Kabar baik untuk Anak Kost, Konsumsi Mie Instan (Tidak) Sebabkan Kanker Kolorektal

Kabar baik untuk Anak Kost, Konsumsi Mie Instan (Tidak) Sebabkan Kanker Kolorektal

MSG yang terkandung dalam bumbu mie instan tidak menyebabkan kanker. -The U.S. Food and Drug Administration
Mie Insian (Pixabay)
Sempat beredar kabar bahwa sering konsumsi mie instan bisa memicu kanker usus besar atau kanker kolorektal.

Namun baru-baru ini kabar tersebut terbantahkan oleh pernyataan ketua umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD KHOM FACP, beliau menegaskan bahkan anggapan tersebut hanyalah mitos belaka.

Tidak ada keterkaitan antara mie instan dengan risiko kanker, penelitian secara ilmiah telah meluruskan hal tersebut. Beliau berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang telah terbantahkan oleh penelitian ilmiah.

The U.S. Food and Drug Administration (FDA) menjelaskan dalam penelitiannya bahwa MSG yang terkandung dalam bumbu mie instan tidak menyebabkan kanker.

Walaupun begitu, Dr. Aru tidak menganjurkan konsumsi mie instan setiap hari. Selain kandungan gizinya tidak mumpuni untuk kesehatan tubuh, mie instan juga dapat meningkatkan berat badan karena asupan kalori berlebih.

Source: http://www.suara.com/lifestyle/2017/03/16/094113/sering-makan-mi-instan-picu-kanker-benar-atau-mitos
Read More
Begini Penyebaran Kanker Serviks Secara Non-Seksual

Begini Penyebaran Kanker Serviks Secara Non-Seksual

Penyebaran Kanker Serviks Secara Non-Seksual
Image via pexels.com
Tahukah Anda, kebanyakan kanker serviks disebabkan oleh infeksi Humman papillomavirus (HPV) yang ikut menyebar melalui hubungan seksual. Namun. kanker serviks bisa juga menular melalui aktivitas Non-seksual.

Bagaimana bisa?

Menurut dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG. 10 hingga 15 persen pasien kanker serviks terkontaminasi HPV di luar aktivitas non-seksual.

HPV selayaknya virus yang lain bisa menempel dimana saja, kita bisa saja tertular HPV akibat menyentuh sesuatu ya telah terkontaminasi virus tersebut.

Kita mungkin secara tidak sadar menyentuh barang yang telah disentuh oleh orang yang positif HPV. sehingga HPV yang tertempel di barang tersebut ikut bersama tangan kita.

Akibatnya, kita juga berrisiko terinfeksi virus tersebut.

Akan tetapi tidak ada bedanya gejala yang ditimbulkan, apakah itu disebabkan hubungan seksual atau aktivitas non-seksual.

Kondisi tersebut bisa diketahui dengan pemeriksaan Papsmear.

Source: http://lampung.tribunnews.com/2017/03/09/kanker-serviks-juga-dapat-menyebar-melalui-nonseksual
Read More
Study: Keju Cheddar Meningkatkan Risiko Kanker, Sedangkan Yoghurt Berlaku Sebaliknya

Study: Keju Cheddar Meningkatkan Risiko Kanker, Sedangkan Yoghurt Berlaku Sebaliknya

Keju Cheddar Meningkatkan Risiko Kanker
Keju Cheddar dan Krim Keju
Penelitian terbaru dari Institut Kanker Roswell Park di Buffalo, New York, mengungkap sebuah fakta tentang hubungan produk-produk olahan susu (Dairy food) dengan kanker payudara.

Penelitian tersebut melibatkan 3.000-an wanita dengan (dan tanpa) kanker payudara, dan diselenggarakan selama 11 tahun.

Para responden diharuskan mengisi kuisioner yang berisi kebiasaan mereka mengkonsumsi produk olahan susu setiap bulan, mereka juga harus melampirkan biodata pribadi seperti usia, indeks massa tubuh, dan riwayat kanker dalam keluarga.

Setelah semua selesai direkap, didapat kesimpulan bahwa produk olahan susu (Cheddar, krim keju) ditenggarai dapat meningkatkan risiko kanker sebesar 53%

Sedangkan, konsumsi susu segar dengan teratur dapat mengurangi risiko kanker hingga 15% dan konsumsi Yoghurt juga menurunkan risiko kanker hingga 39%
Read More
Buah Ajaib Ini Mampu Menghancurkan Sel Kanker Payudara pada Berbagai Stadium

Buah Ajaib Ini Mampu Menghancurkan Sel Kanker Payudara pada Berbagai Stadium

Buah Ajaib
Alterkara Super Steam merupakan alat terapi kanker payudara yang dikembangkan oleh mahasiswa elektro, Universitas Brawijaya. Alat tersebut mampu menembakkan 'obat' langsung ke pusat kanker dengan tehnologi pendispersi sinar laser ultraviolet.

Inovasi ini tercipta setelah sebelumnya ditemukan ekstrak buah yang mampu menekan pertumbuhan kanker hingga 75% oleh guru besar bidang kedokteran Universitas Airlangga, Prof DR dr Handayani, MKes.

Apakah buah ajaib tersebut? Silahkan lanjut membaca.

Berdasarkan peneltian prof. Handayani ekstrak buah ini bisa menghambat pertumbuhan kanker hingga 75% dalam berbagai stadium, mulai dari stadium 2 golongan A maupun kanker golongan 1B.

Buah Ajaib tersebut mungkin ada disekitar pekarangan rumah kita, buah perdu dengan nama latin Physalis Peruviana juga dikenal di berbagai daerah sebagai Ciplukan, Ceplukan, Nyurnyuran dan Kopok-kopokan.

Prof. Handayani mengekstrak buah ciplukan menjadi sebuah etanol, setelah dilakukan pengamat lebih dalam, etanol ciplukan ternyata mampu menghancurkan sel kanker dalam berbagai stadium secara efektif.

Awalnya 'obat ciplukan' tersebut diaplikasikan secara oral lewat mulut, seperti minum obat kebanyakan. Namun setelah diciptakan Alterkara Super Steam penggunaan "obat ciplukan" menjadi lebih efektif karena langsung ditmbakkan ke pusat kanker.
Read More
Aku Rapopo: Perjuangan Julia Perez Melawan Kanker Serviks

Aku Rapopo: Perjuangan Julia Perez Melawan Kanker Serviks

Meski Jupe menderita kanker tetapi tetap 'Aku rapopo'.
Aku rapopo
Aku rapopo - Julia Perez
Sejak 2014 julia rahmawati atau akrab dipanggil julia perez (jupe) telah melawan kanker serviks. Setelah positif terdiagnosa kanker, jupe harus terbang ke Singapura untuk menjalani pengobatan. Kemoterapi mengharuskan jupe memanngkas habis rambutnya, karena pengobatan kanker tersebut sedikit demi sedikit merontokan rambutnya.

Setelah melewati pengobatan panjang di singapura, jupe akhir dinyatakan bebas dari kanker serviks.

Akan tetapi pada akhir 2016, kanker serviks yang diderita jupe kembali kambung. Kali ini, kanker serviks yang ia idap telah mencapai stadium 4. Hal tersebut mengharuskan dia bulang-balik ke rumah sahkit hingga sekarang. Kanker tersebut juga membuat tubuhnya menjadi kurus kering

Namun bukan jupe namanya kalo cepat menyerang, hal itu berbanding lurus dengan lagunya "Aku rapopo."
Read More
Diet Buruk saat Remaja, Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Diet Buruk saat Remaja, Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Diet Buruk saat Remaja, Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
Image via shape.com
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal "Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention" menjabarkan sebuah fakta bahwa diet yang buruk saat remaja dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara di kemudian hari.

Dalam rangka Nurses' Health Study II, para peneliti menganalisa kebiasaan diet 45,204 wanita.

Setiap wanita diberikan kuisioner secara berkala setiap 4 tahun, kuisioner tersebut berisi perihal kebiasaan diet yang mereka lakukan saat remaja.

Kuisioner tersebut mulai disi sejak 1991 ketika usia mereka masih 27 dan 44 tahun.

Pada 1998, saat usia mereka menginjak 33 dan 55 tahun, mereka mengisi kuisioner tentang kebiasan diet mereka di bangku SMA.

Dengan menggunakkan metode mengaitkan asupan makanan (diet) dengan tanda peradangan dalam darah, peneliti menggolongkan mereka berdasarkan score inflammatory diet yaitu skor yang didapatkan dari perbandingan asupan makan dan tanda peradangan yang terjadi.

Kemudian, para responden dibagi menjadi lima grup berdasarkan score inflamattory diet mereka.

Peneliti lalu membandingkan mereka yang memiliki score inflammatory tinggi dan rendah.

