Perdebatan Setelah Meninggalnya Aktris Tiongkok Xu Ting Karena Kanker

Perdebatan Setelah Meninggalnya Aktris Tiongkok Xu Ting Karena Kanker

Aktris Tiongkok Xu Ting meninggal karena kanker Limpoma, sebuah kanker yang menyerah sistem limfatik yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh.

setelah-meninggalnya-aktris-xu-ting-karena-kanker
Xu Ting

Mungkin kabar kematian sudah sering kita dengar dan bukan hal yang istimewa lagi. Namun kabar kematian Xu ini berbeda dari yang lain, kenapa? karena selain Xu Ting merupakan publik figur dan banyak mendapat sorotan, ia juga lebih memilih pengobatan alternatif (TCM) pengobatan tradisional china untuk mengobati kanker Limpoma-nya yang memang agak diragukan keabsahan penggunaan serta keefektivannya.

Sampai-sampai, Kepala Departemen Pengobatan Tradisional Cina di Chinese Academy of Medical Sciences di Beijing, Dr. Feng Li mengeluarkan pernyataan dengan menuliskan editorial pada surat kabar online People.cn bahwa pengobatan tradisional china tidak bisa disalahkan atas kematian Xu Ting.

Selengkapnya tulisan Dr Feng Li sebagai berikut:
Apakah TCM buruk untuk mengobati tumors? Terlepas dari apakah itu Pengobatan barat dan TCM.

Tumor ganas (kanker) tidak bisa diobati hanya dengan menggunakan satu metode. Kanker membutuhkan pendekatan disintesis, menggabungkan metodologi baik timur maupun barat.

Sebagai contoh, ketika pendekatan barat seperti Radiologi, Kemoterapi, dan Operasi sangat efektif meringankan tumor. TCM efektif dalam hal berbeda yaitu mengatasi gejala yang timbul seperti mual, muntah, edema, dan rasa nyeri ketika terapi ala barat.

Apabila kanker sudah bisa dikendalikan, TCM membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan, dan meminimalkan agar tumor tidak kambuh kembali. Tidak masuk akal menghilangkan salah satu pengobatan dan menggunakan yang lain secara penuh.

Tak seorang pun dokter professional yang bisa menentukan dengan pasti yang terbaik antara TCM atau Pengobatan Barat.

Kedua pengobatan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap kasus kanker memerlukan penanganan yang spesifik tergantung pada stadium dan patologi kanker itu sendiri.

Olehkarena itu dalam pengobatan kanker, tidak cukup hanya dengan akupuntur maupun bekam saja. Bukan berarti bekam dan akupuntur tidak berguna, sebaliknya pengobatan tersebut hanya ditempatkan padda kondusi yang salah.

Kejadian ini merefleksikan pola pikir beberapa pasien dalam pemilihan opsi pengobatan, beberapa takut rasa sakit dan efek samping yang ditimbulkan oleh Kemoterapi maupun Terapi Radiasi. Keluar dari ketakutan psikologi tersebut, para pasien memilih opsi yang tidak terlalu menimbulkan rasa sakit seperti yang dijanjikan oleh pengobatan tradisional China (TCM). Beberapa bahkan beranggapan bahwa TCM mempunyai kejuatan mistik yang sanggup menyembuuhkan penyakit apapun.

Selain itu, penyebaran informasi sains modern mengenai pengobatan kanker tidak cukup, baru setelah merasakan timbulnya penyakit dalam dirinya, banyak yang merasa kebingungan dan putus asa lalu mencari dokter yang memilki solusi. ini adalah situasi yang benar-benar perlu kita semua hindari.

Saya merekomendasikan ketika seorang pasien baru mengetahui penyakitnya, silahkan pergi ke rumak sakit terpercaya dan dapat bantuan medis.

Pada tingkat nasional, perlu ada peningkatan regulasi dan pengawasan, sehingga pasien dapat menerima tingkat pengobatan standart.

Sepanjang pengalamannya dengan kanker, Xu Ting tetap optimis dan menggunakan kapasitasnya sebagai publik figur untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan.

Suatu saat salah seorang penggemarnya menuliskan kata-kata penghibur untuk Xu, kemudian dia menjawab dengan bijak bahwa dia sempat bertemu salah seorang pasien kanker lain yang lebih butuh bantuan dari dia

Dia juga menyumbangkan sebagian uangnya untuk anak-anak yang penderita kanker dan mendorongnya untuk tetap positif dengan keadaan.

Sebagai wujud sikap optimisnya Xu mengatakan "Saya percaya tanpa keraguan sedikit pun, bila kita terus maju tanpa rasa takut, optimis, dan keberanian, maka sesuatu yang ajaib akan terjadi pada kita."
Read More
Xu Ting, Aktris Cina yang Meninggal Karena Kanker Limpoma

Xu Ting, Aktris Cina yang Meninggal Karena Kanker Limpoma

Karena menganggap Kemoterapi terlalu menyakitkan dan memperpendek umurnya, Xu Ting, 25 tahun, seorang artis muda Cina memutuskan untuk memakai pengobatan tradisional Cina (TCM) untuk mengobati penyakit kanker Limpoma-nya, sebuah kanker yang menyerang sistem limfatik yang berhubungan dengan kekebalan tubuh.

Namun belakangan, Xu berpaling dengan 'kenyakinannya' itu, disebabkan ia merasakan sendiri bahwa TCM juga tidak kalah sakit, ditambah dorongan maupun desakan dari penggemar sampai keluarganya sendiri untuk mempertimbangkan kembali agar ia mengikuti Kemoterapi.

Berkat dorongan kuat dari saudara perempuannya, akhirnya Xu mau mengikuti kemoterapi. Namun kondisinya sudah teramat lemah  begitu juga dengan imun tubuhnya, sehingga pada 7 September 2016 Xu menghembuskan nafas terakhirnya tidak lama setelah memulai Kemoterapinya.

xu-ting-aktris-cina-meninggal-karena-kanker-limpoma
Xu Ting dan Kanker Limpoma

Xu Ting merupakan aktris Tiongkok berbakat, cantik, dan masih muda 25 tahun, ia sempat muncul dalam serial televisi Dad Home dan komedi Lost in Macau.

Pada Juli 2016, Xu mengungkapkan pada 300.000 penggemarnya dalam akun media sosial Weibo, bahwa ia menderita kanker Limpoma, sebuah kanker yang menyerang sistem limfatik yang merupakan bagian penting dari kekebalan tubuh.

"Tidak peduli berapa lama aku hidup, aku ingin menikmatinya dengan bahagia," tulis Xu pada postingannya di sosial media Weibo.

Xu juga menambahkan bahwa ia tidak ingin menjalani Kemoterapi, pengobatan terbaik saat ini untuk kanker Limpoma, sebab ia beranggapan Kemo justru memperpendek umurnya, takut terhadap efek samping yang ditimbulkan, dan terlalu sakit.

Karena ketakutanya terhadap pengobatan modern tersebut, Xu memilih pengobatan tradisional Cina (TCM) sebagai penggantinya, walaupun ia juga ragu bahwa itu bisa mengatasi Kankernya.

Kemudian. pada 24, Juli ia memposting sebuah gambar di Weibo, ketika ia menjalani terapi tradisional Cina.
xu-ting-aktris-cina-meninggal-karena-kanker-limpoma

"Terus-terang, pengobatan tradisional Cina juga menyakitkan," tulis Xu Ting.

Semua prosedur TCM yang ia jalani tak menghasilkan kemajuan yang berarti, Xu cenderung lebih lemas dari sebelumnya karena menahan sakit selama terapi tersebut.

Saudara Xu merasa kesal dengan semua itu, dan menuduh master TCM melakukan penipuan terhadap Xu Ting.

Pada bulan Agustus, saudaranya berhasil membujuk Xu untuk melakukan Kemoterapi.

Akan tetapi sangat di sayangkan, kondisi dan kekebalan tubuh Xu Ting sudah terlanjur menurun akibat terapi yang dilakukan sebelumnya.

18 Agustus 2016 adalah kali terakhir Xu melakukan interaksi dengan Weibo-nya. Dalam kesempatan itu Xu mengungkapkan bahwa ia merasakan rasa sakit yang luar biasa akibat dari kombinasi antara rasa nyeri dari kanker Limpoma dan rasa sakit efek samping dari Kemoterapi. Dan ia berharap sakit itu agar segera menghilang diikuti penyakit kankernya.

