Nutella Sebabkan Penyakit Kanker, Benarkah?

Bahan Baku Nutella (Palm Oil)
Studi dari European Food Safety Authority (EFSA) menemukan bahwa minyak kelapa sawit (Palm oil) akan menghasilkan zat karsinogenik lebih banyak dari minyak sayur lain, apabila dimasak dengan suhu tinggi diatas 200 derajat celcius.

Zat karsinogenik yang dimaksud adalah Glycidyl fatty acid esters (GE) dan 3-monochloropropanediol (3-MCPD), kedua zat tersebut terkandung dalam semua minyak sayur, namun khusus minyak kelapa sawit, zat karsinogen yang dihasilkan akan lebih banyak.

EFSA juga menyarankan masyarakat untuk menghentikan konsumsi terhadap minyak sayur tersebut, dan mengatakan studi harus dilakukan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat konsumsi aman.

World Health Organization (WHO) dan The U.S. Food and Drug Administration (FDA) juga membenarkan studi tentang GE kelapa sawit tersebut, namun keduanya tidak menyarankan untuk menghentikan konsumsi minyak kelapa sawit atau melarang penggunaan minyak sayur itu untuk makanan.

Ferrero, perusahaan yang menaungi merek Nutella, memutuskan untuk tetap menggunakan minyak kelapa sawit dengan quality kontrol yang ketat pada produk mereka karena mereka tidak menemukan bahan pengganti yg tepat untuk membuat Nutella bertekstur halus dan creamy seperti menggunakan minyak kelapa sawit.

"Membuat Nutella tanpa menggunakan minyak kelapa sawit akan menghasilkan produk dengan kualitas rendah, itu akan menjadi langkah mundur," ujar Vincenzo Tapella, manager penjualan Ferrero.

Ya, Nutella menerap quality kontrol yg ketat, minyak kelapa sawit yg digunakan berasal dari buah sawit yang segar dan diproses dengan suhu terkontrol dibawah 200 derajat.

Pada pengolahan minyak kelapa sawit, suhu tinggi diperlukan untuk mengurangi warna merah natural pada minyak serta menetralkan baunya, namun Nutella menggunakan minyak kelapa sawit yg diproses menggunakan suhu dibawah 200 C dan hal tersebut menekan angka zat karsinogenik yg dihasilkan.

Keputusan Ferrero tersebut ber-implikasi negatif terhadap angka penjualan Nutella di Italia, ditambah jaringan supermarket terbesar di negara itu, Coop, 'membuang' 200 produk (termasuk Nutella) dengan kandungan minyak kelapa sawit dari rak-rak mereka sebagai langkah awal atas himbauan EFSA.

Sebaliknya, Barilla (produsen roti terbesar di Italia) mengikuti saran dari EFSA, mereka mengganti bahan baku mereka dan memberikan label "palm oil-free" pada setiap kemasan produk untuk memberi tahukan bahwa tidak ada kandungan minyak kelapa sawit pada produknya.

Untuk mengatasi turunnya angka penjualan, Ferrero membuat iklan komersial di tv dan iklan full-page di surat kabar untuk memberitahukan kepada konsumen tentang keamanan produknya.

Selain terindikasi menyebabkan kanker, penanaman kelapa sawit untuk diambil minyaknya juga menyebabkan masalah lain seperti penggundulan hutan, pencemaran udara, dan pekerja ilegal.

Sumber: http://www.reuters.com/article/us-italy-ferrero-nutella-insight-idUSKBN14V0MK

Subscribe to receive free email updates: