Deteksi Dini Kanker Ovarium dengan Test Darah

Angelina Jolie
Gambar dari TabloidBintang.com
Banyak wanita dengan risiko tinggi kanker ovarium harus amputasi ovarium mereka untuk menyelamat hidup mereka dari ganasnya kanker ovarium.

Ovarium merupakan sepasang organ reproduksi perempuan yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur) dan hormon kewanitaan.

Sebagai contoh artis holywood tersohor Angelina Jolie, ia harus mengangkat ovariumnya sebab dia mewarisi gen BRCA mutan dan berrisiko tinggi terkena kanker ovarium.

Namun kecanggihan dunia medis bisa mengatasi masalah amputasi ovarium tersebut. Journal of Clinical Oncology mempublikasikan test darah untuk deteksi dini kanker ovarium.

Study yang dipelopori oleh University College London tersebut, menguji coba pada 4.348 wanita dengan tingkat risiko kanker ovarium 10 persen.

Dalam uji coba tersebut, peneliti memonitor zat kimia CA125 yang terlarut pada darah wanita. CA125 merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh ovarium.

Setiap 4 bulan peneliti mengambil sempel darah serta mengamati perubahan pada CA125, bila kadar CA125 terjadi peningkatan, hal itu merupakan tanda adanya kanker ovarium.

Setelah 3 tahun masa uji coba, terdeteksi 19 jenis kanker ovarium dan 10 diantara terdeteksi pada stadium awal.

Sumber: http://www.bbc.com/news/health-39103629

Subscribe to receive free email updates: