di masa-masa mestruasi, namun apabila masalah ini terjadi di luar masa periodik anda harus waspada

8 Pembekakan atau benjolan di ketiak. Pembengkakan ini biasanya disebabkan oleh aktivitas sel imun melawan kanker atau infeksi, jadi anda perlu waspada apabila benjolan atau pembengkakan ini, tidak sembuh dalam beberapa hari.


Beberapa gejala atau ciri-ciri kanker payudara diatas umum merupakan gejala awal kanker payudara pada wanita, jika anda menemukan diantara gejala-gejala tersebut ada baiknya langsung konsultasikan pada dokter.

Penyebab kanker payudara pada wanita

Seringkali, seseorang yang memiliki faktor risiko tinggi terserang kanker payudara, justru tidak terjadi dan tidak terserang kanker payudara satukalipun dalam hidupnya. Namun sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki faktor risiko atau memiliki faktor risiko tetapi sangat rendah, justru kanker payudara berkembang dan menyerang tubuhnya. Dokter memang belum bisa menyebutkan secara pasti, apa sebenarnya yang menyebabkan kanker payudara, akan tetapi, hal-hal berikut setidaknya bisa menjawab apa sih yang menjadi penyebab kanker payudara.

Genetik. Seorang wanita yang di dalam keluarga-dekatnya terdapat penderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium, bisa jadi anda akan terserang kanker payudara lewat jalur hereditas.

Umur. Semakin tua seorang wanita maka risiko terserah kanker payudara akan semakin meningkat, sekitar 80% pasien kanker payudara, berumur lebih dari 50 tahun.

Gaya hidup. Wanita dengan gaya hidup tidak teratur, makan sembarangan, kurang aktivitas fisik, dan istirahat yang tidak terkelola dengan baik, memiliki risiko terserang kanker payudara lebih tinggi dari mereka yang memiliki gaya hidup sehat.

Hormon estrogen. Terlalu dini mengalami menstruasi dan terlambat saat menopause, bisa menjadikan wanita rentan terhadap kanker, terutama kanker payudara. Terapi hormon esterogen juga bisa memicu timbulnya kanker payudara pada wanita.

Obesitas. Kadar lemak dan kolesterol dalam darah merupakan pemicu kanker payudara yang cukup baik, efek dari kedua hampir sama dengan afek yang ditimbulkan oleh hormon esterogen yang juga sebagai salah rasatu penyebab kanker payudara, terutama pada wanita.

Termasuk kedalam mitos, penyebab kanker payudara pada wanita karena sering diremas karena remasan yang lembut, justru mencegah tumbuh sel-sel kanker serta mematikan pertumbuhan kanker payudara.

Cara mencegah kanker payudara

Memang, beberapa faktor risiko kanker payudara tidak bisa kita ubah seperti umur dan jenis kelamin. Tapi, beberapa hal berikut bisa kita ubah dan dikendalikan untuk mencegah kanker payudara pada wanita, karena sebagian besar kanker payudara terjadi pada wanita.

Skreening. Tidak harus pergi ke dokter, jika ingin skreening kanker payudara, kita bisa melakukan sendiri dirumah, "SADARI" bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan dokter atau petugas kesehattan. Jika ditemukan hal-hal yang ganjil baru kita pergi kedokter, dokter mungkin akan menyarankan mammografi atau metode sejenis bila dokter menemukan hal yang tidak wajar dan perlu penanganan lebih lanjut.

ASI. Seorang wanita yang memberikan asi eksklusif, setidaknya yang menyusui anaknya, memiliki risiko yang jauh lebih rendah, dibanding mereka yang tidak menyusui anaknya.

Mengatur berat badan. Seperti penjelasan diatas, bahwasanya obesitas atau kelebihan berat badan memiliki risiko terserang kanker payudara jauh lebih besar, dengan mengatur berat badan, setidaknya kita telah menghindari satu faktor risiko kanker payudara.

Olah raga. Dengan berolah, aliran darah akan menjadi lancar sehingga toksin yang mengendap di tubuh akan terbuang dengan lancar, secara tidak langsung mekanisme ini akan mencegah timbulnya sel-sel abnormal dalam tubuh, selain itu dengan olahraga bisa menjadikan berat badan lebih ideal.

Menghindari alkohol. Penelitian membuktikan, bahwa kuantitas konsumsi alkohol berbanding lurus dengan risiko seorang wanita mengidap kanker payudara.

Makanan. Setidaknya menghindari makanan yang digoreng, junkfood, tidak higienis, dan makanan dalam kaleng atau makan yang mengandung pengawet, dapat menghindarkan kita dari kanker, karena makanan tersebut termasukkedalam makanan penyebab kanker payudara.

References:
• American Cancer Society: Breast cancer overview. Accessed on Jan 08, 2016: Breast cancer
• Medical News Today: Breast cancer: causes, symtoms, and treatments. Accessed on Jan 08, 2016: MNT/Breast cancer
Read More