Dan tidak lama kemudian berhembus kabar bahwa Xu Ting terlah menghembuskan nafas terakhirnya, tidak lama setelah ia memulai Kemoterapinya bahkan masih pada bulan yang sama, Agustus.

Kematian Xu Ting akibat kanker Limpoma kemudian menimbulkan kontroversi di media, tentang penggunaan dan keefektifas TCM yang memang digunakan Xu sebelumnya.

Dr. Feng Li, Kepala Departemen Pengobatan Tradisional Cina di Chinese Academy of Medical Sciences di Beijing kemudian membuat stament bahwa pengobatan tradisional China (TCM) tidak bisa disalahkan atas kematian Xu Ting.
Read More
Plastik sebabkan penyakit kanker dan kemandulan?

Plastik sebabkan penyakit kanker dan kemandulan?


"Dapat Menyebabkan Kanker dan Mandul, Hindari Masak Lontong Dibungkus Plastik"
- Selasa, 9 Agustus 2016
Plastik sebabkan penyakit kanker dan kemandulan?
Begitulah headline dari salah satu media massa online yang membuat saya tergelitik mencari tahu kebenarannya. (Bagi sahabat yang ingin tahu isinya bisa dilihat di tautan).

Akhirnya saya melakukan pencarian lewat media mbah google dan mendapatkan beberapa fakta menarik.

Sumber pertama yang saya dapat adalah dari CANSA, suatu asosiasi ahli kanker di Afrika selatan.
Disitu disebutkan bahwa:

1. Polimer itu tidak bahaya, yang bahaya monomer.
2. Dari monomer ini yang paling berbahaya adalah BPA (Bisphenol A)
3. Ada beberapa plasticiser (bahan aditif pada plastik) yang berbahaya (list ada pada tautan)
4. Sebagian besar plastik aman.
5. Salah satu dari plasticiser yang bahaya adalah DEHP yang menyebabkan masalah fertilitas sampai resistensi insulin.
6. Hati-hati dengan botol minum bayi yang mengandung BPA. (Sumber tautan)

Sumber kedua adalah dari Cancer Research UK pada artikel tentang botol plastik.
Disitu disebutkan bahwa tidak ada bukti bahwa memasak makanan dalam plastik kontainer di microwave dapat meningkatkan resiko kanker. (Sumber ada pada tautan)

Sumber ketiga adalah dari Canadian cancer society pada artikel yang berjudul "Microwaves and plastic containers"
Intinya untuk menghindari dari substansi berbahaya yang mungkin ada dalam plastik, sebaiknya memasak dengan menggunakan plastik khusus yang aman untuk dipanaskan. (Sumber ada pada tautan)

Jadi pada intinya, tidak semua plastik itu berbahaya. Karena sebagian besar plastik memiliki bahan yang aman dan ada beberapa plastik khusus yang memang disiapkan untuk bisa dipanaskan.

Oleh karena itu, kita bisa memilih plastik yang aman, terutama untuk makanan yang dipanaskan.
Mungkin karena kontrol produksi plastik di Indonesia susah dilakukan, ada baiknya untuk memakai bahan alami seperti dedaunan.

Dan last quote "Mencegah lebih baik daripada mengobati"
Salam sehat :)

Penulis: Muhammad Afif SF

Tulisan asli disini
Read More
Jurnal Addiction: Hubungan Kausal antara Konsumsi Alkohol dan Kanker

Jurnal Addiction: Hubungan Kausal antara Konsumsi Alkohol dan Kanker

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Addiction menunjukkan bahwa alkohol dan kanker memiliki hubungan kausal, artinya tanpa pengetahuan mekanisme biologis tentang bagaimana alkohol menyebabkan kanker pun, kita dapat menyimpulkan bahwa alkohol menyebabkan kanker atau secara singkat bahwa alkohol (secara langsung) dapat menyebabkan kanker.

Dalam Jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa tidak hanya peminum alkohol berat saja yg beresiko terkena kanker, namun peminum alkohol ringan sampai moderat (sedang) juga terindikasi berresiko kanker. Semakin tinggi dosis komsumsi alkohol maka semakin tinggi pula persentase resiko terkena kanker, namun bukan berati mengkomsumsi alkohol hanya segelas tidak menyebabkan kanker.

Jurnal addiction menyebutkan tujuh area tubuh yang rentan terpapar kanker karena alkohol yaitu oropharynx (bagian tengah tenggorokan), larynx (tenggorokan), oesophagus (kerongkongan), liver (hati), colon (usus besar), rectum (rektum), dan female breast (payudara wanita).

Hubungan Kausal antara Konsumsi Alkohol dan Kanker
Jurnal Addiction: Konsumsi Alkohol dan Kanker
"Ada bukti yang kuat bahwa Alkohol menyebabkan kanker di tujuh lokasi dalam tubuh, bahkan lebih," Jurnal Addiction.

Peneliti dari Department of Preventive and Social Medicine Universitas of Otago, New Zealand, Professor Jennie Connor dalam Jurnal Addiction mengungkapkan bukti epidemiologi yang mendukung hubungan kausal (sebab-akibat) antara konsumsi alkohol dan kanker orofaring, kanker laring, kanker esofagus, hati, usus besar, rektum, dan kanker payudara pada perempuan.

Hubungan Kausal antara Kanker dan Alkohol


Meskipun dari penelitian yang sebelumnya sudah ada bukti keterkaitan antara alkohol dan kanker, namun dalam penelitian ini Dr. Jennie Connor memaparkan bahwa hubungan keduanya seperti antara dua variabel atau kausal. Hubungan kausal merupakan hubungan bersebab akibat atau saling terkait antara dua variabel yang mana tanpa pengetahuan biologis tentang bagaimana alkohol menyebabkan penyakit kanker, bisa disimpulkan begitu saja bahwa konsumsi alkohol menyebabkan kanker atau singkatnya "Alkohol secara langsung menyebabkan kanker".

Menurut Wikipedia, hubungan kausal atau kausalitas adalah prinsip sebab-akibat; ilmu atau pengetahuan  yang secara otomatis bisa diketahui tanpa memerlukan pengetahuan maupun ilmu perantara yang lain.

Implikasi Alkohol terkait Tujuh Jenis Kanker


Dr. Connor menyebutkan tujuh tempat dalam tubuh yang terkait resiko kanker ketika mengkonsumsi Alkohol; bukti epidemiologi dapat mendukung bahwa Alkohol menyebabkab kanker orofaring, laring, esofagus, hati, usus besar, rektum dan kanker payudara pada wanita.

Prof. Dame Sally Davies, Chief Medical Officer untuk Inggris, menyampaikan akhir-akhir ini dalam sidang parlemen, "Apakah yang saya lakukan ketika saya meraih gelas anggur. Berpikir: saya ingin segelas anggur atau apakah saya ingin meningkatkan risiko saya sendiri terkena kanker payudara? Saya mengambil keputusan setiap kali saya memiliki segelas wine."

Dosis Alkohol terhadap Penyakit Kanker


Peminum Alkohol dari golongan berat, moderat, bahkan ringan sama-sama beresiko mengalami penyakit Kanker, akan tetapi resiko seorang peminum tergantung jumlah Alkohol yang dikonsumsinya. Dr. Jennie Connnor mengatakan, "Semua ini ada hubungan dosis-respons."

Professor Jennie Connor menambahkan, "Resiko terberat ada pada golongan peminum alkohol berat, namun beban yang cukup berat di alami oleh peminum ringan maupun moderat, sebab distribusi minum dalam populasi.

Hal ini sangat kontras dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan komsumsi alkohol dengan dosis tepat dapat menguntungkan penderita penyakit kardiovaskular, namun pernyataan penelitian itu diiringi skeptisme yang cukup tinggi. Kemudian Jurnal Addiction membawa angin segar dan membenarkan skeptis tersebut.

Oleh karena itu, Pemerintah terkait dihimbau untuk benar-benar membatasi peredaran alkohol di masyarakat dan mengawasi secara ketat perizinannya serta menindak tegas peredaran Alkohol illegal

References:
• Professor Jennie Connor: "Jurnal Addiction:Alcohol consumption as a cause of cancer" Accessed on Sept 18, 2016: Available online (PDF - 00 MB)
• Department of Preventive and Social Medicine, University of Otago: "New review concludes evidence for alcohol causing cancer is strong" Accessed on Sept 18, 2016: Available on The Web.
Read More