Hasilnya, wanita yang memiliki score inflammatory tinggi, 41% lebih rentan terhadap kanker payudara dari wanita dengan score rendah.

Source: http://www.medicalnewstoday.com/articles/316128.php
Read More
Generasi Milenial Rentan Kanker Kolorektal

Generasi Milenial Rentan Kanker Kolorektal

Generasi Milenial Rentan Kanker Kolorektal
Image via gsa.ac.uk
Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh serta berkembang pada usus besar (kolon) dan rektum. Jenis kanker ini menurun jumlahnya pada orang berusia 50 tahun keatas, namun malah meningkat pada anak muda sekitar kelahiran 1990-an.

American Cancer Society memaparkan, mereka melakukan analisa kepada sekitar setengah juta pasien kanker kolorektal yang terdiagnosa sekitar tahun 1974 sampai 2013 dan mendapati hasil bahwa seseorang berusia sekitar 20-an saat ini (Generasi milenial) lebih rentan terkena kanker kolorektal dibanding generasi sebelumnya.

Belum diketahui kenapa fenomena tersebut bisa terjadi, tetapi peneliti menduga hal ini berkaitan dengan tingginya angka obesitas.

Generasi milenial sering melakukan gaya hidup yang kurang sehat seperti makan junk food, kurang olah raga, dan lainnya.
Read More
Tidur Nyenyak, Bermanfaat Sembuhkan Kanker

Tidur Nyenyak, Bermanfaat Sembuhkan Kanker

"Tidur dalam waktu yang lama atau hibernasi bermanfaat dalam proses penyembuhan kanker," Jurnal Narional Cancer.
Tidur Nyenyak, Bermanfaat Sembuhkan Kanker
Image: ministrydoorcounty.com
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal national cancer menemukan bahwa, Tidur dalam waktu lama atau hibernasi  dapat membantu proses penyembuhan kanker lebih optimal dan memiliki efek samping ringan.

Para peneliti menggunakan metode uji coba pada seekor tikus yang telah hibernasi, ketika tikus tersebut menjalani kemoterapi, sistem imun tikus mampu meningkatkan perlindungan terhadap efek radiasi kemoterapi.

Radiasi atau pembedahan tidak hanya di lakukan di pusat kanker berada, untuk membasmi kanker sampai ke akarnya, seluruh tubuh bisa terdampak.

Ketika pasien dalam kondisi hibernasi, hal tersebut dapat meningkatkan level radio-resistence, sehingga dokter bisa leluasa melakukan laser kanker pada area penyebaran kanker dan tanpa melukai pasien.

Source: http://life.viva.co.id/news/read/888493-studi-tidur-lelap-bantu-proses-penyembuhan-kanker
Read More
Nutella Sebabkan Penyakit Kanker, Benarkah?

Nutella Sebabkan Penyakit Kanker, Benarkah?

Bahan Baku Nutella (Palm Oil)
Studi dari European Food Safety Authority (EFSA) menemukan bahwa minyak kelapa sawit (Palm oil) akan menghasilkan zat karsinogenik lebih banyak dari minyak sayur lain, apabila dimasak dengan suhu tinggi diatas 200 derajat celcius.

Zat karsinogenik yang dimaksud adalah Glycidyl fatty acid esters (GE) dan 3-monochloropropanediol (3-MCPD), kedua zat tersebut terkandung dalam semua minyak sayur, namun khusus minyak kelapa sawit, zat karsinogen yang dihasilkan akan lebih banyak.

EFSA juga menyarankan masyarakat untuk menghentikan konsumsi terhadap minyak sayur tersebut, dan mengatakan studi harus dilakukan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat konsumsi aman.

World Health Organization (WHO) dan The U.S. Food and Drug Administration (FDA) juga membenarkan studi tentang GE kelapa sawit tersebut, namun keduanya tidak menyarankan untuk menghentikan konsumsi minyak kelapa sawit atau melarang penggunaan minyak sayur itu untuk makanan.

Ferrero, perusahaan yang menaungi merek Nutella, memutuskan untuk tetap menggunakan minyak kelapa sawit dengan quality kontrol yang ketat pada produk mereka karena mereka tidak menemukan bahan pengganti yg tepat untuk membuat Nutella bertekstur halus dan creamy seperti menggunakan minyak kelapa sawit.

"Membuat Nutella tanpa menggunakan minyak kelapa sawit akan menghasilkan produk dengan kualitas rendah, itu akan menjadi langkah mundur," ujar Vincenzo Tapella, manager penjualan Ferrero.

Ya, Nutella menerap quality kontrol yg ketat, minyak kelapa sawit yg digunakan berasal dari buah sawit yang segar dan diproses dengan suhu terkontrol dibawah 200 derajat.

Pada pengolahan minyak kelapa sawit, suhu tinggi diperlukan untuk mengurangi warna merah natural pada minyak serta menetralkan baunya, namun Nutella menggunakan minyak kelapa sawit yg diproses menggunakan suhu dibawah 200 C dan hal tersebut menekan angka zat karsinogenik yg dihasilkan.

Keputusan Ferrero tersebut ber-implikasi negatif terhadap angka penjualan Nutella di Italia, ditambah jaringan supermarket terbesar di negara itu, Coop, 'membuang' 200 produk (termasuk Nutella) dengan kandungan minyak kelapa sawit dari rak-rak mereka sebagai langkah awal atas himbauan EFSA.

Sebaliknya, Barilla (produsen roti terbesar di Italia) mengikuti saran dari EFSA, mereka mengganti bahan baku mereka dan memberikan label "palm oil-free" pada setiap kemasan produk untuk memberi tahukan bahwa tidak ada kandungan minyak kelapa sawit pada produknya.

Untuk mengatasi turunnya angka penjualan, Ferrero membuat iklan komersial di tv dan iklan full-page di surat kabar untuk memberitahukan kepada konsumen tentang keamanan produknya.

Selain terindikasi menyebabkan kanker, penanaman kelapa sawit untuk diambil minyaknya juga menyebabkan masalah lain seperti penggundulan hutan, pencemaran udara, dan pekerja ilegal.

Sumber: http://www.reuters.com/article/us-italy-ferrero-nutella-insight-idUSKBN14V0MK
Read More
Deteksi Dini Kanker Ovarium dengan Test Darah

Deteksi Dini Kanker Ovarium dengan Test Darah

Angelina Jolie
Gambar dari TabloidBintang.com
Banyak wanita dengan risiko tinggi kanker ovarium harus amputasi ovarium mereka untuk menyelamat hidup mereka dari ganasnya kanker ovarium.

Ovarium merupakan sepasang organ reproduksi perempuan yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur) dan hormon kewanitaan.

Sebagai contoh artis holywood tersohor Angelina Jolie, ia harus mengangkat ovariumnya sebab dia mewarisi gen BRCA mutan dan berrisiko tinggi terkena kanker ovarium.

Namun kecanggihan dunia medis bisa mengatasi masalah amputasi ovarium tersebut. Journal of Clinical Oncology mempublikasikan test darah untuk deteksi dini kanker ovarium.

Study yang dipelopori oleh University College London tersebut, menguji coba pada 4.348 wanita dengan tingkat risiko kanker ovarium 10 persen.

Dalam uji coba tersebut, peneliti memonitor zat kimia CA125 yang terlarut pada darah wanita. CA125 merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh ovarium.

Setiap 4 bulan peneliti mengambil sempel darah serta mengamati perubahan pada CA125, bila kadar CA125 terjadi peningkatan, hal itu merupakan tanda adanya kanker ovarium.

Setelah 3 tahun masa uji coba, terdeteksi 19 jenis kanker ovarium dan 10 diantara terdeteksi pada stadium awal.

Sumber: http://www.bbc.com/news/health-39103629
Read More
Tahi Lalat, Mungkin Bisa Memicu Kanker

Tahi Lalat, Mungkin Bisa Memicu Kanker

Andeng-andeng
Gambar dari health.com
Tahi lalat atau andeng-andeng adalah bintik hitam yang 'bersararang' di kulit seseorang.

Tahi lalat menurut dunia medis adalah sebuah tumor, namun tahi lalat termasuk tumor jinak yg sama sekali tidak berbahaya. Lain cerita kalo tahi lalat ini sudah terpapar sinar ultra violet berlebih hingga menjadi tumor ganas.

Ya, sering kali tahi lalat bisa menjadi ganas akibat sinar ultra violet berlebih akibat paparan sinar matahari. Kanker kulit biasanya bermula dari setitik tahi lalat yg tiba-tiba mengganas, membesar, dan meradang.

Untuk itu, penting menggunakan sun block atau tabir surya diatas SPF 15 untuk menghalau sinar ultra violet berlebih.

Sumber: https://cantik.tempo.co/read/news/2017/02/28/332850897/tahi-lalat-membesar-awas-berisiko-kanker
Read More